lklan-728x90
Menu

Kumpulan Jenis Tanaman Yang Cepat Tumbuh Di Gunungkidul

14/10/2016 | Pertanian, Serba - Serbi

Tanaman Yang Cepat Tumbuh – Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi DI Yogyakarta. Secara geografis, Kabupaten Gunungkidul terletak di 110 ̊21′ – 110 ̊50′ bujur timur dan 7 ̊46′ – 8 ̊09′ lintang selatan. Kabupaten Gunungkidul terletak di bagian selatan Provinsi DI Yogyakarta. Luas wilayah Kabupaten Gunungkidul adalah 1.485,36 km2 atau sekitar 46,63 % dari luas  wilayah Provinsi DI Yogyakarta. Ibukota Kabupaten Gunungkidul yaitu Kota Wonosari. Kota Wonosari terletak di sebelah tenggara Kota Yogyakarta dengan jarak ±39 km. Kabupaten Gunungkidul terdiri dari 18 kecamatan, 144 desa, 1416 dusun, 1583 RW, dan 6844 RT.

Kecamatan yang ada di Kabupaten Gunungkidul antara lain Kecamatan Panggang, Purwosari, Paliyan, Saptosari, Tepus, Tanjungsari, Rongkop, Girisubo, Semanu, Ponjong, KarangMojo, Wonosari, Playen, Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, dan Semin.  Kabupaten Gunungkidul memiliki topografi karst yang terbentuk dari proses pelarutan batuan kapur. Bentang alam ini dikenal sebagai Kawasan Karst Pegunungan Sewu yang bentangnya meliputi wilayah Kabupaten Gunungkidul, Wonogiri dan Pacitan. Bentang alam pegunungan menyebabkan lahan di Kabupaten Gunungkidul mempunyai tingkat kemiringan yang bervariasi.

kumpulan-jenis-tanaman-yang-cepat-tumbuh-di-gunungkidul

Secara klimatologi, curah hujan rata-rata Kabupaten Gunungkidul sebesar 1720,86 mm/tahun dengan jumlah hari hujan rata-rata 115 hari per tahun. Bulan basah 4–6 bulan, sedangkan bulan kering berkisar antara 4–5 bulan. Musim hujan dimulai pada bulan Oktober–November dan berakhir pada bulan Mei-Juni setiap tahunnya. Puncak curah hujan dicapai pada bulan Desember–Februari. Wilayah Kabupaten Gunungkidul bagian utara merupakan wilayah yang memiliki curah hujan paling tinggi dibanding wilayah tengah dan selatan, sedangkan wilayah Gunungkidul selatan mempunyai awal hujan paling akhir.

Kondisi Tanah Gunungkidul

Di Kabupaten Gunungkidul terdapat dua daerah aliran sungai (DAS) permukaan, yaitu DAS Opak-Oya dan DAS Dengkeng. Masing-masing DAS tersebut terdiri dari beberapa Sub DAS yang berfungsi untuk mengairi areal pertanian. Selain itu juga terdapat DAS bawah permukaan, yaitu DAS Bribin. Air pemukaan (sungai dan mata air) banyak dijumpai di Gunungkidul wilayah utara dan tengah. Di wilayah tengah beberapa tempat memiliki air tanah yang cukup dangkal dan dimanfaatkan untuk sumur ladang.

Keadaan klimatologi dan keterbatasan supply air menyebabkan terganggunya aktivitas pertanian terutama pertanian yang membutuhkan cukup banyak air seperti tanaman padi. Selain itu, keterbatasan sumber mata air permukaan menyebabkan beberapa wilayah di Kabupaten Gunungkidul menjadi kekurangan sumber air. Pada Kabupaten Gunungkidul terdapat 5 macam jenis tanah, yaitu Mediteran, Litosol, Latosol, Grumosol, dan Rendzina.

Penggunaan lahan di Kabupaten Gunungkidul terdiri dari lahan sawah sebesar 7.865Ha, lahan pekarangan/bangunan sebesar 25.419Ha, lahan tegalan/ladang/kebun sebesar 67.199Ha, lahan kolam/tambak sebesar 103Ha, lahan hutan rakyat sebesar 24.968Ha, lahan hutan negara sebesar 13.717Ha dan lahan yang belum difungsikan sebesar 9.265Ha. Penggunaan lahan yang paling mendominasi di Kabupaten Gunungkidul adalah lahan tegalan/ladang/kebun. Penggunaan lahan sebagai tegalan/ladang/kebun tersebut dikarenakan mayoritas penduduk Kabupaten Gunungkidul bekerja di bidang pertanian.

