lklan-728x90
Menu

Tradisi Megengan Sambut Ramadan Oleh Warga Gunungkidul

18/07/2015 | Seni Budaya

Tradisi Megengan Sambut Ramadan Oleh Warga Gunungkidul

Tradisi Megengan Sambut Ramadan Oleh Warga Gunungkidul – Bulan Ramadhan adalah tamu yang dinanti-nantikan kehadirannya oleh seluruh kaum muslimin, dari semua golongan dan status sosial masyarakat. Dalam agama Islam, memang bulan suci ini sangat dinantikan kedatangannya seperti ungkapan “Marhaban yaa Ramadhan, Marhaban yaa Syahra Shiyam, Marhaban yaa Syahralquran, Marhaban yaa Sayyidassyuhur”, dan berbagai ucapan lainnya yang mengekspresikan penghormatan dan kegembiraan.

Segala macam persiapan, kebiasaan, tradisi, adat, dan tata upacara dilakukan segenap lapisan masyarakat, terlepas dari benar tidaknya kebiasaan tersebut menurut syariat Islam. Namun, tampaknya masyarakat (awam) sudah menganggapnya sebagai hal lumrah, lazim dan biasa, yang terjadi berulang kali setiap tahun, khususnya menjelang masuk bulan puasa.

Hal ini agaknya bisa dimaklumi, sebab secara historis, masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia diwarnai oleh akulturasi berbagai macam budaya dan agama-agama yang sudah ada di Nusantara sebelum masuknya Islam pada abad ke-13. Dengan fakta dan kondisi seperti ini, mau tak mau, langsung atau tak langsung “tradisi keberislaman” masyarakat Indonesia sangat kental diwarnai oleh budaya di mana Islam itu disebarkan. Semua itu tak bisa dipisahkan dari perkembangan sejarah dan budaya masyarakat sejak masuknya berbagai agama di Indonesia.

Di beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah bagian Selatan Juga di Gunungkidul Yogyakarta dikenal luas tradisi megengan, yaitu kendurian dengan memotong ayam atau kambing sehari sebelum masuk bulan Ramadhan dengan tujuan bersyukur kepada Allah SWT dan sedekah kepada kaum fakir miskin.

Artikel terkait Tradisi Megengan Sambut Ramadan Oleh Warga Gunungkidul