Menu

Kuliner Khas Gunungkidul, Ekstrim Bentuknya Nancep Lezatnya

06/01/2015 | Kuliner

Gedangsari.com – Gunungkidul sejuta panorama sejuta pesona yang ditawarkan. Eksotisme daerah wisatanya yang membuat kita ingin dan ingin kembali lagi ke sana. Bukan hanya tempat wisatanya saja yang menarik perhatian wisatawan namun dari sisi wisata kuliner khas yang dimiliki Gunungkidul berpotensi mengundang banyak wisatawan baik lokal maupun Internasional.

Di satu sisi untuk urusan kuliner, Gunungkidul selain menyajikan petualangan rasa yang lezat juga menghadirkan menu-menu yang ektrim. Meski demikian jangan salah ketika anda sudah mencoba anda akan ketagihan dan merasakan nancepnya kelezatan kuliner khas Gunungkidul.

Berikut beberapa menu kuliner khas di Gunungkidul:
Kuliner Khas Gunungkidul, Ekstrim Bentuknya Nancep LezatnyaGathot Tiwul: Singkong dan Gunungkidul punya hubungan demikian erat. Bahkan, ada suatu masa dimana masyarakat Gunungkidul menjadikan singkong sebagai makanan pokok. Sekarang, setelah nasi menggantikan makanan pokok mereka, makanan berbahan singkong seperti gatot dan tiwul tetap jadi klangenan alias makanan yang dirindukan. Dua makanan tersebut identik betul dengan Gunungkidul. Di pasar-pasar tradisional gatot dan tiwul mudah ditemukan. Adapun, yang berbeda dari tampilan keduanya yaitu gatot berwarna cokelat kehitaman dan tiwul berwarna coklat, berbentuk butiran yang dipadatkan, dan terasa manis. Dua-duanya lezat disantap dengan kelapa parut, bersama secangkir kopi. Pahit yang biasa menyertai olahan singkong tidak terasa sama sekali. Rupanya penduduk Gunungkidul jago mengolah singkong.

Kuliner Khas Gunungkidul, Ekstrim Bentuknya Nancep LezatnyaNasi merah Jangan Lombok Ijo: Jalan Wonosari Gunungkidul. Di sepanjang jalan tersebut ada beberapa rumah makan, biasanya nasi merah ada dalam menu dan disajikan bersama tumis daun pepaya, sayur santan lombok ijo, dan sepotong tempe. Sayur ini terkenal dengan julukan ‘Jangan ndeso’. Untuk lauknya, tersedia ayam goreng, bacem daging, jerohan sapi, bacem tahu tempe, ikan wader goreng, dan belalang goreng. Nah, inilah menu santapan siang ala Gunungkidul.

Kuliner Khas Gunungkidul, Ekstrim Bentuknya Nancep LezatnyaBelalang Goreng: Belalang memang banyak dijual di wilayah Gunung Kidul. Kalau berkunjung ke sana, Anda bisa menemukan para pedagang mangkal di beberapa tempat, untuk menjajakan binatang yang suka meloncat-loncat ini. Setelah digoreng, belalang memang terlihat menggelikan seperti kecoa. Tapi janganlah menilai dari luarnya saja. Cobalah cicipi satu, Anda pasti akan menggambil untuk kedua kalinya. Setelah yang kedua dan ketiga kalinya pasti ketagihan sampai tak terasa belalang goreng ini habis. Rasanya seperti menggigit cangkang kepiting goreng, garing. Kriuk-kriuk!

Kuliner Khas Gunungkidul, Ekstrim Bentuknya Nancep LezatnyaBothok Laron: Bagi masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, laron bisa diolah menjadi aneka santapan lezat. Misalnya, sambal, botok hingga peyek. Bahkan, jika tak ingin ribet, laron yang sudah terkumpul, lalu sayapnya dihilangkan. Lantas, digoreng dengan racikan bumbu bawang dan garam. Rasa nikmat diserta bunyi kriuk saat menandaskan panganan ini.

Kuliner Khas Gunungkidul, Ekstrim Bentuknya Nancep LezatnyaPuthul Goreng: Makanan Khas seperti thiwul, gatot, Sayur lombok ijo, dan belalang telah banyak dikenal sebagai kuliner khas Gunungkidul. Namun ada yang berbeda kali ini,di Gunungkidul terdapat kuliner atau makanan yang cukup ekstrem yakni Putul Goreng. Mungkin sebagian anda ada yang sudah mengenal apa itu putul. Namun bagi yang belum, Putul adalah serangga sejenis kumbang yang banyak terdapat di dedaunan. Di awal musim penghujan ini, biasanya putul akan  muncul sore hari menjelang magrib. Bagi petani, putul ini merupakan hama tanaman. Jika sudah terkumpul, putul tersebut direbus dengan air mendidih, kemudian digoreng sebagai lauk dengan nasi hangat. Namun paling enak biasanya dibumbu bacem. Disantap dengan tiwul dan sambel bawang makin maknyusss.

Artikel terkait Kuliner Khas Gunungkidul, Ekstrim Bentuknya Nancep Lezatnya

Archives