lklan-728x90
Menu

Kondisi Tanah Yogyakarta Cocok Untuk Budidaya Semangka

22/10/2016 | Pertanian

Budidaya Semangka – Buah semangka adalah buah yang memiliki rasa manis dan segar serta banyak mengandung air di dalamnya. Buah semangka atau yang memiliki nama latin Citrullus lanatus. Dan masih sama dengan buah buahan jenis lainnya, semangka bisa hidup di daerah tinggi dan bisa juga hidup di dataran rendah. Sama dengan mentimun dan buah melon, buah semangka masih satu di dalam keluarga labu Labuan atau Cucurbitaceae.  Apabila anda seorang petani dan ingin melakukan budidaya semangka maka itu adalah suatu keputusan yang sangat tepat, sebab jika di lihat dari segi pasaran dan tingkat permintaan konsumen, buah yang memiliki rasa manis ini cukup banyak peminatnya dan semakin meningkat setiap harinya.

kondisi-tanah-yogyakarta-cocok-untuk-budidaya-semangka

Cara budidaya semangka adalah salah satu aspek dan usaha yang sangat menjanjikan, namun dalam menanam semangka tidaklah semudah membalikan telapak tangan, tentu perlu ketekunan dan pengalaman yang sangat baik. Selain itu anda selaku para petani harus memperhatikan hal hal yang mencakup tentang budidaya semangka ini, seperti proses perawatan, pengolahan media lahan, pemberian pupuk dan lain sebagainya. Dan kandungan unsur organik yang terkandung di dalam lahan tanam harus benar benar subur dan gambur guna tanaman dapat berkembang dan tumbuh dengan baik, idealnya untuk budidaya semangka memiliki kadar keasaman atau PH yang terkandung di dalam tanah mencapai angka 6 – 6,7.

Budidaya Semangka Di Jogja

Salah satu contoh budidaya semangka di Jogja adalah di daerah Sleman, tepatnya di kecamatan Tempel. Kelompok Afinitas adalah kelompok penerima manfaat dari Program Desa Mandiri Pangan di Desa Mororejo Kecamatan Tempel. Kelompok ini merealisasikan rencana usaha kelompok dengan budidaya tanaman semangka dan melon seluas 5 Ha. Fasilitasi yang dimiliki kelompok afinitas dengan menggunakan tambahan modal ke Lembaga Keuangan Desa di pergunakan secara optimal oleh kelompok sehingga pada tahun 2015 memperoleh hasil yang menggembirakan.

Keberhasilan budidaya semangka dan melon tidak lepas dari dukungan beberapa pihak diantaranya dukungan dari Pemerintah Desa Mororejo,Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL)  dan pihak-pihak lain yang terkait. Budidaya tanaman hortikultura merupakan usaha yang bisa diharapkan di kelompok Ngudi Mulyo, dengan komitmen semua anggota kelompok pola tanam yang disepakati selama ini. Sebagai gambaran analisa usaha budidaya Melon di kelompok Ngudi Mulyo adalah sebagai berikut:

  • Dengan luas lahan 2000 m2 jumlah tanaman melon ±3000 tanaman
  • Setiap pohon menghasilkan rata-rata 1,5 kg x 3000 tanaman = 4.500 kg
  • Harga jual 8.000,-/kg sehingga hasil kotor  yang diperoleh Rp. 36.000.000,-
  • Prediksi biaya produksi untuk setiap tanaman sebesar Rp. 4.000,-/tanam, sehingga total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp. 12.000.000,-
  • Keuntungan yang diperoleh petani Ngudi Mulyo sebesar Rp. 24.000.000,-/musim tanam

Sedangkan gambaran analisa usaha tanaman semangka adalah sebagai berikut:

  • Dengan luas lahan 2000 m2 jumlah tanaman semangka ± 700 batang
  • Setiap pohon menghasilkan rata-rata 2 buah x 700 tanaman = 1400 buah
  • Total hasil yang diperoleh 1400 buah x 4 kg = 5.600 kg
  • Harga jual Rp. 3000,-/buah, sehingga total pendapatan RP. 16.800.000,-/ musim
  • Prediksi beaya operasional per tanaman sebegsar Rp. 3.000,- x 700 tanaman = Rp. 2.100.00,-
  • Total keuntungan yang diperoleh dari hasil budidaya semangka adalah sebesar Rp. 14.700.000,-/musim tanam

Namun demikian masing-masing usaha budidaya tentunya ada kelebihan dan kekurangan baik secara teknis maupun non teknis. Salah satu upaya kelompok mengatasi hambatan dalam budidaya hortikulura (Semangka dan Melon) adalah melalui kerjasama atau bermitra dengan berbagai pihak yang mendukung diantaranya perusahaan pupuk organik dan pengusaha buah-buahan.

