lklan-728x90
Menu

Mengunjungi Makam Syekh Siti Jenar Di Daerah Banyuwangi

Nama asli Syekh Siti Jenar yaitu Sayyid Hasan ’Ali Al-Husaini, dilahirkan di Persia, Iran. lalu setelah dewasa memperoleh gelar Syaikh Abdul Jalil. Dan saat datang untuk berdakwah ke Caruban, sebelah tenggara Cirebon. Dia memperoleh gelar Syaikh Siti Jenar ataupun Syaikh Lemah Abang atau Syaikh Lemah Brit. Syaikh Siti Jenar merupakan seorang sayyid atau habib keturunan dari Rasulullah Saw. Keturunan lengkapnya yaitu Syekh Siti Jenar. Syaikh Siti Jenar lahir sekitar tahun 1404 M di Persia, Iran. Mulai dari kecil ia berguru kepada ayahnya Sayyid Shalih dibidang Al-Qur’an serta Tafsirnya. Dan Syaikh Siti Jenar kecil berhasil menghafal Al-Qur’an pada saat usia 12 tahun. Saat ini makam syekh siti jenar begitu terkenal.

Selanjutnya ketika Syaikh Siti Jenar berusia 17 tahun, maka dia bersama ayahnya berdakwah dan berdagang ke Malaka. Tiba di Malaka ayahnya, antara lain Sayyid Shalih. Diangkat menjadi Mufti Malaka oleh Kesultanan Malaka yang ada dibawah pimpinan Sultan Muhammad Iskandar Syah. Pada waktu itu. Kesultanan Malaka ialah di bawah komando Khalifah Muhammad 1, Kekhalifahan Turki Utsmani. Akhirnya Syaikh Siti Jenar serta ayahnya bermukim di Malaka. Lalu pada tahun 1424 M, Ada perpindahan kekuasaan antara Sultan Muhammad Iskandar Syah pada Sultan Mudzaffar Syah. Sekaligus pergantian mufti baru dari Sayyid Sholih yaitu ayah Siti Jenar pada Syaikh Syamsuddin Ahmad.

Ajaran Syekh Siti Jenar yang begitu kontroversial terkait dengan konsepnya tentang hidup serta mati. Tuhan dan kebebasan, dan juga tempat berlakunya syariat tersebut. Syekh Siti Jenar memandang jika kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai kematian. Sebaliknya, apa yang disebut umum sebagai kematian, justru disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki serta abadi olehnya.

Sejarah Makam Syekh Siti Jenar

Banyak dari kalangan masyarakat religi yang tidak kenal dibanyuwangi ada petilasan atau makam Syekh Siti Jenar. Salah satu penyebar agama islam yang ada di pulau Jawa. Asal usul dari syech siti jenar. Di masyarakat ada variasi cerita mengenai syeh siti jenar serta tempat makam banyak di temukan di pulau jawa. Ada sebagian umat islam menganggap  ajarannya yang sesat. Tapi sebagian lain  menganggap  jika syech siti jenar ialah seorang Sufi yang mempunyai ilmu, baik ilmu intelektual ataupun ilmu spiritual.

Di Banyuwangi terdapat petilasan Syech Siti Jenar berada di desa lemahbang Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Menurut juru kunci makam Turin mengungkapkan, bahwa  makam ini sudah ada sejak abad XIV masehi. Makam ini terdapat kaitan dengan  sejarah nama desa ini yakni Lemahbang. Petilasan ini mulai disentuh pembangunan di tahun 2006. Tahun – tahun sebelumya petilasan ini telah berulang kali di renovasi tetapi roboh. Hal itu karna pembangunan belum memperoleh ijin restu. Ada yang mengatakan bahwa Setiap di bangun pasti rusak maka pada tahun 2006 para tokoh masyarakat desa Lemahbang melakukan ritual guna minta ijin pembangunan makam syekh siti jenar.

Pembangunan Makam Syekh Siti Jenar

Tetapi yang bau rokso penjaga makam ini dari alam goib mengajukan persyaratan guna pembangunan makam ini. Persyaratan  yang di minta ialah atap terbuat dari lalang. Serta soko yang di minta dari kayu jati harus diambil dari alas purwo. Dan Semua persyaratan di setujui maka di bangunlah makam itu sampai saat ini. Turin juga mengungkapkan lebih jauh, setiap masyarakat desa sini yang memiliki hajat harus melakukan ritual selamatan di petilasan ini untuk minta ijin. Pada catatan Desa Lembahbang kulon, ketertarikan para pengunjung datang ke makam Syeh Siti Jenar terus mengalami peningkatan. Hal seiring kepedulian masyarakat setempat serta pemerintah desa Lemahbang.

Ziarah Makam Syekh Siti Jenar

Apabila dirincikan sudah puluhan ribu pengunjung telah hadir dengan segala penjuru dari luar jawa bahkan dari luar negeri. Sekdes Lemahbang Yamadi mengungkapkan, pengunjung dari aceh, kalimantan, lombok, banten, Banyumas, dari Kebumen, Semarang. Dan bahkan pengunjung juga dari Singapura sempat berkunjung ke makam Syekh Siti Jenar. Kadang mereka datang sendiri dan kadang pengunjung datang dengan cara berombongan  . Tempat ini ramai seperti halnya tempat wisata. Untuk keseimbangan jumlah pengunjung memang dibutuhkan perhatian semua pihak termasuk pemerintah banyuwangi. Dan Akses jalan menuju lokasi petilasan yang juga menjadi satu dengan jalan masyarakat setempat yang utamanya untuk akses jalan hasil dari pertanian. Baca juga ulasan mengenai alun alun kota batu untuk menambah wawasan anda.

Artikel terkait Mengunjungi Makam Syekh Siti Jenar Di Daerah Banyuwangi