lklan-728x90
Menu

Mengenal Tekhnik Perkebunan Buah Kawasan Embung Batara Sriten

Embung Batara Sriten – Tempat wisata di Gunungkidul Yogyakarta memang memiliki keunikan dan daya pikat tersendiri bagi para pengunjung. Ini karena Gunungkidul memiliki beberapa landmark dan juga destinasi yang sangat indah. Selain keindahan pantai Gunungkidul, di sana juga ada beberapa air terjun, goa dan juga keindahan alam yang sangat menarik seperti embung yang berada di puncak Gunungkidul. Gunungkidul sendiri merupakan salah satu tempat wisata di Jogja paling menarik dan populer. Siapa sangka, Gunungkidul yang identik dengan bukit kapur yang tandus menyimpan spot wisata yang menarik perhatian wisatawan.

mengenal-tekhnik-perkebunan-buah-kawasan-embung-batara-sriten

Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terkenal dengan wisata pantai yang mempesona. Gunung Kidul di Yogyakarta seakan menjadi surga bagi para pecinta pantai dan wisata lainnya. Meskipun Kabupaten Gunungkidul di dominasi oleh perbukitan dan pegunungan kapur yang identik dengan gersang di musim kemarau, kabupaten ini mempunyai ciri khas yang unik, baik dari sejarah, budaya, pariwisata dan kuliner.

Barangkali rutinitas hidup membawamu masuk ke dalam titik jenuh. Penat dan bosan lantas meraja, membuatmu malas melakukan apa pun. Salah satu cara ampuh untuk mengatasi kejenuhan hidup tentu saja dengan refreshing dan traveling. Namun kadang saat sudah berada di obyek wisata tertentu kita bukannya refresh melainkan semakin suntuk, sebab destinasi tersebut sudah terlalu penuh dengan orang-orang. Lantas apa solusinya? Tentu saja mengunjungi tempat-tempat eksotis yang belum banyak dipublikasikan. Embung Batara Sriten merupakan salah satu pilihan jitu untuk melarikan diri dari rutinitas.

Embung Batara Sriten

Sejak dulu Kabupaten Gunungkidul identik dengan kawasan yang gersang dan tandus serta rawan kekeringan. Hal ini dikarenakan kontur wilayahnya yang tersusun dari batuan karst atau batuan kapur. Namun kini pandangan tersebut perlu diubah sebab Gunungkidul justru menjadi kawasan yang menyajikan wahana wisata tirta paling beragam di Yogyakarta. Gunungkidul mempersembahkan berbagai macam jenis tempat wisata, tidak hanya pantai saja yang menjadi daya tarik para wisatawan namun berbagai wisata alam yang ada di kabupaten Gunungkidul ini seperti Embung Batara Sriten yang di bangun untuk pengairan warga setempat.

Embung ini juga terletak tidak sewajarnya karena di puncak gunung yang sangat tinggi. Embung Batara Sriten ini terletak di dusun Sriten, desa Pilangrejo, kecamatan Nglipar, kabupaten Gunungkidul.  Embung merupakan bangunan yang berfungsi menampung kelebihan air yang terjadi  pada musim hujan untuk persediaan suatu desa di musim kering. Selama musim kering air akan dimanfaatkan oleh desa untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Di musim hujan embung tidak beroperasi karena air di luar embung tersedia cukup banyak untuk memenuhi kebuthan  penduduk. Oleh karena itu pada setiap akhir musim hujan sangat diharapkan kolam embung dapat terisi penuh air sesuai rencana. Tinggi jagaan adalah perbedaan antara elevasi muka air waduk pada waktu banjir rencana dan elevasi puncak bendung.

Diresmikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada bulan September 2014 lalu, Embung Batara Sriten menawarkan pesona keindahan yang mampu meluruhkan semua kepenatan dan kebosanan. Terletak pada ketinggian 859 mdpl atau di puncak Pegunungan Baturagung Utara, Embung Sriten menjadi telaga buatan tertinggi di Gunungkidul, bahkan kabarnya juga menjadi embung tertinggi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Seperti halnya Embung Nglanggeran, selain menjadi destinasi wisata baru yang bertujuan untuk menarik kunjungan wisatawan ke Gunungkidul, Embung Batara Sriten juga memiliki fungsi utama sebagai sarana penampungan air untuk mengairi agrowisata manggis dan kelengkeng yang berada di sekitarannya.

