lklan-728x90
Menu

Rahasia Suksesnya Budidaya Tanaman Salak Di Sleman Yogyakarta

Kabupaten Sleman adalah sebuah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Ibukota kabupaten ini adalah Sleman. Sleman dikenal sebagai asal buah salak pondoh. Berbagai perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta sebenarnya secara administratif terletak di wilayah kabupaten ini, di antaranya Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di utara dan timur, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Bantul, dan Kota Yogyakarta di selatan, serta Kabupaten Kulon Progo di barat.

rahasia-suksesnya-budidaya-tanaman-salak-di-sleman-yogyakarta

Pusat pemerintahan di Kecamatan Sleman, yang berada di jalur utama antara Yogyakarta – Semarang. Bagian utara kabupaten ini merupakan pegunungan, dengan puncaknya Gunung Merapi di perbatasan dengan Jawa Tengah, salah satu gunung berapi aktif yang paling berbahaya di Pulau Jawa. Sedangkan di bagian selatan merupakan dataran rendah yang subur. Di antara sungai-sungai besar yang melintasi kabupaten ini adalah Kali Progo (membatasi kabupaten Sleman dengan Kabupaten Kulon Progo), kali Code, kali Kuning, kali Opak dan Kali Tapus. Dengan Pendapatan Asli Daerah Rp. 52.978.731.000,- (2005) Kabupaten Sleman merupakan kabupaten terkaya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kondisi Tanah Di Kabupaten Sleman

Wilayah Kabupaten Sleman termasuk beriklim tropis basah dengan musim hujan antara bulan Nopember – April dan musim kemarau antara bulan Mei – Oktober. Pada tahun 2000 banyaknya hari hujan 25 hari terjadi pada bulan maret, namun demikian rata-rata banyaknya curah hujan terdapat pada bulan februari sebesar 16,2 mm dengan banyak hari hujan 20 hari. Adapun kelembaban nisbi udara pada tahun 2000 terendah pada bulan agustus sebesar 74 % dan tertinggi pada bulan maret dan nopember masing-masing sebesar 87 %, sedangkan suhu udara terendah sebesar 26,1 derajad celcius pada bulan januari dan nopember dan suhu udara yang tertinggi 27,4 derajad celcius pada bulan september. Tanah Hampir setengah dari luas wilayah merupakan tanah pertanian yang subur dengan didukung irigasi teknis dibagian barat dan selatan. Keadaan jenis tanahnya dibedakan atas sawah, tegal, pekarangan, hutan, dan lain-lain. Perkembangan penggunaan tanah selama 5 tahun terakhir menunjukkan jenis tanah Sawah turun rata-rata per tahun sebesar 0,96 %, Tegalan naik 0,82 %, Pekarangan naik 0,31 %, dan lain-lain turun 1,57 %.

Kabupaten Sleman keadaan tanahnya dibagian selatan relatif datar kecuali daerah perbukitan dibagian tenggara Kecamatan Prambanan dan sebagian di Kecamatan Gamping. Makin ke utara relatif miring dan dibagian utara sekitar Lereng Merapi relatif terjal serta terdapat sekitar 100 sumber mata air. Hampir setengah dari luas wilayah merupakan tanah pertanian yang subur dengan didukung irigasi teknis di bagian barat dan selatan. Topografi dapat dibedakan atas dasar ketinggian tempat dan kemiringan lahan (lereng). Ketinggian wilayah Kabupaten Sleman berkisar antara < 100 sd >1000 m dari permukaan laut. Ketinggian tanahnya dapat dibagi menjadi tiga kelas yaitu ketinggian < 100 m, 100 – 499 m, 500 – 999 m dan > 1000 m dari permukaan laut. Ketinggian < 100 m dari permukaan laut seluas 6.203 ha atau 10,79 % dari luas wilayah terdapat di Kecamatan Moyudan, Minggir, Godean, Prambanan, Gamping dan Berbah. Di Sleman juga terdapat tempat pariwisata yang menarik.

perkebunan-salak-di-kabupaten-sleman

Perkebunan Salak Di Kabupaten Sleman

Turi merupakan nama sebuah kecamatan di daerah lereng merapi disebelah selatan, Agrowisata turi sendiri berada di dusun Gadung, desa Kebun Kerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta kurang lebih 25 km dari pusat kota Yogyakarta. Rute yang dilewati pun cukup mudah bisa lewat jalan magelang ataupun melewati Jl. Palagan yakni dari Tugu Yogyakarta keutara melewati Monumen Jogja kembali masih keutara hingga pertigaan kalau kekanan kearah pakem dan ke arah wisata Kaliurang kita ambil jalan lurusnya ikuti jalan utama tersebut maka kita akan sampai ditempat tersebut. Agrowisata Turi ini secara resmi dibuka sejak 1994. Yang menjadi andalan dari Agrowisata di tempat ini adalah kebun Salak Pondohnya, Tempat ini berada di ketinggian 200 meter diatas permukaan laut, dengan kondisi ekosistem yang terjaga dengan baik para pengunjung dapat menyaksikan tanaman pohon salak yang mirip dengan pohon kelapa sawit.

