lklan-728x90
Menu

Sendang Beji Panggang Mitos Pemandian Bidadari

Sendang (mata air) Beji merupakan salah satu tempat sakral yang sering dikunjungi. Saat ini pendatang tak hanya dari pulau Jawa saja, melainkan juga dari luar pulau mendatangi tempat ini. Awal ceritanya, sendang tersebut diyakini dapat membuat perempuan awet muda dan cantik dengan cara membasuh muka atau mandi dengan air sendang.

Sebuah sumber air yang mengalir jernih melewati pinggir jalan ketika dalam perjalanan ke puncak paralayang membuat rasa penasaran untuk mencari dari mana sumber air tersebut, apakah ada air terjun atau sejenisnya? Setelah tanya warga, ternyata bukan merupakan air terjun melainkan sebuah sendang. Sendang Beji namanya, sebuah mata air di bawah pegunungan landasan take off paralayang Pantai Depok.

Sendang Beji Panggang Mitos Pemandian Bidadari

Rute Menuju Sendang Beji

Sendang Beji terletak di Dusun Girijati, Parangrejo, Panggang, Gunung Kidul. Tempat ini dapat dicapai melalui jalan aspal yang menghubungkan Parangtritis-Panggang. Lokasi ini akan mudah dicapai dengan mengikuti jalan aspal di sebelah timur parkiran bus pariwisata Pantai Parangtritis. Setelah sampai di pertigaan jalan aspal pengunjung dapat mengikuti arah ke timur atau kanan arah ke Gua Langse. Setelah sampai di pertigaan kampung yang mengarah ke Candi Gembirawati dan Gua Langse, pengunjung dapat mengikuti jalan ke arah Candi Gembirawati.

Jika pengunjung berkendaraan, maka kendaraan harus dititipkan ke rumah penduduk setempat, sebab jalan menuju lokasi Sendang Beji adalah jalan setapak dengan menembus tegalan, sawah, dan kebun. Rumah terdekat dari lokasi Sendang Beji untuk penitipan kendaraan berada di sisi selatan Candi Gembirawati.

Mitos Pemandian Bidadari Di Sendang Beji

Tugiran adalah tokoh warga yang dipercaya menjaga sendang. Ia merupakan penerus dari Mbah Arjo juru kunci sebelumnya yang telah meninggal dunia, yang tak lain adalah ayahnya sendiri. Sesuai cerita turun temurun, sendang beji merupakan tempat favorit istri Joko Tarub. Seorang bidadari ayu dari kayangan yang turun ke bumi untuk mandi di sendang ini, yang tak lain adalah Dewi Nawangwulan.

Sejak mitos tersebut berkembang, banyak pengunjung ingin memiliki wajah awet muda serta ayu alami seperti Dewi Nawangwulan, terutama kaum hawanya. Hingga saat ini, tidak hanya seputar hal itu saja. Banyak yang datang melakukan ritual serta mandi dengan berbagai maksud, entah permasalahan keluarga, usaha, penyakit dan masih banyak lagi.

Selepas mandi, pengunjung biasanya melakukan meditasi, atau berdiam diri sembari berdoa. Udara sejuk memang membuat betah pengunjung berlama-lama, ditambah suara gemercik air jernih yang keluar mengalir dari sumbernya, membuat suasana sendang yang berada di lereng pegunungan baon/ Hutan Beji ini bernuansa tenang.

Kunjungan setiap hari hampir selalu ada. Paling ramai pada malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Pada malam tersebut, pengunjung mencapai puluhan, dan sesekali mencapai seratusan. “untuk tiap tahun kunjungan paling ramai pada malam 1 Sura. Silih berganti datang, sejak pagi hingga tengah malam. Jumlah pengunjung bisa mencapai limaratusan.

Untuk sampai di mata air ini pengunjung harus melewati jalan setapak. Memasuki sendang, pengunjung akan disambut dengan pelataran batu dan lebatnya pohon tua yang diselimuti kain putih. Sebuah arca Ganesha berlumut dan berbalut kain masih terlihat kokoh di atas sendang.

Bagi yang percaya, membawa pulang air sendang untuk diminum juga baik bagi kesehatan; bahkan dapat menyembuhkan penyakit. Meski musim kemarau panjang, debit air sendang tidak mengalami penyusutan yang drastis. Tidak jauh di bawah sumber air, petani memanfaatkannya untuk mengairi sawah dan tegalan.

Artikel terkait Sendang Beji Panggang Mitos Pemandian Bidadari