lklan-728x90
Menu

Semburan Mirip Lumpur Lapindo Hantui Sulawesi Utara

04/01/2016 | Berita & Peristiwa

Semburan mirip lumpur Lapindo di Sidoarjo tengah melanda Sulawesi Utara. Semburan lumpur panas yang awalnya ada di lokasi pengeboran PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong, di kelurahan Tondangow, Kecamatan Tomohon Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, kini terus meluas hingga ke Desa Leilem Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa.

Semburan Lumpur di Sulut

Sesuai hasil penelitian, semburan lumpur panas tersebut tidak berbahaya atau tidak mengandung racun. Akan tetapi, Penjabat Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono, yang meninjau lokasi tersebut, mengingatkan warga agar tetap waspada dan jangan mendekati kawasan semburan.

Kekhawatiran dan Kerugian Warga Desa Leilem

Semburan lumpur ini membuat khawatir warga. Sebab lokasi semburan lumpur panas itu dekat dengan sungai yang melewati desa Leilem. Akibatnya sungai dan sejumlah sumur air  bersih warga yang ada di desa Leilem II sejak Minggu 3 Januari 2016 pagi, sudah berubah menjadi kecokelatan.

Warga Leilem pun mulai merasa dirugikan karena sungai yang biasa digunakan warga untuk mengairi perternakan babi, kini sudah tidak dapat digunakan lagi. Perternak takut mengunakan air sungai itu, untuk membersihkan  kandang, apalagi sebagai air minum ternak babi.

Warga Desa Leilem berharap pihak terkait segera menyelesaikan masalah ini. Mereka juga meminta Pemkab Minahasa melihat langsung kondisi daerah itu. Mereka juga meminta PGE segera mengatasi masalah semburan lumpur ini dan melakukan penelitian terhadap sungai serta sumur warga di Desa Leilem karena khawatir tercemar zat berbahaya.

Sekretaris Kota Tomohon Arnold Poli pada Senin (4/1), mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk memantau masalah ini, dan memantau aktivitas masyarakat agar tidak samoai mendekati titik-titik semburan lumpur. Sedikitnya ada 5 titik semburan lumpur panas dan api yang terjadi di cluster 24 PGE Lahendong.

Artikel terkait Semburan Mirip Lumpur Lapindo Hantui Sulawesi Utara