lklan-728x90
Menu

Insiden Jatuhnya Pesawat Tempur T-50i Golden Eagle

21/12/2015 | Berita & Peristiwa

Pesawat T-50i Golden Eagle milik TNI AU jatuh saat tengah beratraksi di gelaran Gebyar Dirgantara AAU, Yogyakarta. Dua orang pilot dinyatakan gugur dalam peristiwa tersebut. Jasad kedua perwira tersebut saat ini dievakuasi ke RS TNI AU Hardjolukito, Yogyakarta.

Jatuhnya Pesawat Tempur T-50i Golden Eagle

Dua perwira tersebut adalah Letnan Kolonel Penerbang (Pnb) Marda Sarjono dan Mayor Penerbang Dwi Cahyono. Letnan Kolonel Penerbang Marda Sarjono adalah komandan Skuadron Udara 15 TNI AU tempat T-50 Golden Eagle itu bernaung. Sementara Mayor Penerbang Dwi Cahyono juga bertugas di skuadron tersebut. Saat ini masih berlangsung proses memindahkan pesawat.

Kronologi Jatuhnya Pesawat Tempur T-50i Golden Eagle

Danlanud Adi Sucipto, Marsma Imran Baidirus, mengatakan saat itu pesawat jatuh setelah melakukan atraksi selama lima belas menit di udara. Saat melakukan manuver, pesawat jatuh di halaman timur Lanud Adi Sucipto. Ketinggian sekitar 500 feet. Imran juga mengatakan, pesawat jatuh menghantam tanah lalu terbakar.

Kedua penerbang tidak sempat keluar sebelum pesawat jatuh ke tanah. Saat itu kondisi pesawat dalam keadaan yang laik terbang. Pilot Letnan kolonel Marda Sarjono (Komandan skuardon XV Madiun) dan Back Sitter Kapten Dwi Cahyadi meninggal dunia.

Dwi akan langsung dimakamkan di pemakaman umum di Modinan Sambilegi Lor, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 09.40 WIB (20/12/2015). Pihak TNI sendiri masih fokus mengevakuasi korban, pesawat, dan juga sekeliling.

Analisis Jatuhnya Pesawat Tempur T-50i Golden Eagle

Terdapat tiga hal yang bisa menyebabkan sebuah pesawat terjatuh, yakni faktor cuaca, mesin, dan human error. Jatuhnya pesawat bisa dipastikan bukan karena cuaca buruk yang terjadi di langit Yogyakarta, karena cuacanya begitu cerah.

Kalau bicara masalah pilot dan mesin, butuh waktu untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut sehingga terungkap penyebab kecelakaan yang sebenarnya. Air show semacam itu memiliki risiko tinggi. Pesawat tempur tersebut melakukan manuver berbahaya dan tak lazim.

Apalagi pesawat tempur seperti itu memiliki kecepatan tinggi dan melakukan penerbangan rendah. Pilot benar-benar harus mematangkan akurasinya. Pesawat tempur TNI AU T50i Golden Eagle tersebut relatif baru di dunia militer Indonesia, jadi masih belum terlalu familiar.

Bisa jadi karena tergolong sebagai pesawat baru, berpengaruh terhadap para pilotnya. Tapi bagaimanapun, untuk mendapatkan titik terang penyebab jatuhnya pesawat, tetap harus menunggu penyelidikan dan penjelasan resmi terkait kecelakaan pesawat tempur tersebut.

Artikel terkait Insiden Jatuhnya Pesawat Tempur T-50i Golden Eagle