lklan-728x90
Menu

Inilah Wisata Di Yogyakarta Yang Wajib Untuk Anda Kunjungi

Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai beragam potensi budaya, baik budaya yang tangible (fisik) maupun yang intangible (non fisik). Potensi budaya yang tangible antara lain kawasan cagar budaya, dan benda cagar budaya sedangkan potensi budaya yang intangible seperti gagasan, sistem nilai atau norma, karya seni, sistem sosial atau perilaku sosial yang ada dalam masyarakat. DIY memiliki tidak kurang dari 515 Bangunan Cagar Budaya yang tersebar di 13 Kawasan Cagar Budaya. Keberadaan aset-aset budaya peninggalan peradaban tinggi masa lampau tersebut, dengan Kraton sebagai institusi warisan adiluhung yang masih terlestari keberadaannya, merupakan embrio, dan memberi spirit bagi tumbuhnya dinamika masyarakat dalam berkehidupan kebudayaan terutama dalam berseni budaya, dan beradat tradisi. Selain itu, DIY juga mempunyai 30 museum, yang dua di antaranya yaitu Museum Ullen Sentalu, dan Museum Sonobudoyo diproyeksikan menjadi museum internasional. Pada 2010, persentase benda cagar budaya tidak bergeak dalam kategori baik sebesar 41,55%, sedangkan kunjungan ke museum mencapai 6,42%.

inilah-wisata-di-yogyakarta-yang-wajib-untuk-anda-kunjungi

Yogyakarta adalah salah satu kota tujuan wisata paling populer di Indonesia. Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini masih menjadi salah satu provinsi yang benar-benar melestarikan budaya. Selain dikenal dengan berbagai wisata alam yang indah seperti Gua Pindul dan Pantai Siung, kota tempat tingal Sultan Hamengkubuwono ini memiliki banyak destinasi wisata sejarah dan budaya. Banyak peninggalan-peninggalan maupun tata cara adat Jawa yang masih terus dijaga. Tidak ayal lagi, provinsi kecil di selatan Pulau Jawa ini merupakan salah satu destinasi wisata budaya. Beberapa diantaranya sangat populer. Selain terkenal sebagai kota pelajar dan kota gudeg, Yogyakarta juga punya segudang tempat bersejarah yang bisa kamu kunjungi. Pernah jadi ibukota negara walaupun hanya sementara, Yogyakarta menyimpan banyak kisah bersejarah dari sederet diorama yang dipajang museum-museum. Nah, kalau kamu menggemari wisata sejarah, Yogyakarta bisa jadi pilihan yang pas sebagai destinasi traveling kamu. Dan berikut ini adalah tempat-tempat yang merupakan sejarah di kota Yogyakarta yang juga merupakan salah satu dari tempat wisata di Indonesia yang telah mendunia.

Wisata Candi Prambanan Yogyakarta

Obyek Wisata Candi Prambanan Yogyakarta. Siapa lagi yang tak mengenalnya? candi indah yang berada di Jogja dan merupakan salah satu tujuan destinasi wisata saat di Jogja. Kompleks Candi Prambanan ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan kecamatan Prambanan, Klaten, kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta. Lokasi Obyek Wisata Candi Prambanan Yogyakarta ini persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Letaknya pun sangat unik, Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah adminstrasi desa Tlogo, Prambanan, Klaten. Candi Prambanan sendiri  termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunan ini berbentuk tinggi dan ramping sesuai dengan arsitektur Hindu pada umumnya dengan candi Siwa sebagai candi utama memiliki ketinggian mencapai 47 meter menjulang di tengah kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil.