Jenis Tanaman Yang Cepat Tumbuh

Salah satu tanaman yang cepat tumbuh di Gunungkidul adalah kayu jabon. Nilai ekonomi yang tinggi dari kayu jabon (Anthocephalus cadamba Miq) merupakan salah satu tanaman yang mulai dilirik untuk pembangunan hutan tanaman rakyat, hutan rakyat dan hutan tanaman industri. Jenis ini termasuk cepat tumbuh, berbatang silindris dengan tingkat kelurusan tinggi, pemanfaatan kayu sudah dikenal luas masyarakat, serta teknik silvikulturnya telah dikuasai. Kayu jabon dapat digunakan sebagai bahan baku kayu veener, korek api, kotak pallet, seedling board, mebel, kertas dan rayon, serta hard box dan kayu gergajian.

Dukungan bibit unggul jenis menjadi dasar pemikiran perlunya penelitian dan membangun populasi dasar untuk mendukung program pemuliaan jenis potensial ini. Lokasi plot populasi dasar di Gunung Kidul dengan menggunakan materi genetik dari sebaran alam Sumbawa, NTB. Sedangkan tujuan penelitian ini untuk mengetahui kinerja pertumbuhan dan persen hidup  tanaman jabon pada umur 2 tahun. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tinggi per famili bervariasi antara 192,56 cm – 346,80 cm dengan rata-rata 264,14 cm, variasi diameter antara 40,5 mm – 69,95 mm dengan rata-rata 54,64 mm.

Sedangkan rata-rata persen hidup tergolong baik yaitu 75,35 %,” kata peneliti KSDG  Balai Besar Penelitian dan pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (B2P2BPTH) Yogyakarta. Lokasi penelitian ini memiliki iklim kering (tipe iklim C) dengan curah hujan 1.894 mm/tahun. Topografinya sebagian landai hingga bergelombang dengan ketinggian antara 170-200 m dpl, sebagian berbatau dan memiliki jenis tanah grumosol hitam. Famili tidak berpengaruh nyata untuk karakteristik pertumbuhan tinggi dan diameter tanaman. Famili nomor 5, 19, 22 dan 26 menduduki rangking terbaik untuk kedua karakteristik pertumbuhan. Sedangkan famili 3, 8, 13 dan 27 memiliki nilai rata-rata terendah.

Cara Penanaman Kayu Jabon

Apakah Anda pernah mendengar nama pohon Jabon? Akhir-akhir ini nama pohon Jabon menjadi lebih terkenal karena permintaan akan kebutuhan kayu dimasyarakat kita terus meningkat, sedangkan saat ini pemerintah gencar melarang penggunaan dan penebangan kayu bulat hasil penebangan di alam liar. Akhirnya banyak industri kayu yang tutup karena kekurangan pasokan kayu. Sejalan dengan alasan tersebut, pohon Jabon yang memiliki karakteristik kayu bulat dan berdiameter besar ini (pernah ditemukan mencapai tinggi 45m dengan diameter lebih dari 100cm) muncul sebagai pohon yang dapat memenuhi permintaan pasar. Melihat peluang tersebut, banyak orang kemudian berinvestasi membudidayakan pohon Jabon ini dalam jumlah yang besar.

Bibit jabon dapat diperoleh dari anakan jabon yang tumbuh di bawah pohon induk jabon. atau dapat pula diperoleh langsung dengan membelinya pada para pembuat bibit pohon kehutanan. Perkebunan pada umumnya menggunakan jarak tanam yang direkomendasikan yaitu 4 x 5m, untuk memaksimalkan pertumbuhan diameter batang pohon Jabon. Cara penanaman dan budidaya pohon Jabon tidaklah terlalu sulit. Pertama-tama, buatlah lubang dengan lebar 40cm x panjang 40cm x dalam 50cm (untuk bibit 40 – 50 cm). Campurkan pupuk kompos dengan NPK 2,5 gr lalu masukan dan endapkan dalam lubang tadi setinggi 30cm. Sebaiknya tunggu sekitar 3 sampai 7 hari, lalu masukkan bibit pohon Jahon.

Perawatan Tanaman Jabon

Sobek polibag bibit Jabon, lalu pindahkan dan dudukan benih pohon Jabon dengan posisi yang benar dan rata. Kemiduan isi tanah yang telah dicampuri kompos sebagai penutup akar dengan tanah setinggi 20cm. Sebaiknya tanah yang diisikan jangan terlalu dipadatkan. Sisa lubang sedalam 10 cm dapat digunakan untuk kantong air. Rawatlah kebersihan di sekitar pohon Jabon tumbuh agar sumber makanan yang diserap akar tidak terganggu dan benar-benar dapat maksimal diserap akar pohon. Lakukan perawatan ini pohon berusia 1 tahunan.

