lklan-728x90
Menu

Wisata Air Terjun Di Gunungkidul Yang Membuat Decak Kagum

Bentang alam Gunungkidul terdiri dari dataran tinggi dan bergunung-gunung, didominasi pegunungan karst atau kapur yang membentang hingga ke arah selatan Pulau Jawa, serta terbagi ke dalam tiga topografi wilayah yang ditujukan sebagai zona pengembangan daerah oleh pemerintah lokal. Zona Selatan di Gunungkidul didominasi oleh bukit kapur yang berbentuk mengerucut dengan ketinggian hingga 300 m dpl. Di zona inilah Anda dapat menjumpai beberapa pantai terkenal di Gunungkidul Jogja. Sementara pada Zona Tengah, Anda dapat menemukan air terjun yang menarik serta sejumlah objek wisata budaya. Daerah yang berada pada zona ini berada pada ketinggian antara 150 – 200 m dpl. Dan terakhir, Zona Utara yang berada pada ketinggian antara 200 – 700 m dpl. Di zona ini, Anda dapat menjumpai beberapa goa menarik yang populer di kalangan penikmat perjalanan.

Wisata Air Terjun Di Gunungkidul Yang Membuat Decak Kagum

Meskipun Kabupaten Gunungkidul di dominasi oleh perbukitan dan pegunungan kapur yang identik dengan gersang di musim kemarau, kabupaten ini mempunyai ciri khas yang unik, baik dari sejarah, budaya, pariwisata dan kuliner. Beberapa tahun lalu mungkin masih banyak orang yang memandang sebelah mata Gunungkidul sebagai tempat liburan. Atau mungkin memang belum banyak yang tahu tentang potensinya sebagai kawasan wisata yang menakjubkan. Berbeda dengan kota Jogja yang lebih mengandalkan wisata-wisata sejarah dan budaya, Gunungkidul punya daya tarik utama berupa wisata alam, terutama pantai dan air terjun. Banyak yang mengatakan, Wilayah kabupaten Gunungkidul dikenal sebagai wilayah yang susah sinyal, terpencil atau semacamnya. Tapi, dibalik itu semua, ada sejuta keindahan yang akan membuat siapapun akan sangat terpesona dengan keindahan wisata di Kabupaten Gunungkidul ini.

Potensi Wisata Gunungkidul

Sepanjang tahun 2014, potensi wisata Gunungkidul di Jogjakarta mampu menyedot kunjungan wisatawan, baik domestik dan mancanegara hingga mencapai 1,9 juta wisatawan dan memberi kontribusi yang positif terhadap Pendapatan Asli Daerah mencapai hingga Rp 15 miliar. Tempat wisata di Gunungkidul Yogyakarta memang memiliki keunikan dan daya pikat tersendiri bagi para pengunjung. Ini karena Gunungkidul memiliki beberapa landmark dan juga destinasi yang sangat indah. Selain pantai, di sana juga ada beberapa air terjun, goa dan juga keindahan alam yang sangat menarik.

Gunungkidul sendiri merupakan salah satu tempat wisata di Jogja paling menarik dan populer. Selama ini Kabupaten Gunungkidul dikenal sebagai kawasan yang tandus dan sulit air. Hal ini dikarenakan kawasannya tersusun dari batuan gamping atau karst sehingga sulit menyimpan air. Namun siapa sangka, di balik tanahnya yang kering dan tandus Gunungkidul menyimpan aneka potensi wisata yang membuat banyak orang berdecak kagum. Dibalik Gunungkidul yang wilayahnya berupa perbukitan dan didominasi batu kapur, ternyata ada beberapa air terjun yang cantik dan menarik untuk dikunjungi.

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul

Air terjun Sri Gethuk merupakan destinasi wisata yang terletak di Padukuhan Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Berdasarkan cerita yang dipercayai masyarakat, air terjun  yang dikelola oleh Pokdawis Desa Wisata Bleberan ini merupakan tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Terletak di antara ngarai Sungai Oya yang dikelilingi areal persawahan nan hijau, Air Terjun Sri Gethuk selalu mengalir tanpa mengenal musim. Gemuruhnya menjadi pemecah keheningan di bumi Gunungkidul yang terkenal kering. Eksotisme Grand Canyon di daerah utara Arizona, Amerika Serikat tentunya tak bisa disangkal lagi. Grand Canyon merupakan bentukan alam berupa jurang dan tebing terjal yang dihiasi oleh aliran Sungai Colorado. Nama Grand Canyon kemudian diplesetkan menjadi Green Canyon untuk menyebut obyek wisata di Jawa Barat yang hampir serupa, yakni aliran sungai yang membelah tebing-tebing tinggi.