Kompleks Candi Prambanan juga disebut memiliki seribu buah candi karena adanya cerita rakyat Roro Jonggrang, namun sebenarnya hanya ada sekitar 240 candi di kompleks tempat wisata ini. Tempat wisata ini menghadap timur, tetapi terdapat empat pintu masuk di masing-masing mata angin. Gerbang utama candi ini adalah yang berada di sebelah timur. Candi ini merupakan persembahan bagi Dewa Siwa yang dalam ajaran Hindu dikenal sebagai Dewa Penghancur. Menurut prasasti Siwaghra yang saat ini disimpan di Museum Nasional Indonesia, nama asli kompleks candi ini adalah Siwaghra yang berasal dari bahasa Sansekerta, yang mempunyai arti Rumah Siwa.

karakteristik-candi-prambanan

Karakteristik Candi Prambanan

Karena statusnya sebagai candi persembahan untuk Dewa Siwa, maka candi induk di kompleks ini adalah candi Dewa Siwa yang mempunyai tinggi 47 meter. Candi induk ini diapit dua candi yaitu candi Dewa Wishnu dan candi Dewa Brahma yang masing-masing setinggi 33 meter. Candi ketiga dewa ini disebut dengan Candi Trimurti. Di dalam Candi Trimurti terdapat arca masing-masing dewa. Di depan ketiga candi dewa terdapat tiga Candi Wahana yang mewakili kendaraan masing-masing dewa. Wahana Nandi untuk Dewa Siwa, Angsa untuk Dewa Wishnu dan Garuda untuk Dewa Brahma.

Selain candi-candi tersebut, masih ada banyak sekali candi lain di kompleks ini, yaitu Candi Kelir, Candi Apit, Candi Patok, dan Candi Perwara. Semua candi ini mengelilingi Candi Trimurti. Untuk Candi Perwara, peletakan candi dibagi menjadi empat lapisan atau zona yang disebut sebagai gambaran empat kasta manusia dalam ajaran Hindu. Lapisan terluar diperuntukkan untuk sembahyang kasta sudra, lapisan yang lebih dalam untuk waisya dan dua lapisan berikutnya masing-masing untuk ksatrya dan brahmana.

Selain berbagai tipe candi tersebut, di tempat wisata ini juga terdapat relief yang menceritakan tentang dua kisah fenomenal dalam Hindu yaitu Ramayana dan Krishnayana. Relief ini berada di dinding bagian dalam dari pagar yang mengelilingi Candi Trimurti. Relief Ramayana menceritakan tentang perjuangan Rama yang dibantu oleh Hanoman untuk merebut Shinta, istrinya yang diculik oleh Rahwana. Untuk Krishnayana, relief ini menceritakan tentang perjalanan hidup Krishna sebagai awatara atau reinkarnasi dari Dewa Wishnu. Di kompleks Candi Prambanan terdapat sebuah museum berbentuk rumah joglo. Museum ini berisi koleksi benda-benda yang berhasil ditemukan di sekitar candi dahulu seperti arca dan bebatuan purbakala.

Sejarah Candi Prambanan

Awal berdirinya kompleks Candi Prambanan memiliki dua kisah yaitu cerita rakyat mengenai Roro Jonggrang dan sejarah dibangunnya candi ini pada masa kerajaan Hindu di Jawa yang diperoleh dari hasil penelitian para ahli. Candi Prambanan dikenal juga sebagai Candi Roro Jonggrang. Cerita rakyat ini bermula dari Roro Jonggrang, putri kerajaan yang kecantikannya tak diragukan lagi. Banyak pemuda yang datang dengan maksud melamar sang putri, termasuk Bandung Bondowoso. Meskipun Bandung Bondowoso terkenal sakti dan kuat, namun Roro Jonggrang tidak menyukainya. Setelah berpikir lama, akhirnya Roro Jonggrang mengatakan bersedia menjadi istrinya, namun Bandung Bondowoso harus bisa membangun 1.000 candi dalam waktu semalam. Karena sangat yakin dengan kekuatan yang dimilikinya, pemuda itu menyanggupinya.

Dengan bantuan jin Bandung Bondowoso telah berhasil membangun 999 candi. Roro Jonggrang merasa takut, sehingga muncul ide untuk menumbuk padi yang akan membuat ayam berkokok. Ketika mendengar ayam telah berkokok sementara jumlah candi yang dibangun belum mencapai target, Bandung Bondowoso menjadi bingung dan marah saat tahu itu semua hanya tipuan Roro Jonggrang yang bertujuan untuk menggagalkan usahanya. Akhirnya, Bandung Bondowoso pun mengutuk sang putri menjadi sebuah candi untuk melengkapi jumlah candi yang dimintanya. Candi Dewa Siwa yang merupakan candi induk itulah yang dipercaya sebagai perwujudan Roro Jonggrang setelah dikutuk.