mengenal-tekhnik-perkebunan-buah-kawasan-embung-batara-sriten

Wisata Alam Embung Batara Sriten

Mata wisatawan tidak hanya disuguhi pemandangan telaga dengan latar awan gemawan dan hutan yang menghijau. Dari tempat ini wisatawan juga bisa menyaksikan Rawa Jombor serta Waduk Gajah Mungkur dari kejauhan. Tak hanya itu, saat malam menjelang wisatawan yang berkemah di tempat ini bisa menyaksikan keindahan lampu Kota Klaten dan Nglipar. Dari ketinggian Embung Batara Sriten, wisatawan juga bisa menyaksikan sunset maupun sunrise tanpa terhalang pepohonan. Saat pagi menjelang, gumpalan kabut yang melingkupi area di bawah embung serupa kue lapis berwarna hijau putih dan terlihat sangat menyejukkan mata. Saat senja tiba, kilau cahaya keemasan yang menerpa permukaan air menjadi pemandangan epic yang sayang dilewatkan.

Namun sejenak ada yang nampak berbeda. Di puncak bukit ini terdapat sebuah petilasan berupa makam atau kuburan. Menurut cerita penduduk setempat, konon makam tersebut merupakan petilasan dari Syech Wali Jati yang moksa di bukit ini. Syech Wali Jati sendiri dulunya adalah kerabat Kasultanan di masa lalu. Selain menjadi destinasi wisata untuk menikmati panorama matahari terbenam di sore hari, Embung Batara Sriten juga difungsikan sebagai lokasi olahraga dirgantara atau aerosport seperti paralayang, paramotor, dan gantole. Beberapa klub olahraga paralayang yang berbasis di Jogja pernah menjajal take off dari Puncak Mangir di kawasan Embung Batara Sriten ini.

Menikmati indahnya panorama Embung Batara Sriten bisa dilakukan dalam berbagai cara. Seperti duduk-duduk di gazebo-gazebo atau pendopo di sekitar embung sambil merasakan hembusan angin yang tetap dingin, meskipun matahari sedang bersinar penuh semangat. Bisa juga sambil menikmati segarnya segelas es teh atau nikmatnya secangkir kopi tubruk di warung-warung kaki lima yang tak jauh dari embung. Mencoba teduhnya naungan pohon ikonik di Embung Batara Sriten, dalam ayunan hammock. dataran yang lebih tinggi di sisi timur juga bisa anda nikmati keindahannya. Puncak Tugu Magir, begitulah puncak di sisi timur ini disebut. Puncak tertinggi di Pegunungan Baturagung Utara sekaligus puncak tertinggi di Kabupaten Gunungkidul. Di sinilah tempat para penjelajah dirgantara mencoba mengembangkan parasut paralayang dari ketinggian 859 Mdpl. Di tempat ini pula terdapat makam tiban yang dipercaya penduduk setempat sebagai petilasan Syeh Wali Jati, seorang kerabat Sultan pada masanya.Beberapa klub olahraga paralayang yang berbasis di Jogja pernah menjajal take off dari Puncak Mangir di kawasan Embung Sriten ini.

Perkebunan Buah Di Embung Batara Sriten

Embung Sriten diproyeksikan sebagai agrowisata kebun buah diataranya manggis dan kelengkeng di perbukitan Baturagung utara yaitu gunung yang merupakan puncak tertinggi di Gunungkidul atau puncak tugu magir dengan ketinggian sekitar  896 mdpl. Menikmati pesona embung di atas awan dan pemandangan yang luar biasa indah dengan view 360° kawasan persawahan, perkampungan, perbukitan, dan beberapa wilayah di bawahnya seperti Klaten, Rawa Jombor, Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Sleman, Gunungkidul, Yogyakarta dsb. Anda bisa berpindah dari bukit satu ke bukit yang lain dengan berjalan kaki karena beberapa diantaranya berdekatan dan berhubungan. Embung Batara Sriten juga memiliki fungsi utama sebagai sarana penampungan air untuk mengairi agrowisata manggis dan kelengkeng yang berada di sekitarannya.

Tekhnik Perkebunan Manggis

Perkebunan kelengkeng dan manggis ini tidak lepas dari pengetahuan tentang tekhnik- tekhnik yang benar mengenai perkebunan buah. Budidaya buah manggis atau menanam tanaman manggis sudah banyak dilakukan oleh para petani Indonesia, seperti di Embung Batara Sriten ini.  Apalagi pada masa sekarang banyak ahli yang menemukan berbagai khasiat dan manfaat dari tanaman buah manggis untuk kesehatan tubuh manusia, maka tidak heran apabila permintaan buah manggis semakin hari semakin meningkat. Dengan meningkatnya permintaan seperti itu secara otomatis kebutuhan akan buah manggis pasti meningkat, hal ini bisa menjadikan peluang bagi para petani, khususnya para petani buah – buahan untuk mencoba membudidayakan buah manggis ini. Tanah di Embung Batara Sriten ini sangat cocok untuk tanaman buah manggis.