Gunungkidul sebagai daerah yang sering diasumsikan sebagai wilayah kering dan tandus ternyata juga menyimpan keindahan serupa, yakni hijaunya aliran sungai yang membelah ngarai dengan air terjun indah yang tak pernah berhenti mengalir di setiap musim. Air terjun tersebut dikenal dengan nama Air Terjun Sri Gethuk. Namun jangan salah jika kita semua mengunjungi suatu tempat di Kecamatan Playen, desa Bleberan, disitu ada suatu tempat yang sangat elok, berlimpah air, hamparan sawah yang sangat subur dan tentu yang sedang naik daun dan sangat terkenal sekarnag adalah  tempat yang bernama Air Terjun Sri Getuk. Air di seputar tempat ini sangat melimpah karena memang beberapa mata air muncul dari  dalam tanah dan beberapa alirannya masuk melalui tebing yang yang sangat tinggi masuk ke  dalam Sungai Oya, sungai yang tidak pernah kering dan mengalir  sepanjang musim. Air terjun itu terpcah menjadi tiga bagian yang meluncur sangat deras, itulah indahnya Air Terjun Sri Gethuk di Kecamatan Playen Gunung Kidul.

Asal muasal nama Gethuk sebetulnya bukan makanan tradisional yang berasal dari singkong itu, tapi sebetulnya adalah Kethuk salah satu jenis perangkat gamelan jawa. Namun lidah kita lebih mudah menyebut Gethuk mengingat sebelumnya ada kata Sri, jadi hanyalah untuk memudahkan saja. Menurut beliau, pada jaman kakek-kakek buyutnya. Di seputar air terjun tersebut terdapat kerajaan lelembut yaitu semacam makhluk halus yang tentu tidak kasat mata. Pada hari dan saat saat tertentu konon di kerajaan tersebut sering spel atau latihan menabuh gamelan tersebut. Suara gamelan tersebut sangat nyaring di dengar oleh warga desa Bleberan. Nah suatu ketika ada sedikit keributan karena salah satu alat gamelannya hilang. Gamelan yang hilang itu namanya Kethuk. Maka terkenalah air terjun tersebut bernama Sri Kethuk..atau kemudian juga dan malah lebih dikenal dengan nama Sri Gethuk. Lokasi ini selanjutnya oleh pemerintah desa dikembangkan menjadi lokasi wisata dan dibuka sejak tahun 2007.

Terletak di Desa Wisata Bleberan, Air Terjun Sri Gethuk menjadi salah satu spot wisata yang sayang untuk dilewatkan. Untuk mencapai tempat ini Anda harus naik kendaraan melewati areal hutan kayu putih milik PERHUTANI dengan kondisi jalan yang bervariasi mulai dari aspal bagus hingga jalan makadam. Memasuki Dusun Menggoran, tanaman kayu putih berganti dengan ladang jati yang rapat. Sesampainya di areal pemancingan yang juga berfungsi sebagai tempat parkir, terdapat dua pilihan jalan untuk mencapai air terjun. Pilihan pertama yakni menyusuri jalan setapak dengan pemandangan sawah nan hijau berhiaskan nyiur kelapa, sedangkan pilihan kedua adalah naik melawan arus Sungai Oya.

Untuk bisa sampai di lokasi Air Terjun Sri Gethuk, Anda memiliki dua pilihan jalan. Pilihan pertama yakni menyusuri jalan setapak sekitar 500 meter dan sedikit menaiki tangga yang cukup pendek sambil menikmati pemandangan sawah nan hijau berhiaskan nyiur kelapa dengan udara yang sejuk sambil memanjakan mata Anda. Sedangkan pilihan kedua, jika Anda tidak ingin capek berjalan kaki, Anda bisa mengambil jalan air dengan menaiki perahi atau gethek yang disediakan pengelola. Gethek tersebut akan berjalan melawan arus Sungai Oya hingga tiba di lokasi Air Terjun Sri Gethuk.

