lklan-728x90
Menu

Kualitas Udara Membaik, Status Darurat Asap Riau Dicabut

Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau mencabut status darurat pencemaran udara akibat asap kebakaran hutan yang terjadi di wilayah itu. Kepala Badan Lingkungan Hidup Riau Yulwirawati Moesa mengatakan status tersebut dicabut setelah indeks standar pencemaran udara berada pada level sehat.

Kabut Asap

Perubahan kualitas udara itu terjadi lantaran Riau diguyur hujan sejak lima hari terakhir. Seiring dengan perubahan itu jarak pandang juga semakin jauh. Misalnya saja di Pekanbaru jarak pandang mencapai radius 5.000 meter, di Rengat 5.000 meter, di Pelalawan 3.000 meter, dan di Dumai 8.000 meter. Selain itu, pergerakan angin dari selatan ke utara telah berubah sehingga asap kiriman dari Sumatera Selatan dan Jambi berkurang.

Yulwirawati mengatakan status darurat masih dipertahankan untuk kebakaran hutan dan lahan. Dia mengaku tetap waspada dengan kondisi tersebut karena cuaca panas berpotensi kembali melanda Riau saat memasuki Februari 2016.

Yulwirawati mengatakan pemerintah Riau sudah mempersiapkan beberapa langkah antisipasi seperti mempercepat pembangunan sekat kanal di wilayah rawan kebakaran hutan terutama di daerah yang memiliki lahan gambut. Saat ini, sudah ada 3.354 sekat kanal di 1.105 embung dibangun baik di lahan perusahaan maupun di lahan masyarakat untuk menjaga kadar air di lahan gambut tetap basah dan tidak mudah terbakar.

Dinas kesehatan Provinsi Riau, mencatat korban terpapar akibat asap telah mencapai 81.514 orang untuk berbagai macam penyakit. Korban sebanyak 97.139 orang itu berasal data per 30 Oktober 2015 dengan rincian penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) 81.514 orang, pneumonia 1.305 orang, asma 3.744 orang, iritasi mata 4.677 orang, iritasi kulit 5.899 orang.

Data tersebut dihimpun dari puskesmas, posko kesehatan tetap di delapan titik di Pekanbaru, pos kesehatan bergerak dan pos kesehatan di Riau. Kelompok rentan gangguan kesehatan antara lain lansia, ibu hamil, ibu melahirkan, balita para penderita jantung, hipertensi, asam yang terpicu asap sering mengunjungi pos kesehatan.

Menteri Sosial juga meminta pemerintah Riau agar perlu sosialisasi terus menerus tentang indeks standar indeks standar pencemaran udara (ISPU) dimasing-masing wilayah, sehingga penanganan dikala asap telah berada di level berbahaya bisa disiagakan termasuk proses evakuasi.

Artikel terkait Kualitas Udara Membaik, Status Darurat Asap Riau Dicabut