lklan-728x90
Menu

Mencari Tahu Makna Tradisi Padusan Menyambut Ramadhan

11/06/2016 | Seni Budaya

Seluruh umat Islam di dunia selalu melakukan persiapan ketika hendak menyambut bula suci Ramadhan. Persiapan tersebut selalu identik dengan proses penyucian diri, jiwa, serta kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan amalan ibadah.

Di Indonesia sendiri, terdapat ragam kegiatan yang biasa dilakukan masyarakat dalam rangka menyambut datangnya Ramadhan. Di Yogyakarta dan Jawa Tengah, misalnya, masyarakat kerap berduyun-duyun membasuh atau memandikan diri mereka di sumur atau sumber-sumber mata air. Kegiatan tersebut dikenal dengan istilah tradisi padusan.

Mencari Tahu Makna Tradisi Padusan Menyambut Ramadhan

Apa Padusan itu?

Padusan berasal dari kata dasar adus, yang berarti mandi. Padusan, dalam hal ini bermakna proses aktivitas mandi. Dalam pengertian budaya, padusan merupakan tradisi masyarakat untuk membersihkan diri atau mandi besar dengan maksud mensucikan raga dan jiwa dalam rangka menyambut datangnya hari ataupun bulan istimewa, seperti bulan Ramadhan, Hari Idul Fitri, dan Hari Idul Adha.

Dalam rangkaian penyambutan Bulan Suci Ramadhan, ummat Islam di Nusantara memiliki beraneka ragam cara dan tradisi. Khususnya bagi masyarakat Jawa, dalam berbagai kesempatan pengajian di bulan Rajab, para kiai, ulama, dan ustadz dalam berbagai kesempatan pengajian sudah mewanti-wanti dengan wasiat bahwa Rajab adalah bulannya Allah, Ruwah atau Sya’ban adalah bulannya Rasul, sedangkan Ramadhan adalah bulannya ummat Islam. Maka tradisi mengajarkan mulai bulan Rajab itulah ummat Islam harus sudah ancang-ancang mempersiapkan diri akan datangnya bulan yang memiliki malam yang melebihi kemuliaan seribu bulan.

Tradisi Padusan Jelang Ramadhan

Tradisi padusan diyakini telah diwariskan secara turun temurun dari para leluhur. Namun, memang tidak ada aturan baku tentang bagaimana harus melakukan proses padusan. Kendati demikian, masyarakat biasanya melaksanakan tradisi ini beramai-ramai di sumur atau sumber mata air.

Padusan merupakan tradisi untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Tradisi ini dilakukan dengan berendam atau mandi di sumur-sumur atau sumber mata air. Tradisi Padusan memiliki makna membersihkan jiwa dan raga seseorang yang akan melakukan ibadah puasa, sehingga bersih secara lahir dan batin.

Jika pada bulan Rajab diperingati peristiwa Isra’ Mi’raj, maka di bulan Ruwah ummat Islam mengamalkan ajaran birul walidain atau memuliakan dan berbakti kepada orang tua, wabil khusus kepada ruh orang tua yang telah meninggal dengan cara mengirimkan doa dan memohonkan ampunan dalam serangkaian acara sadranan atau nyadran. Hal ini dimaksudkan agar pada saatnya Bulan Suci Ramadhan tiba, ummat Islam sudah siap lahir dan batin untuk memaksimalkan amalan ibadah dan meraih keutamaan-keutamaan hikmah bulan Ramadhan.

Karena bulan Ramadhan merupakan bulan suci dan bulan yang sangat istimewa, maka sebagai pintu gerbang untuk memulai serangkaian ibadah Ramadhan, manusia harus mensucikan diri, baik jasmani maupun rohani. Inilah mengapa tradisi padusan hadir di tengah masyarakat. Lalu apa yang dilakukan di dalam acara padusan?

Karena inti padusan adalah mandi, maka dimanapun manusia dapat melakukan mandi besar, maka padusan dapat dilakukan. Padusan dapat dilakukan di kamar mandi, di blumbang, kedukan, mbelik, sungai, sendang, telaga, bahkan di tepian pantai.

Jikalaupun kini padusan memberi kesan dilakukannya mandi massal oleh banyak orang, laki-laki maupun perempuan, pada suatu tempat seperti blumbang, kedukan, mbelik, sungai, sendang, kolam renang, telaga, bahkan di tepian pantai, sebenarnya hal tersebut bukan inti dan makna utama sebuah lelaku padusan.

Nah, sekarang kita sudah tahu bukan makna dari tradisi padusan yang sering dilakukan menjelang datangnya bulan ramadhan?

Artikel terkait Mencari Tahu Makna Tradisi Padusan Menyambut Ramadhan