Waktu terbaik untuk melakukan kunjungan ke Air Terjun Sri Gethuk adalah saat musim kemarau, sebab air sungai terlihat jernih dan indah. Jika ingin melihat pelangi, wisatawan disarankan datang selepas pukul 12 siang saat matahari sudah mulai bergeser ke arah barat. Supaya bisa menikmati keindahan Sri Gethuk secara maksimal, datanglah saat weekday dan bukan saat liburan. Selain bermain di air terjun, wisatawan yang berkunjung ke Sri Gethuk juga bisa melakukan beragam aktivitas seperti river tubing, cliff jumping, atau canyoning. Untuk menikmati keindahan alam Air Terjun Sri Gethuk wisatawan wajib membayar tiket masuk sebesar Rp 7.000 / orang. Tiket tersebut sudah termasuk tiket terusan mengunjungi Gua Rancang Kencono. Sedangkan tarif naik kapal menyusuri Sungai Oya sebesar Rp 10.000 per orang.

Air Terjun Kedung Kandang Gunungkidul

Air Terjun Kedung Kandang Gunungkidul

Air terjun kedung kandang, satu air terjun unik yang tersembunyi di gunungkidul. Air terjun ini mempunyai tingkatan sebanyak 6 tingkat. Berada di persawahan penduduk menjadikan pemandangan air terjun kedung kandang sangat alami, sejuk dan tentunya terlihat hijau. Air terjun kedung kandang memang belum dikelola secara resmi oleh pengelola wisata ataupun pemerintah. Untuk sementara ini pengelolaan wisata air terjun kedung kandang di kelola oleh desa wisata nglanggeran. Sehingga untuk fasilitas memang belum tersedia, disana hanya ada bebeapa rumah penduduk yang menyediakan tempat untuk penitipan motor dan menjua makanan ringan. Sampai gerbang masuk Air Terjun Kedung Kandang kita sudah di sambut dengan ramah tamah warga, Jika bertemu dengan warga lokal jangan sungkan untuk sekedar menyapa, karena memang warga di sekitar air terjun kedung kandang sangat ramah.

Jarak dari parkiran sampai ke air terjun kedung kandang sekitar 900 meter, dan jalan nya masih beanr-benar jalan tanah, belum di cot, ya tapi itulah sensasi menuju air terjun ini. Disana kita bisa secara langsung melihat para petani sekitar air terjun kedung kandang sedang bercocok tanam. Tebing-tebing batu vulkanik dan hamparan padi adalah ciri khas kawasan air terjun kedung kandang. Batuan di air terjun kedung kandang pun di dominasi dengan batuan vulkanik khas gunung api pirba  nglanggeran, ini karena memang letaknya tidak terlalu jauh dengan gunugn api purba. Air terjun kedung kandang sendiri sebenarnya terdpat 3 kedung dn ada sekitar 6 tingkatan air terjun. Kedung kandang adalah kedung paling bawah dan paling besar,  lau diatasnya ada kedung temanten dan kedung keris. Tetapi kami mendapat informasi dari warga sekitar bahwa ada larangan untuk mandi atau nyemplung di kedung.

Lokasi air terjun kandang berada di dusun Gunungbutak, Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk. Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Air terjun kedung kandang berada tidak jauh dari embung dan Gunung Api Purba Nglanggeran, sehingga tidak terlalu sulit untuk menemukan air terjun ini. Air terjun kedung kandang berada di titik koordinat GPS S7°51’20.2″ E110°32’06.3 . Rute dari kota jogja menuju kedung kandang adalah melewati jalan wonosari, naik menuju ke kecamatan pathuk, Sebelum SMP n 2 pathuk ambil kiri ke arah dusun bobung, setelah bertemu perempatan silahkan ambil ke arah kiri, nanti bertemu dengan warung mie ayam mbak nining masuk ke kiri. Nanti ketemu lapangan volly, sepeda motor bisa dititipkan disana. Untuk masuk ke Air Terjun Kedung Kandang belum ada retribusi untuk masuk. Air terjun kedung kandang Kedung Kandang hanya di kelola  karang taruna setempat yang bekerja sama dengan desa wisata nglanggeran. disana terdapat  kotak sukarela untuk membayar biaya keamanan  parkir.

