lklan-728x90
Menu

Tradisi Madilakiran Dan Cerita Ki Ageng Wonokusumo

23/07/2016 | Seni Budaya

Kali ini gedangsari.com akan mengisahkan cerita yang masih terkait dengan pelarian Majapahit. Yakni dengan adanya petilasan berupa makam tokoh penting pada sejarah Gunungkidul yang selalu menjadi tujuan masyarakat dari berbagai darah untuk ddatang berziara, sebagian besar tiddak lepas dari cerita pelarian Majapahit.

Pada tempat- tempat seperti masyarakat lokal sekitar makam tokoh cikal bakal wilayah, keturunan kerajaan, pemimpin wilayah, atau pemuka keyakinan, merupakan tempat yang baik untuk berdoa dan berziarah karena dipercaya membawa berkah dan doanya mudah untuk dikabulkan.

Bertaburnya makam dan petilasan tokoh penting di wilayah Gunungkidul secara turun-temurun melahirkan tradisi di dalam masyarakat sekitarnya dengan tujuan untuk memberikan penghormatan kepada sang tokoh dan sebagai pengingatan akan keberadaannya. Caranya dengan menggelar ritual kenduri, doa bersama, sedhekahan, dan sejenisnya.

Tradisi Madilakiran Dan Cerita Ki Ageng Wonokusumo

Tradisi Madilakiran Di Gunungkidul

Seperti halnya apa yang selama ini dilakukan oleh masyarakat sekitar Padukuhan Wonotoro, Desa Jatiayu, Kecamatan Karangmojo, terhadap Makam Ki Ageng Wonokusumo I atau sering disebut dengan K.A. Wonokusumo. Makam tokoh ini begitu disakralkan dan dianggap memiliki kekuatan magis-religius sehingga masyarakat dari luar DIY bahkan luar Pulau Jawa pun datang untuk berziarah atau menggugurkan nadhar setelah permohonannya tercapai.

Kegiatan ini biasanya dilakukan bersamaan dengan peringatan meninggalnya K.A. Wonokusumo yaitu setiap Bulan Jumadil Akhir (pada hari Senin atau Kamis antara tanggal 20-25 Bulan Maret Tahun Masehi).Peringatannya berupa upacara, yaitu sebuah prosesi tradisi yang dinamakan Madilakhiran.

Silsilah Ki Ageng Wonokusumo

Ki Ageng Wanakusuma adalah salah satu tokoh keturunan trah Giring dan Tembayat. Dia adalah putra dari Ki Ageng Giring IV. Jadi, ia adalah cucu Ki Ageng Giring III (yang berebut wahyu dengan Ki Ageng Pemanahan). Demikian menurut silsilah yang tercantum di kompleks makam ini. Bila ditarik garis ke atas lagi, maka Ki Ageng Wanakusuma adalah cucu canggah dari Ki Ageng Pandanarang (Sunan Pandanarang). Ki Ageng Wanakusuma ini kelak menurunkan Ki Ageng Wanakusuma II yang kemudian berputra Pangeran Kajoran atau Panembahan Rama. Dari Panembahan Rama ini kelak lahir Kanjeng Ratu Pelabuhan yang menjadi istri dari Sunan Amangkurat Agung.

Makam Ki Ageng Wanakusuma terletak pada sebuah bukit kecil di wilayah Wonontoro, Jatiayu, Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta. Kompleks makam/cungkup berada di bawah pohon sawo kecik, dan beringin raksasa Cungkup makam Ki Ageng Wanakusuma berpagar tembok dengan pintu besi yang selalu digembok.

Urutan Silsilah Ki Ageng Wonokusumo

Nabi Muhammad SAW

  • Fatimah Az-Zahra
  • Al-Husain putera Ali bin Abu Tholib dan Fatimah Az-Zahra binti Muhammad
  • Al-Imam Sayyidina Hussain
  • Sayyidina ‘Ali Zainal ‘Abidin bin
  • Sayyidina Muhammad Al Baqir bin
  • Sayyidina Ja’far As-Sodiq bin
  • Sayyid Al-Imam Ali Uradhi bin
  • Sayyid Muhammad An-Naqib bin
  • Sayyid ‘Isa Naqib Ar-Rumi bin
  • Ahmad al-Muhajir bin
  • Sayyid Al-Imam ‘Ubaidillah bin
  • Sayyid Alawi Awwal bin
  • Sayyid Muhammad Sohibus Saumi’ah bin
  • Sayyid Alawi Ats-Tsani bin
  • Sayyid Ali Kholi’ Qosim bin
  • Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut)
  • Sayyid Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin
  • Sayyid Amir ‘Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad, India) bin
  • Sayyid Abdullah Al-’Azhomatu Khan bin
  • Sayyid Ahmad Shah Jalal @ Ahmad Jalaludin Al-Khan bin
  • Sayyid Syaikh Jumadil Qubro @ Jamaluddin Akbar Al-Khan bin
  • Sayyid Maulana Malik Ibrahim Asmoroqandi / Syech Syamsutamres / Aryo Pandoyo bin
  • Adipati Andayaningrat / Syarief Muhammad Kebungsuan II / Ki Ageng Wuking I / Ki Ageng Penging Sepuh
  • Kyai Ageng Giring I
  • Kyai Ageng Giring II + Putri Sunan Tembayat
  • Kyai Ageng Giring III
  • Kyai Ageng Giring IV
  • Kyai Ageng Wonokusumo I ( Pengulu Serang )
  • Kyai Ageng Wonokusumo II
jasa buat blog

Artikel terkait Tradisi Madilakiran Dan Cerita Ki Ageng Wonokusumo

loading...