Sampah serasah dari pohon Jabon ini sebaiknya di kumpulkan disekeliling pohon dengan radius jarak 1 meter. Sampah serasah dapat cepat terdekomposisi dan dapat bermanfaat menjadi hara yang baik untuk pohon Jabon. Siramlah serasah dengan bakteri pengurai untuk mempercepat proses fermentasi. Untuk perawatan rutin, Anda dapat menyemprotkan pestisida secara aktif 1 atau 2 minggu sekali selama 3-5 bulan. Penyemprotan ini berguna agar daun tidak dimakan ulat. Hentikan penyemprotan jika daun dari pohon Jabon dirasa sudah cukup banyak.

Pada masa pertumbuhan, pemupukan dapat dilakukan hingga pohon Jabon berusia 3 tahun. Hal ini disebabkan karena setelah usia pohon Jabon 3 tahun ke atas, pohon Jabon telah memiliki daya resap yang baik terhadap unsur hara yang didalam kandungan tanah disekitar pohon ini tumbuh. Tetapi jika Anda memiliki dana yang cukup, tidak ada salahnya untuk terus melakukan pemupukan terhadap pohon Jabon hingga mendekati usia panen, yaitu sekitar 5 sampau 6 tahun agar hasil pertumbuhan dari pohon Jabon dapat lebih maksimal lagi. Sebagai catatan, sebaiknya Anda memilih pupuk kandang yang tidak berbau kotoran, tidak berbau humus, dan juga tidak panas. Pupuk dengan kriteria tersebut ialah pupuk kandang yang sudah matang. Tidak disarankan untuk menggunakan pupus kandang yang belum matang untuk memupuk pohon Jabon ini. Tanaman ini tergolaong tanaman yang cepat tumbuh.

kumpulan-jenis-tanaman-yang-cepat-tumbuh-di-gunungkidul

Tanaman Bunga Amarilis

Jenis tanaman yang cepat tumbuh di Gunungkidul adalah tanaman bunga amarilis. Hampir setiap rumah di wilayah Gunungkidul mempunyai tanaman bunga ini.  Tanaman yang cepat tumbuh ini mempunyai bunga yang sangat indah dan berwarna orange.  Mendadak nama Amarylis begitu top di dunia maya. Penyebabnya adalah rusaknya sebuah taman bunga dengan isi bunga amarylis di Gunung Kidul, Jogjakarta setelah tidak mampu menampung ribuan wisatawan yang berkunjung ke taman bunga tersebut. Akibat membludaknya pengunjung plus kelakuan tidak bertanggung jawab dari pengunjung yang selfie-selfie tanpa bisa menjaga keutuhan bunga, kebun bunga milik pak Sukadi luluh lantak. Bunga Amarylis atau disebut juga bunga Lily memiliki bentuk mahkota bunga yang mirip terompet. Amarylis bukanlah bunga asli Indonesia. Menurut berbagai sumber, asal bunga ini adalah dari Amerika Selatan dan Afrika. Argentina dan Brazil disinyalir menjadi daerah asal bunga cantik ini.

Bunga ini dikenal dengan nama Latin Hippeastrum, nama familinya Amaryllidaceae. Nama Hippeastrum lebih dikenal di luar negeri, sedangkan di Indonesia lebih familier bunga Amarilis atau bunga Lily. Total terdapat 60 genus dan 800 spesies bunga ini di seluruh dunia. Warna bunga Hippeastrum sangat menarik yaitu warna merah, putih, merah muda, orange, dan krem. Serta bercorak garis-garis merah muda di atas warna putih, ada juga yang bercorak seperti batik, dan ada juga yang berwarna ganda karena hasil persilangan. Tinggi tanaman ini sekitar 60 cm bahkan jika dibiarkan di alam liar bisa sampai 80 cm. Diameter umbi 5-10 cm. Dari umbi ini akan muncul 1-2 batang Amarilis yang bisa menyokong 2-12 kuntum Amarilis. Tanaman yang mudah tumbuh ini banyak penggemarnya.

Secara keseluruhan jika diperhatikan bunga ini mirip bawang bombay. Punya bonggol/umbi yang beruas-ruas dengan tunas di antara ruas tersebut. Bonggol inilah yang digunakan untuk perbenyakan secara vegetatif. Caranya dengan mencacah atau memotong-motong bonggol dan menanamnya ke tanah. Keunikan amarilis ini adalah bisa tahan hingga 50 tahun dan berbunga 1-2 kali setahun di bulan September sampai Maret. Kondisi favorit bunga ini untuk tumbuh baik adalah mendapat sinar matahari langsung. Habitat aslinya di semak pegunungan atau daerah berpasir. Hidupnya berkelompok rapat.