Petani Semangka Jogja

Persaingan dalam dunia ekonomi semakin meningkat dari tahun ke tahun, seperti di sektor pertanian. Tidak hanya bahan pokok yang menjadi acuan utama, tetapi ternyata menanam buahpun juga bisa menjadi bisnis yang menguntungkan. Pak Kukuh, menjadi petani semangka adalah sumber penghasilan utamanya.

Pak Kukuh yang kesehariannya bekerja menjadi petani di pesisir Pantai Glagah ini sudah bertani sejak 20 tahun lebih. Dia memutuskan menjadi petani karena mendapatkan warisan tanah dari orang tua sekaligus menjadi mata pencaharian. Di Pantai Glagah sendiri mempunyai musim-musin tanam setiap tahunnya. Pada bulan Februari-Mei adalah masa tanam cabai sekaligus panen. Kemudian, pada bulan Agustus mulai menanam buah semangka. Pak Kukuh mempunyai lahan lebih dari 4.000 m dan dia hanya menanam buah Semangka Inul (bentuknya lonjong, warna kulit hijau tua). Dalam sekali tanam, dengan luas tanah 4.000 m bisa untuk menanam benih sebanyak 2100 benih.

Proses untuk menanan buah inipun hampir sama dengan cara bertani pada umumnya. Proses dari awal, yaitu membajak tanah, membuat bedeng (batas-batas), memberi pupuk kandang kemudian organik, membuat mulsa. Kemudian, memproses benih selama 9 hari, selagi menunggu lahan jadi. Setelah itu baru penanaman benih dan perawatan selama 60 hari dari masa tanam. Selama proses pananaman dan perawatan, para petani dibantu oleh warga sekitar yang juga mempunyai lahan. Jadi saling bergantian dari lahan satu ke lahan lain atau biasanya orang di daerah tersebut menyebutnya ‘lebotan’.

Buah semangka hasil panen di Pantai Glagah biasanya dibeli oleh pengepul dengan harga Rp3.200/kg untuk jenis A (berat buah di atas 2kg). Sedangkan yang jenis B (berat buah di bawah 2kg) separuh dari harga jenis A. Hasil panen tahun ini cukup bagus, Pak Kukuh bisa memanen semangka untuk jenis A sebanyak 6 ton dan jenis B 1,6 ton.

Cara Budidaya Semangka Yang Baik Dan Benar

Nah, apabila anda tertarik dan ingin mengetahui bagaimana cara menanam semangka yang baik dan menghasilkan keuntungan yang lumayan, kami akan memberikan informasi kepada anda tentang Cara Menanam Semangka Yang Baik dan benar. Simak ulasan secara lengkapnya dibawah ini.

Perlu anda ketahui, buah semangka bukan berasal dari daerah tropis sehingga agar hasil dari menanam semangka mendapatkan hasil yang maksimal anda harus mengetahui beberapa faktor yang menunjang pertumbuhan buah semangka. Faktor pertama yang harus anda perhatikan adalah suhu, suhu yang ideal untuk cara menanam semangka berada pada suhu kurang lebih di angka 25 derajat Celsius. Kemudian curah hujan yang cocok untuk budidaya semangka rata rata berkisar antara 40 – 50 mm/bulan.

Kemudian dengan intensitas cahaya matahari merata selama satu hari penuh, dan tanaman ini dapat tumbuh secara optimal pada daerah yang memiliki ketinggian antara 100 – 300 meter diatas permukaan laut. Namun bisa juga tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian di bawah 100 meter di atas permukaan laut dan di daerah yang memiliki ketinggian di atas 300 meter diatas permukaan laut.

Kemudian cara menanam semangka yang harus anda lakukan selanjutnya adalah dengan menyiapkan dan mengolah lahan tanam. Buah semangka bisa di tanam di area lahan bekas sawah dan kebun atau lahan yang memiliki pancaran sinar matahari yang baik. Setelah media tanam di siapkan bersihkan lahan tersebut hingga benar benar bersih. Bersihkan rumput liar atau tanaman yang tumbuh di lahan tersebut, selain itu bersihkan juga batu atau material keras lainnya, guna untuk memperlancar pertumbuhan dan perkembangan semangka.

