lklan-728x90
Menu

Tragis, Balap Liar Lamborghini Berujung Maut

02/12/2015 | Berita & Peristiwa

Sebuah mobil Lamborghini bernomor polisi B 2258 beradu kecepatan dengan mobil Ferrari pada Minggu 29 November pagi sekitar 05.20 WIB. Namun balap liar itu berakhir tragis karena menabrak rombong atau gerobak dagang Susu Telor Madu Jahe (STMJ) dan pohon hingga penjualnya mengalami patah tulang. Satu pembelinya meninggal dan beberapa pembeli lainnya patah tulang pada bagian kakinya.

Kecelakaan Lamborghini

Penjual susu yang bernama Mujianto umur 44 tahun terlempar dari gerobak dagangnya, dan patah tulang di bagian kaki kanan. Sementara Kuswarijono yang sedang membeli susu tewas di tempat. Istrinya, yang bernama Srikanti (41 tahun) retak tulang di bagian kaki kanan.

Setelah menabrak, pengemudi Lamborghini yang bernama Wiyang Lautner langsung keluar dan mencoba memberi pertolongan. Wiyang juga terluka ringan. Namun, pengemudi Ferrari tidak berhenti dan meninggalkan lokasi.

Mobil sport buatan Italia jenis Lamborghini itu kini teronggok di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur. Kepada polisi, pengemudi mengaku hanya memacu kendaraan dengan kecepatan 70-80 km/jam.

Dalam Peraturan Menteri Nomor 111 itu telah diatur batas kecepatan kendaraan di mana untuk jalan tol kendaraan harus melaju dengan kecepatan minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam. Sementara untuk jalan antarprovinsi batas kecepatan 80 km/jam, jalan kawasan perkotaan 50 km/jam dan kawasan permukiman maksimal 30 km/jam‎.

Ada 11 titik jalur yang ditandai petugas kepolisian. Titik-titik tersebut adalah petunjuk sebelum supercar hitam tersebut terlibat kecelakaan yang menewaskan 1 warga dan melukai 2 orang. Pihak Asuransi Jasa Raharja memberikan santunan senilai Rp 25 juta kepada ahli waris korban meninggal kecelakaan mobil sport Lamborghini di Surabaya, Jawa Timur.

Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Timur, Edi Supradi, menambahkan pihaknya juga akan menanggung biaya perawatan di rumah sakit kepada 2 korban luka akibat kecelakaan Lamborghini. Keduanya adalah Mujianto selaku pemilik warung susu dan Srikanti, istri korban Kuswarijono.

Artikel terkait Tragis, Balap Liar Lamborghini Berujung Maut