Di salak pondoh, turi, agrowisataTempat ini karena areanya sangat luas kurang lebih 27 ha maka para pengunjung akan di temani oleh seorang pemandu yang akan membantu pengunjung berkeliling kebun salak. Di tempat ini pengunjung dapat melihat berbagai jenis tanaman salak yakni sekitar 17 jenis yang antara lain Salak pondoh super, Salak pondoh kuning, salak pondoh hitam, salak bali, salak tanonjaya, salak semeru, salak gading dan lain sebagainya. Dan yang menyenangkan ditempat ini kita bisa mendapatkan buah salak langsung dari pohonnya sekaligus cara pembudidayaan pohon salak tersebut. Selain tanaman salak pondok di tempat ini juga dibudidayakan tanaman obat, disini dapat dijumpai temulawak, jahe, kencur dan lain sebagainya. Tanaman tanaman tersebut dapat difungsikan sebagai tanaman apotik hidup.

Kawasan Agrowisata ini sendiri terbentuk tidak terlepas dari seorang profesor salak pondoh, turi, agrowisatakedokteran gigi bernama Sudibyo. Beliau ini mendapat pengalaman dalam hal pengembangan budidaya salak pondoh dari orang tuanya sejak beliau berada di bangku SMP yakni sekitar tahun 1958. Berkat pengalaman inilah beliau mampu menemukan cara budidaya salak pondoh dimana beliau menemukan cara bagaimana memindahkan tanaman salak tanpa membuatnya mati. Dengan kerja keras beliau mulai memotivasi masyarakat sekitar untuk  membudidayakan tanaman salak pondoh tersebut. Yang akhirnya para warga masyarakat mulai tertarik dan memahami cara cara membudiyakan salak pondoh tersebut maka Bp. Sudibyo ini kemudian membuat suatu kawasan yang kemudian kita kenal dengan Agrowisata Turi ini. Untuk mengunjungi Agrowisata dengan menjelajahi kebun salak anda dikenai biaya Rp. 2.000,- sedangkan jika ingin sekaligus memetik salak podok dikenai biaya Rp. 8.000,-.

Jenis Salak Yang Dikembangkan Di Sleman

Salak Pondoh

Tanaman salak pondoh termasuk dalam kelompok tanaman Palmae yang tumbuh berumpun dan umumnya tumbuh berkelompok. Banyak varietas salak yang bisa tumbuh di Indonesia. Ada yang masih muda sudah terasa manis, Varietas unggul yang telah dilepas oleh pemerintah untuk dikembangkan ialah: salak pondoh, swaru, nglumut, enrekang, gula batu (Bali), dan lain-lain. Sebenarnya jenis salak yang ada di Indonesia ada 3 perbedaan yang menyolok, yakni: salak Jawa Salacca zalacca (Gaertner) Voss yang berbiji 2-3 butir, salak Bali Slacca amboinensis (Becc) Mogea yang berbiji 1- 2 butir, dan salak Padang Sidempuan Salacca sumatrana (Becc) yang berdaging merah. Jenis salak itu mempunyai nilai komersial yang tinggi.

Tanaman salak termasuk suku pinang-pinangan, ordo Spadiceflorae, famili Palmaceae dengan beberapa spesies Salacca conferta, Salacca adulis, Salacca affinis, Salacca globoscans, dan Salacca wulliciana (Sudibyo, 1974). Menurut Suter (1988), panjang buah salak berkisar antara 4,46-6,13 cm, diameter 4,28-5,67 cm, dan berat buah berkisar antara 34,79-83,47 g. Variasi panjang, diameter, dan berat buah salak dipengaruhi oleh kultivar serta letak buah salak pada tandannya.

Tanaman salak pondoh merupakan tanaman berumah dua, sehingga dapat diketemukan tanaman jantan dan tanaman betina. Bunga jantan tersusun seperti genteng, bertangkai dan berwarna coklat kemerah-merahan. Sedangkan bunga betina tersusun dari 1-3 bulir, bertangkai panjang dan mekar sekitar 1-3 hari. Perakaran salak pondoh terdiri dari akar serabut, yang sebagian besar berada di dalam tanah dan sebagian lagi muncul dipermukaan tanah. Perkembangan akar salak pondoh dipengaruhi oleh cara pengolahan tanah, pemupukan, tekstur tanah, sifat fisik dan kimia tanah, air tanah, lapisan bawah tanah, dan lain-lain. Sedangkan batang salak pondoh termasuk pendek dan hampir tidak kelihatan secara jelas, karena selain ruas-ruasnya padat juga tertutup oleh pelepah daun yang tumbuhnya memanjang.

