lklan-728x90
Menu

Menggali Sejarah Pantai Sundak Gunungkidul

Menggali Sejarah Pantai Sundak Gunungkidul

Menggali Sejarah Pantai Sundak Gunungkidul – Pantai Sundak Wonosari, salah satu pantai yang sering dikunjungi wisatawan. Pasir putih yang bersih dan pemandangan batu karang memang memanjakan mata dan menyegarkan pikiran. Pantai Sundak Wonosari Gunungkidul Yogyakarta merupakan objek wisata pantai di daerah selatan Gunung Kidul yang memiliki pemandangan yang indah serta menyimpan cerita dibalik nama “Sundak” itu sendiri. Sundak konon diambil dari perkelahian antara Asu (anjing) dan Landak.

Di pantai Sundak terdapat masjid dan ruang kosong yang sekarang dimanfaatkan sebagai tempat parkir. Sementara di sebelah timur terdapat gua yang terbentuk dari batu karang berketinggian kurang lebih 12 meter. Jika Memasuki gua, akan dijumpai sumur alami tempat penduduk mendapatkan air tawar.

Sejarah Pantai Sundak

Di pantai sundak terdapat masjid dan ruang kosong yang sekarang dimanfaatkan sebagai tempat parkir. Sementara di sebelah timur terdapat gua yang terbentuk dari batu karang berketinggian kurang lebih 12 meter. Jika Memasuki gua, akan dijumpai sumur alami tempat penduduk mendapatkan air tawar.

Di pantai sundak ini Jika musim hujan tiba, banyak air dari daratan yang mengalir menuju lautan. Akibatnya, dataran di sebelah timur pantai membelah sehingga membentuk bentukan seperti sungai. Air yang mengalir seperti mbedah (membelah) pasir. Bila kemarau datang, belahan itu menghilang dan seiring dengannya air laut datang membawa pasir. Fenomena alam inilah yang menyebabkan nama pantai dahulu menjadi Wedimbedah (pasir yang terbelah).

Tetapi perubahan nama berlangsung karena ada sebuah kejadian menarik. Yaitu pada jaman dahulu di Suatu siang, ada seekor anjing (bahasa Jawa: Asu) memasuki gua karang dan menemukan seekor landak laut. Dan akhinya landak laut itupun berhasil dimakan separuhnya. Arjasangku, pemilik anjing terheran-heran melihat ada setengah tubuh landak laut di mulut anjingnya serta keadaan anjingnya yang basah kuyub. Lalu ia Mengecek ke dalam gua,dan ternyata pemilik menemukan setengah tubuh landak laut yang tersisa. Dan tidak disangka terdapat mata air didalam gua tersebut, karena sudah lama penduduk didaerah pantai ini kekurangan air akhirnya penduduk sekitar memanfaatkan mata air ini untuk keperluan sehari harinya mereka sampai sekarang ini.

Nah, sejak itu, nama Wedibedah berubah menjadi Sundak, yaitu singkatan dari asu (anjing dalam bahasa Indonesia) dan landak.

Artikel terkait Menggali Sejarah Pantai Sundak Gunungkidul