lklan-728x90
Menu

Mengenal Lahan Persawahan Di Kecamatan Gedangsari

11/04/2016 | Pertanian

Jika anda belum pernah berkunjung ke wilayah kecamatan Gedangsari atau anda orang asli Gedangsari namun belum begitu mengenal secara keseluruhan letak geografisnya. Daerah yang berbatasan dengan wilayah Klaten Jawa Tengah ini, mungkin kesan anda pertama kali adalah bahwa kecamatan Gedangsari merupakan daerah pegunungan.

Pendapat semacam itu memang ada benarnya karena di wilayah kecamatan Gedangsari terdapat beberapa banyak gunung di antaranya gunungGentong, Gunung Santen, Gunung Payung dan masih banyak gunung- gunung yang lainnya. Namun selain pegunungan wilayah Gedangsari juga terdapat lahan persawahan disela sela gunung yang berada di wilayah Gedangsari. jenis sawahnya adalah sawah tadah hujan. sawah inilah sebagai swasembada beras bagi warga masyarakat Gedangsari.

sawah gedangsarai

Karakteristik Tanah Persawahan Di Gedangsari

Kecamatan Gedangsari secara geografis terletak di daerah pegunungan namun di sela-sela pegunungan di dataran bagian paling rendah sebagian besar merupakan sebuah persawahan yang menggunakan air tadah hujan untuk mengolahnya. Menanam tanaman sawah dengan mengikuti musim, maka petani dalam jangka waktu satu tahun dapat berganti beberapa jenis tanaman. Karena petani menyesuaikan tanaman yang sesuai dengan musim yang ada. Misalnya ketika musim penghujan lahan sawah ditanami padi dan jika musim kemarau lahan sawah ditanami kacang hijau karena tanaman kacang hijau sedikit membutuhkan air.

Lahan sawah di Gedangsari juga memiliki perbedaan antara satu sama lain. Yang membedakan jenis sawah ini adalah letak dari sawah itu sendiri . Jika letak sawah berada di dataran paling rendah maka kualitas sawahnya sangat bagus karena sawah jenis ini banyak mengandung air, namun jika letak sawah berada di dataran agak tinggi maka tanah ini kurang bagus karena susah terdapat air.

Namun  sawah yang memiliki kualitas yang bagus sebagian besar sudah menjadi hak milik pemerintah setempat atau yang biasa di sebut tanah lungguh. Dan sawah yang menjadi hak miliki pemerintah dikelola oleh pemerintah sendiri khususnya pemerintah desa, dengan cara setiap perangkat desa dan kepala dusun diberi hak untuk menggarap sawah dan seluruh hasil dimiliki sendiri. Hal ini sebagai hasil tambahan penghasilan bagi perangkat dan kepala dusun. Selama belum pensiun maka perangkat desa maupun kepala desa masih berhak menggarap jatah sawah dari pemerintah desa.

 

Artikel terkait Mengenal Lahan Persawahan Di Kecamatan Gedangsari