Karakteristik Salak Pondoh

Berdasarkan tampakan fisik, pohon salak Pondoh berakar serabut, silindris, diameter antara 6-8 mm. Penetrasi pohon salak pondoh bersifat dangkal sampai sedang, akar-akar baru tumbuh dari batang tepat pada tajuk daun, menjulur masuk kedalam tanah. Salak pondoh memiliki daun majemuk, menyirit genap, beranak daun gasal, pada bagian ujung, 2-3 helai anak daun menyatu, duduk dan tersebar berjejal diujung batang, tangkai daun silindris. Bunganya berbentuk tongkol majemuk yang muncul dari ketiak daun, bertangkai, dan mula-mula terbungkus seludang (penutup). Penyerbukan terjadi secara entomofili dan antro mofili.

Kriteria buah yang sudah siap dipanan dapat ditentukan melalui umur buah atau dengan memperhatikan penampakan buah. Umur panan buah salak pondoh adalah sekitar 5,5-6 bulan, sedangkan bila melihat dari penampakan buahnya, salak pondoh yang siap dipanen memiliki warna kulit buah bersih dan mengilap, bila dipegang terasa empuk dan kulitnya tidak keras serta beraroma khas. Buah salak terdiri dari tiga bagian, yaitu kulit buah, daging buah yang diselubungi selaput tipis dan biji. Setiap buah salak pondoh memiliki satu biji, berwarna coklat kehitam-hitaman, keras, dan pada biji terdapat sisi cembung dan sisi datar. Buah salak pondoh muda rasanya manis dan ggurih, sedangkan buah salak pondoh tua rasanya manis, gurih, dan masir. Ketebalan daging buahnya antara 0,8 cm sampai 1,5 cm, dan warna daging buahnya putih kapur.

Salak Madu

Banyak orang menanyakan apa bedanya salak madu dengan salak pondoh, salak super, atau salak gading. Berikut cirri-ciri spesifik salak madu jika dibanding dengan salak lainnya. Salak madu memiliki Kulit yang berwarna coklat terang. Susunan sisiknya sangat rapi dan teratur. Daging buahnya sangat empuk sehingga tidak sulit untuk mengupasnya tinggal di tekan saja dengan kedua tangan. Rasanya sangat manis seperti madu dan tidak ada rasa kecutnya. Kandungan air daging buahnya sangat lebih banyak jika dibandingkan dengan salak lainnya sehingga ketika dimakan terasa berarir dan tidak kering. Buah salak madu mudah terputus dari tangkainya sehingga jika ada yang jual salak madu yang masih bertangkai bias di pastikan itu bukan salak madu. Selain itu, buah salak madu mempunyai bentuk yang besar-besar dan hampir bulat.

Cara Budidaya Tanaman Buah Salak

Membudidayakan salak yang pertama adalah pembibitan. Dalam usaha pembibitan salak perlu diperhatikan sifat-sifat genetiknya. Secara alami dapat diketahui adanya tanaman salak yang selalu berbunga jantan. Tanaman jenis ini tidak mampu menghasilkan buah, akan tetapi tanaman salak jantan ini tetap diperlukan untuk proses pembuahan. Salak betina yang dibuahi tanpa menggunakan bunga dari salak jantan menghasilkan buah salak pondoh yang kurang maksimal.

Untuk mendapatkan bibit salak yang dapat berproduksi dilakukan secara generatif (biji salak) dan vegetatif (tunas anakan). Mengembangbiakan salak dengan biji nampaknya jauh lebih mudah dan lebih murah, apalagi untuk keperluan dalam jumlah banyak. Disamping itu, akan diperoleh kondisi tanaman yang lebih kuat. Kelemahan dari sistim pembibitan generatif adalah, waktu berbuahnya lebih lama, tidak selalu mempunyai sifat-sifat genetis dan unggul yang sama dengan pohon induknya dan tidak dapat dipastikan apakah bibit tersebut akan menjadi tanaman betina atau justru menjadi tanaman jantan.

