lklan-728x90
Menu

Makna Dibalik Slogan Gunungkidul Handayani

Kabupaten Gunungkidul adalah sebuah kabupaten yang termasuk dari wilayah DIY, wilayah paling luas diantara kabupaten-kabupaten lainnya akan tetapi berpendapatan paling rendah diantara lainnya. Tapi itu dikarenakan masih banyak sumber daya alam yang belum dimanfaatkan. Dari sumber air bawah tanah yang melimpah, tanah yang sangat subur, angin laut yang bertiup kencang,batu kapur yang membentang luas, bahan aktif untuk radiasi nuklir, objek wisata yang sangat indah, dan masih banyak lagi.

Gunungkidul sendiri mempunyai slogan yaitu Gunungkidul Handayani. Dengan Slogan tersebut Gunungkidul diharapkan menjadi sebuah kabupaten yang selaras dan sesuai dengan apa yang menjadi slogannya yaitu Handayani. Berbicara mengenai slogan Gunungkidul Handayani ini, kata Handayani memiliki makna di setiap hurufnya. Namun sebelum kita mengupas makna slogan Handayani itu, mari kita bahas terlebih dahulu sejarah asal mula Kabupaten Gunungkidul.

Makna Dibalik Slogan Gunungkidul Handayani

Asal Mula Kabupaten Gunungkidul

Gunung Kidul terjadi pada masa berdirinya Kesultanan Yogyakarta. Kala itu yang menjadi raja adalah Sultan Hamengku Buwono I. Pada waktu pemerintahannya, daerah sepanjang pesisir Laut Selatan masuk ke dalam wilayah Kesultanan Yogyakarta. Namun, pada waktu itu namanya bukan Gunung Kidul, tetapi Sumengkar sekarang wilayah ini lebih dikenal dengan Sambi Pitu, Gunung Kidul.

Hari lahir Kabupaten Gunungkidul adalah Hari Jumat Legi tanggal 27 Mei 1831 atau Tahun Jawa 15 Besar Tahun Je 1758 dan dikuatkan dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Gunungkidul No : 70/188.45/6/1985 tentang Penetapan hari, tanggal bulan dan tahun Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul yang ditandatangani oleh bupati saat itu Drs KRT Sosro Hadiningrat tanggal 14 Juni 1985.

Makna Slogan Gunungkidul Handayani

Kabupaten Gunungkidul memiliki slogan yakni “Gunungkidul Handayani” slogan ini mempunyai makna diantaranya:

  1. H – Hijau . Penghijaun harus terus dilakukan, karena penghijauan sebagai kunci dari pembangunan

  2. Aman . Suasana di gunungkidul harus senantiasa aman dan tenteram demi mewujudkan stabilitas nasional

  3. N – Normatif . Semua kegiatan aparatur pemerintah dan masyarakat senantiasa berpedoman dengan undang2 dab hukum yang berlaku demi mewujudkan masyarakat yang sadar terhadap hukum

  4. D – Dinamis . Dalam melaksanakan pembangunan, masyarakat dilandasi dengan penuh semangat jiwa dan tenaga, sehingga mudah beradaptasi dengan lingkungan dan mencapai keberhasilan

  5. Y – Yakin . Keyakinan sebagai modal dasar untuk melangkah dalam menjalankan program2 kerja, baik dalam bertindak ataupun dalam mengambil keputusan, sehingga permbangunan akan berhasil dengan baik dan lancar.

  6. A – Asah Asih Asuh . Dalam melaksanakan pembangunan, senantiasa mengembangkan sikap2 mendidik dengan penuh kasih sayang, membimbing dan memelihara supaya berkemampuan untuk menjadi mandiri.

  7. N – Nilai Tambah . Hasil dari setiap apa yang dilakukan diharapkan akan mempunyai nilai tambah yang nantinya akan menaikkan kesejahteraan masyarakat

  8. I – Indah. Keindahan Gunungkidul harus senantiasa dijaga, baik objek2 wisata, budaya, religi, dan sejarah. sehingga akan meningkatkan pendapatan daerah setempat.

Slogan diatas tidak akan mempunyai arti sama sekali kalau semua lapisan masyarakat dan aparat pemerintah tidak menghayati dan mengamalkan dengan setulus hati dan dengan penuh semangat. tak hanya masyarakatnya, tapi juga aparat pemerintah yang harus turut serta berperan aktif mempelopori pembangunan.

Tapi entah kenapa banyak generasi muda lebih senang untuk mengadu nasib ke ibukota atau kota- kota besar lain daripada meneruskan pembangunan di kampung halamannya. Mungkin karena pemerintah belum maksimal untuk menyediakan lapangan kerja baru ? atau mungkin para generasi muda itu belum terbuka ide- idenya untuk membuka usaha ? atau mungkin bahkan lebih tertarik untuk mendapatkan uang yang lebih singkat dengan pergi ke ibukota.

 

Artikel terkait Makna Dibalik Slogan Gunungkidul Handayani