Diluar cerita rakyat yang beredar, Candi Prambanan diperkirakan dibangun pada abad ke-9 atau pada masa Dinasti Sanjaya. Para peneliti mengatakan, tak lama setelah dibangun, Candi Prambanan tidak terurus dengan baik sehingga banyak kerusakan yang terjadi di bangunan ini. Candi Prambanan ditemukan kembali pada tahun 1733 oleh CA Lons, seorang warga Belanda. Penemuan ini lebih awal jika dibandingkan dengan penemuan Candi Borobudur oleh Sir Thomas Stamford Raffles. Setelah ditemukan, kompleks Candi Prambanan mulai diperbaiki dan dilakukan berbagai upaya rekonstruksi. Saat ini, Candi Prambanan menjadi kompleks candi Hindu termegah di Indonesia.

Aktivitas Yang Bisa Dilakukan Di Candi Prambanan

Sama seperti Candi Borobudur, di tempat wisata ini juga terdapat relief bercerita. Cara membaca relief ini pun sama, Anda harus masuk dari pintu sebelah timur kemudian berjalan mengitari Candi Trimurti searah putaran jarum jam. Relief di bagian dalam pagar ini memiliki dua kisah yaitu mengenai Ramayana dan Krishnayana. Tak perlu bingung jika kesulitan membaca relief tersebut. Anda bisa menggunakan jasa pemandu di kompleks Candi Prambanan. Anda juga dapat pergi ke museum yang berada di bagian utara kompleks candi untuk mendapatkan informasi seputar tempat wisata ini. Menariknya, untuk masuk ke museum ini Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lagi karena sudah termasuk dalam harga tiket masuk kompleks tempat wisata.

Tempat wisata ini menjadi salah satu lokasi favorit untuk para pecinta fotografi. Anda bisa mengambil foto dari berbagai sudut dan Candi Prambanan akan selalu tampak cantik kokoh berdiri. Pada malam hari, tempat wisata ini semakin cantik dengan lampu-lampu yang menyala dan mengarah ke Candi Trimurti. Candi ketiga dewa tersebut tampak berdiri megah dengan cahaya keemasan.

Anda bisa berkeliling tempat wisata seluas 39,8 hektar ini dengan berjalan kaki. Pelataran kompleks ini ditanami banyak tumbuhan sehingga tampak seperti taman yang luas. Berjalan sambil mengamati ukiran pada setiap candi tentu akan membuat Anda lebih kagum pada hasil karya besar ini. Ukiran di candi-candi ini tampak mustahil dikerjakan oleh manusia pada saat teknologi belum berkembang di zaman dahulu. Di kompleks tempat wisata ini telah dibangun banyak kios yang menjual suvenir khas Candi Prambanan seperti kaos, gantungan kunci, kalung, gelang sampai miniatur candi. Tak hanya suvenir Candi Prambanan, di sini Anda juga bisa menemukan miniatur dan kaos Candi Borobudur.

Hiburan Dan Harga Tiket Masuk Candi Prambanan

Jika ingin menikmati Candi Prambanan dengan cara yang berbeda, datanglah pada malam purnama setiap bulannya pada pukul 20.00 – 22.00. Pada saat itu, digelar pertunjukan sendratari Ramayana di panggung terbuka trimurti dengan latar ketiga candi dewa yang disoroti lampu. Pertunjukan di panggung terbuka ini hanya dilakukan pada saat musim kemarau, sedangkan pada musim hujan, lokasi pertunjukan dipindahkan ke panggung tertutup.

Harga tiket untuk masuk ke Obyek Wisata Candi Prambanan Yogyakarta juga tidak terlalu mahal.