Tanah yang disukai tanaman manggis adalah jenis tanah yang gembur yang kaya kandungan bahan organik dengan drainase yang baik. Sebaliknya, tanaman manggis tidak menyukai tanah yang bersifat basa dan rendah kesuburannya. Tanah untuk tanaman manggis harus senantiasa lembap, tetapi tidak menggenang. Air tanah sedalam 2 m dari permukaan tnah cocok untuk tanaman manggis. Curah hujan yang merata dengan sepuluh bulan basah dalam setahun amat disukai tanaman manggis. Sementara udara yang lembap dengan suhu udara 25-32°C sangat menunjang pertumbuhannya. Pada masa awal pertubuhan, manggis menyukai naungan. Akan tetapi, menjelang dewasa, sinar matahari penuh apat mempercepat masa awal produksinya. Sejauh ini tanaman manggis yang produktif dijumpai pada ketinggian 5-500 m di atas permukaan laut.

Pembibitan Tanaman Manggis

Penggunaan bibit manggis unggul merupakan salah satu factor yang menunjang keberhasilan penanaman manggis. Bibit manggis unggul nantinya akan menghasilkan buah yang berkualitas. Sifat buah manggis berbeda dengan tanaman buah lainnya, misalnya durian. Durian mempunyai sifat menyerbuk silang sehingga kalau bijinya ditanam, buah yang akan dihasilkan akan lain dari induknya. Hal ini tidak terjadi pada manggis. Pembentukkan buah manggis bersifat apomiksis. Artinya, biji manggis berbentuk tanpa pembuahan.Bila diperhatikan, bunga manggis mempunyai tangai tepung sari yang pendek dan kering sehingga tidak bisa berfungsi sebagai penyerbuk. Walaupun demikian, biji manggis akan terbentuk dengan sendirinya karena adanya hormone endogen biji.

Akan tetapi, perlu diingat walaupun buahnya akan persis sama dengan induknya, tanaman manggis asal biji baru akan berubah awal atau berbuah pertama kali setelah berumur sepuluh tahun atau lebih semenjak tanam. Sebaliknya, kalau kita menanam bibit vegetative, tanaman manggis akan berubah setelah berumur lima tahun setelah tanam. Bibit manggis yang ada saat ini terdiri dari bibit asal biji, sambungan, dan susunan.  Bibit asal biji, cirri-cirinya adalah batangnya tegak dan kekar. Batang tampak mulus, tidak ada bekas penyembuhan luka.

Bibit asal biji baik digunakan untuk batang bawah dalam perbanyakan dengan cara sambungan atau susunan. Bibit sambungan, cirri-cirinya adalah adanya bekas penyembuhan luka yang biasanya berbentuk huruf V pada batas sambungan antara batang atas dan batang bawah. Bibit susuan, cirri-cirinya adalah pertumbuhan batang atas seolah-olah bergandengan dengan batang bawah. Pada sisi-kiri dan kanan batang bawah-tempat terjadinya penyusunaan dengan batang atas akan tampak jelas adanya penyembuhan luka.

Penanganan Bibit Manggis

Bibit yang baru dibeli sebaiknya janagn langsung ditanam. Suhu yang panas dan adanya goncanagn selama pengangkutan menyebabkan bibit menjadi stress.oleh kareana itu, pemulihan kondisi iklim dilokasi yang baru belum tentu sama dengan iklim ditempat asal bibit sehingga perlu waktu untuk penyesuaian dengan lingkungan yang baru. Bibit yang dikirim dengan pengepakan segera dikeluarkan dari kemasannya dengan hati-hati dan ditempatkan di tempat yang teduh, tetapi masih cukup menerima sinar matahari (30%cahaya). Penyimpanan bibit diatur sedemikian rupa sehingga antara daun bibit yang satu dengan yang lain tidak bersentuhan.Bila media dalam polybag kering, segera dilakukan penyiraman. Penyiraman selanjutnya bisa dilakukan setiap dua kali sehari.