Agar semangka dapat tumbuh dengan baik, usahakan lahan tanam tersebut memiliki tanah yang subur dan gambur. Memiliki bahan organik atau unsur hara yang cukup serta tidak memiliki kandungan asam yang banyak, Kadar keasaman yang terkandung di dalam tanah atau PH untuk cara menanam semangka berada pada angka 6 – 6,7. Apabila kadar keasaman belum normal atau ideal sebaiknya lakukan pengapuran pada lahan tanam sesuai aturan.

Kemudian setelah lahan siap dan sudah di bersihkan bajak lahan dengan menggunakan cangkul atau alat bajak. Cangkul hingga sedalam 30 – 40 cm sampai tanah benar benar gambur, kemudian buatlah bedengan pada lahan tanam, dengan lebar bedengan mencapai 6 – 7 meter kemudian tinggi bedengan sekitar 20 -30 cm dan panjang di sesuaikan dengan panjang lahan tanam. Lalu buatlah parit atau jarak antara bedengan sekitar 70 – 100 cm dan buat parit antara bedengan dengan rapih untuk drainase.

Cara menanam semangka saat proses pengolahan lahan, ketika 1 minggu sebelum tanam buatlah lubang tanam pada bedengan tersebut berdiameter 10 cm, dengan jarak antara lubang tanam dengan lubang lainnya sekitar 30 cm x 30 cm atau di sesuaikan dengan ukuran bedengan dan di berikan pupuk kandang dengan dosis pupuk kandang 4 kg, pupuk DS 28 gram pupuk Za 15 gr serta pupuk ZK 20 gram. Kemudian agar tanah dalam media tanam memiliki kandungan air yang cukup maka tanah perlu di siram dan di rendam mencapai ¾ tinggi bedengan hingga air bisa meresap masuk kedalam bedengan.

kondisi-tanah-yogyakarta-cocok-untuk-budidaya-semangka

Proses Pembibitan Semangka

Berikutnya dalam cara menanam semangka selanjutnya yaitu melakukan proses pembibitan buah semangka. Apabila anda ingin menanam semangka tanpa biji atau menyukai tanaman semangka tanpa biji carilah bibit terbaik yang berasal dari petani semangka tanpa biji yang ada di sekitar kota anda. Setelah bibit semangka di dapatkan kemudian lakukan penyemaian di dalam polybag dengan menggunakan media tanam berupa tanah yang sudah di campur dengan pupuk kandang yang sudah masak.

Siram bibit yang sedang di semai setiap pagi dan sore, hingga bibit tumbuh berkecambah dan memiliki 3 – 4 helai daun di setia bibitnya. Umumnya bibit yang sedang di semai di pindahkan kedalam media lahan tanam saat bibit sudah berusia 30 hari setelah bibit di tanam di media semai.

Setelah bibit yang sudah di semai siap untuk di pindahkan kelahan tanam atau sudah berumur 30 hari, maka cara menanam buah semangka selanjutnya adalah dengan memindahkan bibit terebut ke dalam lubang yan sudah di sediakan tadi. Masukan bibit kedalam lubang dengan hati hati, ambil plastik polybag media semai dengan perlahan kemudian masukan kedalam lubang tanam dan kemudian tutup kembali lubang dengan tanah dan siram lubang dengan menggunakan air agar tidak ada celah yang terbuka dan menjaga kelembapan lubang tanam.

Perawatan Tanaman Semangka

Agar hasil panen tanaman semangka memuaskan diperlukan pemeliharaan yang intensif sejak  dari tanam sampai panen. Walaupun ada beberapa factor yang menunjang kesuksesan budidaya semangka.Pemeliharaan dan Pemupukan Buah Semangka Tanaman semangka yang berumur 3-5 hari perlu diperhatikan, apabila tumbuh terlalu lebat/tanaman mati dilakukan penyulaman/diganti dengan bibit baru yang telah disiapkan dari bibit cadangan. Dilakukan penjarangan bila tanaman terlalu lebat dengan memangkas daun dan batang yang tidak diperlukan, karena menghalangi sinar matahari yang membantu perkembangan tanaman.

Tanaman semangka cukup mempunyai dua buah saja, dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa memotong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung cabang sekunder dipangkas dan disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah ditebang karena mengganggu pertumbuhan buah. Pengaturan cabang utama dan cabang primer agar semua daun pada tiap cabang tidak saling menutupi, sehingga pembagian sinar merata, yang mempengaruhi pertumbuhan baik pohon/buahnya.