Manfaat Bunga Amarylis

Bunga amarilis, atau yang juga dikenal sebagai bunga bakung merupakan salah satu bunga yang cantik dan juga enak dipandang. Namun demikian, siapa sangka, meskipun cantik dan enak dipandang, bunga amarilis ini juga memiliki beberapa manfaat, terutama sebagai salah satu obat-obatan herbal. Manfaat pertama dari bunga bakung alias bunga amarilis ini adalah mampu untuk membantu menyembuhkan dan juga mengobati gejala keseleo pada tubuh anda. paling tidak, dengan menggunakan bunga amarilis ini, rasa sakit ataupun gejala keseleo yang anda rasakan bisa cepat mereda, sehingga anda tidak akan merasa kesakitan lagi.

Cara menggunakan bunga bakung atau amarilis ini untuk mengobati keseleo sebenarnya cukup mudah dan juga sangat sederhana. Anda hanya perlu melayukan bunga bakung di dekat api, hati = hati jangan sampai terbakar. Kemudian setelah bunga amarilis tersebut layu, tempelkan bunga yang sudah layu tersebut pada bagian tubuh anda yang megnalami keseleo, seperti mengompresnya.

Manfaat berikutnya dari bunga amarilis alias bunga bakung ini adalah mampu membantu mengobati nyeri dan juga sakit pinggang. Manfaat ini mirip seperti manfaat pertama bunga amarilis, yaitu mengobati dan meringankan gejala keseleo. Dengan memanfaatkan bunga bakung ini, anda bisa paling tidak mengurangi kemunculan gejala – gejala nyeri pinggang yang muncul pada pinggang anda. Untuk penggunaanya, bunga bakung membutuhkan tambahan lain, berupa tambahan jahe merah. Siapkan saja bunga bakung dan juga jahe merah dengan perbandingan 1 : 1, lalu tumbuh haus kedua bahan tersebut. Setelah halus, balurkan pada bagian pinggang anda untu meredakan rasa nyeri pinggang yang muncul pada diri anda.

Anda sakit gigi? Bingung bagaimana cara mengobati sakit gigi dengan baik? Selain melakukan pemeriksaan ke dokter, anda juga bisa menyembuhkan atau paling tidak meredakan rasa sakit gigi yang anda alami dengan bahan bunga bakung atau bunga amarilis ini loh. Ya, bunga amarilis memiliki manfaat yang sangat baik untuk membantu meredakan, dan membantu mengobati sakit gigi. Kali ini, anda bisa menggunakan bagian akar dari bunga bakung. Pertama – tama cuci bersih terlebih dahulu akar dari bunga bakung, lalu kemudian pijat akar tersebut, dan tempelkan pada bagian gigi yang terasa sakit. Hal ini akan membantu meredakan rasa sakit gigi anda selama beberapa waktu.

Dari segi kesehatan pencernaan, bunga amarilis alias bunga bakung ini juga memilki manfaat yang sangat baik untuk membantu melancarkan proses buang air kecil. Apabila mungkin anda mengalami masalah pencernaan, terutama kesulitan dalam buang air kecil, maka penggunaan bunga amarilis merupakan salah satu hal yang bisa anda coba. Cara menggunakannya juga sangatlah mudah dan juga simple. Anda cukup mengambil daun bunga bakung, kemudian mengoleskannya dengan minyak kelapa. kemudian tempelkan daun yang sudah dioleskan dengan minyak kelapa ini pada bagian sekitar kandung kemih anda. hal ini akan memberikan manfaat lancarnya buang air kecil anda.

Manfaat lainnya dari bunga bakung yang baik untuk kesehatan adalah untuk pengobatan penyakit borok. Ya, borok merupakan salah satu penyakit kulit yang cukup mengganggu, dan banyak yang mencari penangkalnya. Ternyata bunga amarilis ini juga memiliki manfaat yang sangat baik untuk mengobati borok pada kuit anda loh. Cara penggunaannya sangat mudah. Anda hanya perlu mengambil bunga bakung secukupnya, lalu tumbuk halus bunga bakung alias bunga amarilis tersebut. Setelah itu campurkan degnan sedikt air, dan peras hingga kering. Balurkan air hasil perasan tersebut pada bagian kulit yang mengalami gejala borok. Tanaman yang cepat tumbuh ini ternyata memiliki banyak manfaat yang tersembunyi.

Demikian ulasan tentang jenis tanaman yang cepat tumbuh di wilayah Gunungkidul. Dengan mengetahui jenis tanaman dan manfaat ini semoga anda bisa merawat dan mengembangkan jenis tanaman yang cepat tumbuh ini.

 

 

 

Artikel terkait Kumpulan Jenis Tanaman Yang Cepat Tumbuh Di Gunungkidul