Bibit vegetatif dapat diperoleh dengan memisahkan anakan baik secara langsung maupun memisahkan anakan secara buatan (cangkok). Bibit ini mempunyai beberapa keuntungan antara lain, hasil tanaman yang diperoleh sifatnya pasti sama dengan pohon induknya, dapat dipastikan terlebih dahulu kelamin tanaman dimaksud (jantan/betina), cepat berbunga dan berbuah serta hasilnya lebih seragam (relatif sama dengan pohon induknya). Tanaman salak yang akan dijadikan sebagai induk perbanyakan vegetatif, sebaiknya memiliki kriteria sebagai berikut :

  • Pohon induk harus berumur lebih dari satu tahun
  • Tumbuhnya rimbun dan tidak ada tanda-tanda daunnya menguning
  • Bebas hama dan penyakit
  • Berbuah lebat dan berkualitas baik
  • Tunas anakan yang akan dicangkok sudah cukup umur dan mempunyai pelepah 4 – 5 helai.

Dalam perhitungan kelayakan usaha tani salak ini diasumsikan untuk pembibitan pertama kali (tahun 0) adalah dengan membeli bibit yang sudah siap untuk ditanam termasuk bibit pejantannya. Sedangkan untuk bibit salak tahun-tahun berikutnya dilakukan dengan pencakokan, sehingga dalam perhitungan analisa kelayakan akan terlihat biaya tenaga kerja untuk mencangkok (khusus untuk salak Pondoh).

Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman Salak

Sebelum melakukan penanaman, tahap pertama yang harus dilakukan adalah pengolahan tanah yang tujuannya adalah menggemburkan tanah agar menjadi pertumbuhan tanaman yang baik, sekaligus untuk membersihkan tumbuhan pengganggu (gulma). Pekerjaan mengolah tanah ini diawali dengan pencangkulan sedalam ± 30 cm, dan dilakukan 3 – 4 minggu sebelum tanam. Lakukan penggalian dengan benar. Dengan ukuran tiap lubang ialah sepanjang 60 cm, lebar 60 cm dan dalamnya juga 60 cm. Pada tanah-tanah cangkulan tersebut diberikan pupuk kandang sebanyak 5 – 7 kg/lubang tanam. Sedangkan jarak tanam biasanya 2 x 2 meter atau 2,5 x 2,5 meter.

untuk penggalian tidak langsung, untuk daerah yang baru pertama kali hendak ditanami salak, sebaiknya dibuatkan dahulu bedengan. Ukuran bedengan adalah lebar 200 – 250 cm, tinggi ± 30 cm, dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lapangan. Jarak antar bedengan sekitar 60 – 80 cm. Bersamaan dengan pembuatan bedengan, pupuk kandang dimasukkan ke dalam tanah. Kebutuhan pupuk kandang sekitar 20 – 30 ton/ha. Setelah diberi pupuk kandang dibiarkan selama 2 minggu. Untuk selanjutnya, barulah dibuatkan lubang tanam berukuran panjang 30 cm, lebar 30 cm dan dalamnya juga 30 cm. Jarak tanam berkisar antara 2 x 2 meter atau 2,5 x 2,5 meter.

Untuk langkah awal karena tanaman salak tidak dapat terkena langsung sinar matahari, maka biasanya dibuatkan tanaman pelindung yang dapat dilakukan satu tahun sebelum tanaman salak ditanam. Untuk jenis tanaman pelindung ini dapat berbentuk seperti, lamtoro, dadap, turi atau tanaman pelindung lainnya. Setelah itu sediakan kolam air. Fungsi klolam air ini adalah untuk penyediaan air irigasi kebun salak pada musim-musim kemarau. Ukuran kolam disesuaikan dengan luas tanah dan umumnya bilamana mungkin diletakkan lokasi kolamnya di tengah-tengah kebun salak dengan maksud agar dalam musim-musim kemarau kolam ini dapat ikut serta menciptakan iklim mikro dan kelembaban lingkungan dan tanah yang optimal bagi pertumbuhan tanaman salaknya. Agar air kolam dapat dialirkan ke sekeliling kebun, diperlukan pula pembuatan saluran irigasinya. Untuk mengoptimalkan fungsi kolam air ini, seringkali digunakan pula untuk beternak ikan.

Dalam masa penanaman dan pemeliharaan ini biaya yang timbul adalah meliputi pembelian pupuk kandang, TSP, Za dan KCl serta pestisida seperti insektisida fungisida. Sedangkan untuk biaya tenaga kerja akan meliputi biaya untuk pengolahan tanah, penanaman, penyulaman, penyiangan, pembumbunan, pemupukan, pengendalian, pemangkasan, pencangkokan, panen dan pasca panen. Pemeliharaan kebun salak yang benar dan teratur akan meningkatkan produktivitas kebun dan agar dapat memberikan hasil yang diinginkan, baik berupa peningkatan produksi atau peningkatan hasil lainnya.

 

Artikel terkait Rahasia Suksesnya Budidaya Tanaman Salak Di Sleman Yogyakarta