Air terjun Kedung Kandang adalah air terjun musiman yang ada ketika musim hujan aja. Jadi kami rekomendasikan datang ke air terjun ini ketika  musim hujan tiba atau perpindahan dari  musim penghujan ke musim kemarau. karena Saat musim kemarau, air terjun Kedung Kandang  benar-benar mengering, dan tidak ada air yang mengalir sama sekali. Keunikan dari Air terjun kedung kandang sehingga sangat di buru wisatawan ini adalah air terjun yang bertingkat-tingkat ketinggiannya kurang lebih mencapai 25meter, jenis air terjun seperti air terjun kedung kandang ini memang sangat jarang di jumpai bahkan untuk di kawasan kota Yogyakarta baru ada disini saja. Bagi anda penggemar traveller jangan sampai terlewatkan wisata alam ini di jadwal perjalananmu.

Air Terjun Watu Layah Playen Gunungkidul

Air Terjun Watu Layah Playen Gunungkidul

Watu Layah sebenarnya merupakan bagian dari air terjun tingkat 4 yang sebelumnya telah dikenal dengan nama Air Terjun Sawangan. Watu Layah sendiri merupakan nama air terjun di tingkat pertama. Dinamakan Watu Layah karena pada lokasi ini, ada batu yang bentuknya mirip layah (tempat menghaluskan bumbu daput atau membuat sambal bagi orang Jawa). Di tempat lain, layah juga disebut cowek atau cobek. Mungkin anda akan kesulitan mencari lokasi Air Terjun Watu Layah karena memang nama ini belum sepopuler nama Sawangan. Jadi, jika anda penasaran dan ingin mencari lokasi air terjun Watu Layah ini, sebaiknya menanyakan dengan sebutan Air Terjun Sawangan, umumnya penduduk sekitar sudah mengetahui nama ini dibanding Air Terjun Watu Layah.

Alasan utama mengunjungi curug ini tentunya karena relatif masih baru dan belum banyak terjamah tangan-tangan jahil. Keasrian dan keaslian obyek wisata ini sangat cocok bagi anda yang suka dengan hal-hal baru dan tidak mainstream. Terlebih lokasinya juga berada di satu jalur ke arah Air Terjun Sri Gethuk sehingga dapat menambah khasanah obyek wisata yang dapat sobat kunjungi. Selain itu, dengan mengunjungi obyek wisata curug Watu Layah ini, berarti anda juga telah mendukung optimisme dan antusiasme warga setempat untuk menguak serta memberdayakan potensi desanya.

Pemandangan yang asri dan tempat yang masih sangat alami lantaran terletak di tengah hutan menjadi unggulan dari Air Terjun Watu Layah. Keistimewaan lainnya adalah terdapatnya 3 air terjun yang sama-sama indah dimana ada 1 air terjun yang menjadi pusat , dan di hiasi kolam-kolam kecil yang memiliki air yang sangat jernih. Debit air yang tinggi membuat percikan air yang jatuh sangat mempesona para pengunjung. Ditambah lagi dengan pepohonan yang alami tumbuh di lingkungan air terjun menjadikannya semakin menyajikan sensasi yang sangat berbeda.

Alasan utama mengunjungi curug ini tentunya karena relatif masih baru dan belum banyak terjamah tangan-tangan jahil. Keasrian dan keaslian obyek wisata ini sangat cocok bagi sobat yang suka dengan hal-hal baru dan tidak mainstream. Terlebih lokasinya juga berada di satu jalur ke arah Air Terjun Sri Gethuk sehingga dapat menambah khasanah obyek wisata yang dapat sobat kunjungi. Selain itu, dengan mengunjungi obyek wisata Air Terjun Watu Layah ini, berarti sobat juga telah mendukung optimisme dan antusiasme warga setempat untuk menguak serta memberdayakan potensi desanya.

 

 

Artikel terkait Wisata Air Terjun Di Gunungkidul Yang Membuat Decak Kagum