lklan-728x90
Menu

Sebagian Petani Di Gedangsari, Mulai Tanam Padi Dengan Sistem Gadu

13/07/2016 | Pertanian

Musim yang terjadi saat ini memeng jarang terjadi, seharusnya saat ini sudah memasuki musim kemarau tapi masih saja turun hujan. Musim seperti ini agak sedikit membingungkan para petani yang hanya menggunakan air tadah hujan. Kalau pertanian yang menggunakan pengairan irigasi tidak jadi maslah air selalu terpenuhi untuk menanam padi. Sedangkan petani yang hanya mengandalkan air tadah hujan maka akan menjadi keraguan untuk bercocok tanam jika musim yang terjadi seperti ini.

Tanam Padi Gadu Petani Gedangsari

Tanam Padi Gadu Petani Gedangsari

Saatnya sudah masuk musim kemarau tapi masih saja turun hujan, ini adalah musim yang sangat tanggung bagi para petani tadah hujan. Jika ingin menanam tanaman padi maka takut air tidak mencukupi sampe saatnya paenen padi, karena saatnya sudah harus memasuki musim kemarau. Namun jika para petani ingin menanam tanaman pala wija maka juga sangat sulit untuk bisa hidup karena sawah yang ada terkena hujan dan mengandung banyak air.

Jika Musim Normal Saatnya Sudah Mulai Menanam Tanaman Pala Wija

Jika musim normal seperti biasanya maka petani yang berada di wiliyah Kecamatan gedangsari saatnya sudah mulai menanam tanaman palawija utamanya tanaman kacang hijau. Kacang hijau memiliki harga yang sangat tinggi bahakan hampir sama dengan harga beras perkilo gramnya selain itu kacang hijau sangat cocok di lahan sawah yang kering. Menanam tanaman kacang hijau di persawahan yang kering cukuplah mudah tidak memerlukan tenaga yang terlalu banyak. Cukup di lubangi kecil kecil dengan jarak sekitar lima 15cm kedalam cukup dengan sikitar 5cm setelah itu benih kacang hijau di masukkan dalm lubang kurang lebih tiga butir lalu lubang di tutup dengan tanah yang pera agar kacang hijau mudah tumbuh.

Tanam pala wija memiliki jenis yang hanya memerlukan air yang sedikit saja bahkan ada yang sama sekali tidak memrlukan air tapi bisa tumbuh dan berbuah dengan baik. Tanaman pala wija di persawahan tidak perlu di pupuk tanpa di pupuk tanaman pala wija pun bisa tumbuh dan berbuah dengan baik.

Petani Di Wilayah Kecamatan Gedangsari Sebagian Menggadu Lahan Sawahnya

Saat ini para petani di wilayah kecamatan Gedangsari sebagian menggadu lahan sawahnya karena sawah masih banyak terkadung air hujan. Padi gadu merupakan sebutan dari tanaman padi pada musim kemarau yang telah ditetapkan dalam rencana tata tanam atau dinamakan gadu. Padi gadu merupakan padi yang dipanen pada musim kemarau. Penanaman padi gadu sering mengalami kekurangan air pada fase primordia (bulan juni dan juli).

Musim kemarau yang dikwatirkan bagi banyak orang akan menjadi kekeringan ternyata untuk sebagai orang atau sebagai besar petani melaksanakan panen padi gadu merupakan bentuk keuntungan tersendiri karena jika melaksanakan panen padi gadu hasil panennya bagus dan harga padinya jauh melampaui harga dasar padi yang ditetapkan pemerintah.

Padi gadu merupakan padi yang ditanam di ujung musim hujan, untuk dapat dipanen pada masa musim kemarau. Padi gadu hanya dapat ditanam pada daerah yang irigasinya baik atau dekat sumber air.Untuk daerah irigasi yang luas yang diatur/dibagi menurut golongan biasanya penanaman padi gadu ditentukan oleh pemerintah setempat. Waktu untuk mengerjakan pada padi gadu sangat sempit karena persediaan air pada musim kemarau yang cukup terbatas.

Untuk mengejar waktu tanam memanfaatkan air hujan yang ada para petani di gedangsarai tidak menyemai bibit sendiri tapi para petani membeli bibit di daerah klaten jawa tengah yang berbatasan dengan Gunungkidul. Bibit padi satu ikat dengan harga Rp2000.

Artikel terkait Sebagian Petani Di Gedangsari, Mulai Tanam Padi Dengan Sistem Gadu