lklan-728x90
Menu

Pura Gunung Salak Parahyangan Agung Jagatkartta

21/12/2016 | Seni Budaya

Untuk segi geografis gunung salak adalah gunung berapi yang berda di pulau Jawa, Indonesia. Gunung ini memiliki beberapa puncak, di antaranya Puncak Salak I serta Salak II. Letak geografis puncak gunung ini merupakan pada 6°43′ LS serta 106°44′ BT. Tinggi puncak Salak I 2.211 m serta Salak II 2.180 m dpl. Terdapat satu puncak lagi dengan nama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m pada atas permukaan laut.

Tempat ibadah Pura Parahyangan Agung Jagatkarta, alam dewata suci sempurna maupun sering disebut hanya Pura Jagatkarta. Pura Gunung salak ini merupakan pura agama Hindu Nusantara yang terletak di Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Sesudah dibangun, Pura Jagatkarta adalah pura paling besar di Jawa Barat dan terbesar ke-2 di Indonesia sesudah Pura Besakih di Bali. Dan dianggap sebagai tempat persemayaman serta pemujaan terhadap Prabu Siliwangi serta para hyang atau leluhur. Ini dari Pakuan Pajajaran yang pernah berdiri di wilayah Parahyangan.

Bangunan Pura Gunung Salak

Ditinjau dari masalah tata bangun ruang Pura Gunung Salak dibangun dengan konsep Tri Mandala. Yang mana Pura Gunung Salak dirancang untuk tempat ibadah pada ruang terbuka. Yang terdiri atas beberapa lingkungan yang dikelilingi dengan tembok. Untuk masing-masing lingkungan ini dihubungkan dengan gerbang ataupun gapura yang penuh dengan ukiran indah. Lingkungan yang dikelilingi tembok ini terdapat beberapa bangunan seperti pelinggih. Antara lain tempat suci bersemayam hyang, meru yakni menara dengan atap bersusun, juga bale pendopo atau paviliun. Struktur pada tempat suci pura Gunung Salak mengikuti konsep dari Trimandala, yang mempunyai tingkatan pada derajat kesuciannya.

Pura Jagatkarta berada di kaki Gunung Salak, di Ciapus, Kecamatan Tamansari ada di Kabupaten Bogor. Pura Jagatkarta didirikan di lokasi unik di Gunung Salak. Sebab konon Pakuan Pajajaran Sunda pernah ada di lokasi tersebut. Pakuan Pajajaran merupakan wilayah ibukota Kerajaan Sunda Galuh, Kerajaan Hindu terakhir di Nusantara bersama dengan Majapahit. Yang mengalami masa keemasannya pada bawah pemerintahan Prabu Siliwangi. Yang sebelum ditakhlukkan oleh Muslim Jawa di abad ke-16.

Tata Letak Pura Gunung Salak

Tata letak Pura Jagatkarta juga berdasarkan legenda jika titik tersebut merupakan tempat di mana Prabu Siliwangi mencapai moksa bersama dengan prajuritnya. Sampai sebelum dibangun, sebuah Candi yang terdapat patung macan berwarna putih serta hitam lambang dari Prabu Siliwangi. Dan didirikan sebagai penghormatan pada Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Hindu terakhir pada tanah Parahyangan. Sebagian peninggalan Pajajaran sekarang tersimpan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Jejak kaki Prabu Siliwangi tercetak di sebuah batu yang lalu diketahui sebagai Prasasti Ciaruteun.

Akses perjalanan dari kaki Gunung Salak ke Pura Jagatkarta sudah diperlebar sejak pembangunannya dirintis saat tahun 1995. Sampai kendaraan dapat mencapai Pura dengan mudah. Tapi karena banyaknya pengunjung yang datang guna mengikuti upara Ngenteg Linggih ataupun peresmian Pura Jagatkarta. Areal parkir terletak jauh dari kawasan pura. Pembangunan Pura Jagatkarta ini dirintis pada tahun 1995. Dan juga merupakan dari hasil kerja gotong royong umat Hindu di Nusantara. Pura Jagatkarta dengan cara resmi belum selesai dibangun. Akan tetapi bangunan pura utama seperti pada bagian Pura Padmesana, Balai Pasamuan Agung dan Mandala Utama sudah selesai.

Sebelum memasuki di areal utama Pura Gunung Salak juga terdapat Pura Melanting serta Pura Pasar Agung yang dipakai khusus untuk bersembahyang. Dan juga berfungsi menyempurnakan, dan menyucikan persembahan yang selanjutnya dihaturkan di Pura Gunung salak sebagai wujud rasa syukur. Pengunjung wisatawan biasanya dilarang masuk ke pura utama. Kecuali untuk yang hendak melakukan ritual bersembahyang, akses hanya sampai pelataran luar pura.

Artikel terkait Pura Gunung Salak Parahyangan Agung Jagatkartta