Waktu yang diperlukan oleh bibit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru bisa bervariasi dari 2 minggu hingga beberapa bulan, tergantung dari kondisi kesegarannya. Ini bisa diamati dari adanya tanda-tanda pertumbuhan pada bibit tersebut. Setelah bibit kelihatan segar, bibit bisa ditanam dikebun. Akan tetapi, bila waktu penanamannya masih lama, sebaiknya selain disiram bibit diberi pupuk daun. Bibit daun yang bisa dipergunakan antara lain Forest, supermes, atau algafer dengan konsentrasi berbeda-beda sesuai petunjuk pada kemasannya. Larutan pupuk ini disemprotkan ka bagian bawah dan atas permukaan daun secara merata. Untuk menjaga pertumbuhan yang baik, pemupukan dapat dilakukan setiap minggu. Penyemprotan dengan insektisida dan fungisida hanya dilakukan bila terdapat gejala serangan hama dan cendawan.

Tekhnik Berkebun Kelengkeng

Budidaya kelengkeng di daerah perkebunan merupakan pilihan terbaik, karena pembudidayaan kelengkeng tidaklah terlalu banyak menggunakan peralatan yang mahal, serta teknik pembudidayaannya praktis, efisien, murah dan dapat menjangkau semua kalangan masyarakat, baik yang tinggal di perkotaan atau di pedesaan. Budidaya buah kelengkeng agar cepat berbuah lebat apabila ditekuni secara baik maka akan menghasilkan buah yang lebat dan kecepatan pembuahan meningkat apabila pola penanaman serta perawatan tanaman dilakukan secara baik dan benar.

Tanaman kelengkeng telah banyak dikembangbiakan baik secara generatif (biji) atau melalui cara vegetatif yaitu melalui usaha pencangkokan pada bagian organ batang tanaman, teknik menempel, stek batang, okulasi kelengkeng, atau teknik menyambung. Teknik yang digunakan ini tentu mempunyai sisi kelebihan masing-masing. Anda sendiri dapat menentukan kira-kira cara mana yang lebih efektif dan membuat hobi menanam Anda tidak jenuh supaya pengetahuan dan pengalaman dalam kegiatan budidaya tanaman semakin unik.

Tanaman kelengkeng merupakan tanaman pohon berkayu, batang tanaman tumbuh ke arah atas dan kadang-kadang pada batangnya turun dan merunduk menempel pada lantai tanah. Akarnya tunjang ke arah dalam tanah, perawakan daun berwarna hijau tua, daun berbentuk bulat lonjong memanjang atau bulat telur dengan bagian ujungnya lancip, pertulangan daunnya tidak sejajar, bunga berada dalam 1  tangkai dengan buahnya bertandan. Buah kelengkeng apabila masih muda berwarna cokelat serta  jika sudah tua dan siap panen maka buahnya berwarna cokelat tua. Buah kelengkeng berbentuk bulat penuh dan daging buahnya terasa manis sekali.

Tekhnik Budidaya Kelengkeng

Membudidayakan tanaman kelengkeng dengan cara cangkok batang adalah cara terbaik supaya mendapatkan buah kelengkeng cepat berbuah lebat dan menguntungkan bagi petani. Bukan tanpa alasan para petani memilih cara ini, sebab dengan cara cangkok batang, maka akan dijamin tanaman kelengkeng akan cepat berbuah, memiliki buah yang sangat banyak dan mampu dipanen secara terus-menerus sepanjang musim. Agar produksi panen buah kelengkeng melimpah ruah, langkah penanaman dan perawatan tanaman menjadi kunci utama untuk meraih keberhasilan dalam menanam kelengkeng di kebun maupun di halaman dan pekarangan rumah.

Bibit cangkok batang tanaman kelengkeng unggul dapat diperoleh melalui proses mencangkok di kebun kelengkeng sendiri atau jika tidak memungkinkan dapat langsung membeli bibit cangkokan kepada penjual bibit di kios khusus tanaman, atau melalui agen petani kelengkeng profesional yang telah terbukti sukses di daerahnya. Bibit cangkokan kelengkeng diambil dari batang indukan produktif dan berdasarkan riwayat hidupnya telah menghasilkan buah sangat banyak di sepanjang musimnya. Pastikan juga bahwa batang tanaman kelengkeng yang dicangkok harus berasal dari tanaman induk setidaknya berumur 1 – 1,5 tahun.

 

 

 

Artikel terkait Mengenal Tekhnik Perkebunan Buah Kawasan Embung Batara Sriten