Tanaman semangka setelah potong pucuk tumbuh banyak cabang 4 – 5 cabang akan tetapi supaya berproduksi optimal dipelihara 3 cabang utama per tanaman. Setelah pemangkasan selesai, tanaman disemprot dengan fungisida agar luka bekas pemangkasan tidak terinfeksi penyakit. Pemangkasan dilakukan setelah cabang tumbuh kira-kira 100cm. Pemangkasan ini sekaligus untuk seleksi cabang, cabang yang di pelihara yang tumbuh kuat dan sragam. Pekerjaan ini bersamaan dengan penataan batang semangka.
Tanaman semangka satu batang dipelihara 3 cabang dan menjalarnya diatur seperti huruf “W” jarak antar cabang 15 – 20 Cm.

Pemangkasan cabang sekunder dilakukan bila pertumbuhan cabang sekunder, terutama di bawah buah, terlalu subur. Cabang sekunder di bawah daun ke- 14 dipangkas selekas mungkin, jangan sampai cabang tumbuh terlalu panjang sehingga kesulitan perawatannya. Apabila terlambat pemangkasan cabang terlalu panjang , maka pemangkasannya disisakan 2 helai daun di setiap cabang.

Proses Penyiangan Gulma

Gulma yang tumbuh banyak juga berpengaruh terhadap penyerapan hara dalam tanah dan juga menyebabkan lingkungan menjadi lembab, sehingga mendukung pertumbuhan cendawan yang bisa menyerang tanaman. Untuk itu sesegera mungkin di siang baik di bagian parit/saluran dan di media jalar. Sebelum di tutup jerami, lahan harus dibersihkan terlebih dahulu. Dengan pemasangan mulsa jerami secepatnya berarti mengurangi pertumbuhan gulma yang bisa mengganggu tanaman semangka dan juga sebagai tempat persembunyian serangan hama. Ada beberapa cara untuk sanitasi kebun agar lahan bersih dari rumput.

Dengan membakar jerami. Lahan semangka sebaiknya bekas tanaman padi , jerami yang tersisa bisa dipakai untuk alas buah. Akan tetapi juga bagus di keringkan lalu di bakar merata di lahan agar rumput dan benih-benihnya bisa musnah. Selain itu hama dan penyakit yang ada bisa berkurang.

Di sepray dengan Herbisida. Setelah persiapan lahan selesai/sebelum tanam parit antar bedengangan serta lahan dan sekitarnya di sepray dengan Herbisida kontak. Contoh : Gramaxon agar saat ada tanaman, lingkungan bersih. 20 hari setelah tanam lahan harus sudah di siang agar bersih dan saat menyiang tidak mengganggu akar tanaman. Kalau penyiangan di lakukan setelah umur 25 hari akarnya sudah dalam dan tanaman sudah panjang, di kawatirkan memutus akar tanaman.

Pemberian pupuk organik pada saat sebelum tanam tidak akan semuanya terserap, maka dilakukan pemupukan susulan yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan. Pada pertumbuhan vegetative diperlukan pupuk daun (Topsil D), pada fase pembentukan buah dan pemasakan diperlukan pemupukan Topsis B untuk memperbaiki kualitas buah yang dihasilkan. Pemberian pupuk daun dicampur dengan insekstisida dan fungisida yang disemprotkan bersamaan secara rutin.

Agar buah semangka warnanya merata dan menarik perlu diadakan pembalikan buah, dan untuk pembalikan buah perlu hati hati agar tangkai buah tidak putus. Pembalikan buah yang pertama dilakukan 15 hari setelah dilakukan penyerbukan bantuan dengan posisi miring. Pembalikan berikutnya pada umur 25 hari atau 10 hari dari pembalikan pertama, dengan posisi buah berdiri. Pembalikan buah semangka bertujuan agar selain warna buahnya rata ( tidak ada yang putih) juga bertujuan agar buah rasanya lebih manis.

Walaupun banyak pedagang yang tidak mempemasalahkan mengenai kemulusan warna semangka akan tetapi kulit yang berwarna putih kadar gulanya lebih rendah di bandingkan yang berwarna hijau. Penghasil buah semangka yang baik sebaiknya di lakukan pemeliharaan yang meliputi berbagi keinginan pasar yang kita tuju dengan menganalisa pasar yang semakin ketat pemasaranya tentulah kualitas buah yang bermutu tinggi dapat laris di pasaran. Cara budidaya tanaman buah ini memang membutuhkan perawatan yang intensif.

 

 

Artikel terkait Kondisi Tanah Yogyakarta Cocok Untuk Budidaya Semangka