lklan-728x90
Menu

Petilasan Kembang Lampir, Bukti Warisan Sejarah Budaya Pendirian Mataram Di Gunungkidul

Kembang lampir, mendengar kata tersebut kita pasti bertanya tanya apakah itu? Kembang Lampir merupakan petilasan Ki Ageng Pemanahan yang terletak di Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul.

Tempat ini merupakan pertapaan Ki Ageng Pemanahan ketika mencari wahyu karaton Mataram. Sejarah Keraton Ngayogyakarta hadiningrat memang tidak lepas dari Kembang Lampir yang merupakan petilasan Ki Ageng Pemanahan ini.

Petilasan Kembang Lampir, Bukti Warisan Sejarah Budaya Pendirian Mataram Di Gunungkidul

Sejarah Petilasan Kembang Lampir

Ki Ageng Pemanahan merupakan keturunan Brawijaya V dari kerajaan Majapahit. Dalam bertapa itu akhirnya ia mendapat petunjuk dari Sunan Kalijaga bahwa wahyu karaton berada di Dusun Giring, Desa Sodo, Kecamatan Paliyan, Gunung Kidul. Untuk itu ia diperintahkan oleh Sunan Kalijaga untuk cepat-cepat pergi ke sana. Sampai di Sodo ia singgah ke rumah kerabatnya, Ki Ageng Giring.

Diceritakan bahwa di tempat itu Ki Ageng Giring dan Pemanahan “berebut” wahyu karaton yang disimbolkan dalam bentuk degan (kelapa muda). Barangsiapa meminum air degan itu sampai habis, maka anak keturunannya akan menjadi raja Tanah Jawa. Konon degan tersebut merupakan simbol persetubuhan dengan seorang puteri. Dalam perebutan wahyu tersebut Ki Ageng Pemanahan yang berhasil memenangkannya.

Kompleks Petilasan Kembang Lampir

Kompleks Petilasan Kembang Lampir

Untuk dapat sampai ke tempat pertapaan ini pengunjung harus melewati anak tangga permanen yang telah dibangun. Adapun denah kompleks Kembang Lampir berbentuk angka 9 (sembilan). Hal ini sebagai tanda bahwa kompleks itu dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwana IX.

Saat mengunjungi petilasan tersebut, suasana sunyi dan sejuk di antara rerimbunan pepohonan. Beberapa kali terdengar suara burung. Ada tiga bangunan di dalam petilasan tersebut. Bangunan induk sebagai tempat penyimpanan pusaka Wuwung Gubug Mataram dan Songsong Ageng Tunggul Naga serta dua Bangsal Prabayeksa di kanan dan di kiri. Untuk bangunan utama berbentuk limasan.

 

Artikel terkait Petilasan Kembang Lampir, Bukti Warisan Sejarah Budaya Pendirian Mataram Di Gunungkidul