lklan-728x90
Menu

PKM Gelar Bakti Sosial Droping Air Bersih di Mertelu

23/09/2019 | Berita & Peristiwa

Jumat, 20 September 2019, kembali Paguyangan Keluarga Mertelu (PKM) menggelar baksos droping air bersih di Desa Mertelu. PKM memang mulai bulan kemarin menggalang dana ke semua perantau dimana saja berada untuk menggelar baksos droping air bersih.

Seperti yang diketahui, kemarau yang panjang ini mengakibatkan kekurangan air bersih di sebagian wilayah Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Bahkan bisa dibilang Mertelu menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak kekeringan parah.

Kondisi kekeringan yang melanda wilayah Mertelu membutuhkan tanggap darurat dari berbagai pihak secepatnya. Mengetahui hal tersebut, pemerintah Desa Mertelu telah melakukan beberapa upaya untuk mengatasinya.

Seperti apa yang disampaikan Lurah Mertelu, Bapak Sukirno, “Kami warga masyarakat Desa Mertelu, pada saat ini kami galakan setiap dusun untuk menggali sumber air di setiap wilayah yang memungkinkan. Dengan ini diharapkan bisa menanggulangi kesulitan air bersih di setiap musim kemarau di Desa Mertelu”.

Lebih lanjut, Bapak Sukirno menyampaikan, “Pemdes Mertelu juga alokasikan DD untuk penanggulangan air bersih”. Diharapkan upaya ini bisa mengatasi keprihatian yang dirasakan warga.

Namun untuk penanganan sementara, PKM menggelar bakti sosial droping air bersih ini. Mungkin ini bukan solusi terbaik, namun setidaknya hal ini bisa membantu masyarakat yang membutukan air bersih pada saat ini. Kedepannya semoga apa yang direncanakan pemerintah desa bisa sukses dan tidak kesulitan air lagi pada saat kemarau. Demikian ungkapan Ketua PKM, Marsudi Rais.

“Tidak kurang dari 20 tangki akan disalurkan ke seluruh Desa Mertelu. Upaya ini adalah bentuk nyata kepedulian warga perantau Mertelu untuk sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di Mertelu”, imbuh Marsudi.

Pada tahap awal, ada 10 tangki air bersih yang disalurkan. Di hari pertama droping air bersih sudah dilakukan di 4 titik wilayah yang meliputi Dusun Batur Turu, Dusun Mertelu Kulon, Dusun Mertelu dan Dusun Guyangan Kidul.

Seperti yang diketahui, kekurangan air bersih membuat warga di Desa Mertelu menggantungkan pasokan air bersih dari sumur bor. Hal tersebut sebagaimana yang terjadi di Dusun Batur Turu sebelum mendapatkan droping air bersih.

Dalam proses menimba air pada sumur bor, warga hanya memanfaatkan toples plastik yang ukurannya kecil. Bagian ujung toples tersebut dikaitkan tali tampar. Untuk mengambil air, warga menurunkan toples dengan bantuan bambu kecil yang panjangnya 8 meter.

Untuk mendapatkan air bersih, warga juga harus rela mengantre dalam memanfaatkan sumur bor. Setidaknya warga perlu 27 kali menimba untuk mengisi satu jeriken yang kapasitasnya 25 liter.

Bagi warga yang mampu akan membeli air sendiri dengan harga Rp 350 ribu untuk satu tangki dengan kapasitas 5 ribu liter. Air tersebut bisa digunakan selama seminggu dengan anggota keluarga sebanyak 4 orang. Namun bagi warga yang tidak mampu hanya dapat mengharapkan bantuan dari pemerintah desa dan donatur.

Tahun ini, ada 105.234 jiwa di 14 kecamatan yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih, salah satunya Gedangsari dengan angka 3.448 jiwa.

Adanya droping air bersih tentu saja sangat meringankan beban warga. Tak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, droping air bersih juga bermanfaat untuk hewan ternak.

Untuk membantu terwujudnya penyaluran air bersih di wilayah Mertelu, donasi bisa disalurkan melalui rekening BNI dengan no rek 0198193889 a/n Tugiyo. Sementara bukti transfer bisa disampaikan ke nomor o81513337774.

Semoga dengan kepedulian kita ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Mertelu. Yuk tunjukkan kepedulian kita dengan membantu sesama warga Mertelu di kampung halaman.

Artikel terkait PKM Gelar Bakti Sosial Droping Air Bersih di Mertelu