  • Bagi Wisatawan Domestik/Lokal
    • Umum (Umur 6 Tahun Keatas per Orang) : Rp. 30.000,-
    • Anak-anak (Umur Dibawah 6 Tahun) & Rombongan Pelajar/Mahasiswa : Rp. 12.500,-
  • WISATWAN ASING
    • Umum (Umur 6 Tahun Keatas per Orang) : Rp. 171.000,-
    • Anak-anak Wisman (Umur dibawah 6 Tahun) : Rp. 85.000,-

Candi Prambanan terletak di dua kabupaten dan dua provinsi sekaligus yaitu Sleman, Yogyakarta, dan Klaten, Jawa Tengah. Jika ingin menggunakan kendaraan umum, Anda bisa naik bus Trans Jogja 1A dari Jalan Malioboro, Yogyakarta. Waktu tempuh untuk menuju ke Candi Prambanan adalah sekitar satu jam.

museum-benteng-vredeburg-yogyakarta

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Tidak lengkap rasanya kalau berlibur ke Kota Gudeg Yogyakarta tanpa mencoba pergi ke Benteng Vredeburg. Benteng ini merupakan salah satu bangunan bersejarah pada jaman penjajahan Belanda yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I atas permintaan dari pemerintah Belanda pada tahun 1760. Museum Benteng Vredeburg berlokasi di dekat kawasan titik nol kilometer Yogyakarta atau kawasan Malioboro. Benteng ini berbentuk bujur sangkar dan memiliki 4 bastion di setiap sudutnya. Nama ke-4 bastion tersebut adalah Jayaprayitna di sudut tenggara, Jayapurusa di sudut timur laut, Jayawisesa di sudut barat laut, dan Jayaprakosaning di sudut barat daya. Saat ini selain sebagai peninggalan bersejarah, Benteng Vredeburg juga digunakan sebagai museum di mana kita bisa belajar tentang sejarah Indonesia dalam bentuk diorama.

Diorama terdiri dari 4 bagian yang dipisahkan dalam 2 gedung yang berbeda. Ketika memasuki gerbang dan kemudian masuk,anda akan menemukan 2 bagian diorama. Setiap diorama mewakili waktu atau periode yang dikisahkan dalam dioramanya. Disamping itu, terdapat beberapa patung, lukisan, grafik, dan layar sentuh yang memudahkan anda untuk berinteraksi dan merasakan perjuangan pada masa tersebut. Yang menarik dari diorama ini adalah sebuah jalinan cerita yang menyatu dari satu adegan ke adegan lain, dari awal masa perjuangan melawan penjajah sampai dengan masa kemerdekaan dan pembangunan.

Jika dibandingkan dahulu, Benteng Vredeburg yang sekarang terlihat sangat bersih dan terawat. Bangunannya pun kembali di cat agar terlihat semakin menarik bagi para pengunjung. Saat memasuki benteng ini akan terasa suasana jaman Belanda dengan arsitektur bergaya Eropa. Benteng ini dikelilingi oleh parit sehingga anda harus masuk ke benteng dengan melewati jembatan penghubung. Dari atas jembatan penghubung ini anda dapat melihat keindahan Kota Yogyakarta. Anda juga bisa melihat keindahan kota saat memasuki area menara pengawas yang ada di benteng ini. Tempat ini juga menjadi tempat favorit bagi para pengunjung untuk berfoto ria.

Sejarah Bangunan Benteng Vredeburg

Secara historis bangunan ini sejak berdiri sampai sekarang telah mengalami berbagai perubahan fungsi yaitu pada tahun 1760 – 1830 berfungsi sebagai benteng pertahanan, pada tahun 1830 -1945 berfungsi sebagai markas militer Belanda dan Jepang, dan pada tahun 1945 – 1977 berfungsi sebagai markas militer RI. Setelah tahun 1977 pihak Hankam mengembalikan kepada pemerintah. Oleh pemerintah melalui Mendikbud yang saat itu dijabat Bapak Daoed Yoesoep atas persetujuan Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku pemilik, ditetapkan sebagai pusat informasi dan pengembangan budaya nusantara pada tanggal 9 Agustus 1980.

Pada tanggal 16 April 1985 dipugar menjadi Museum Perjuangan dan dibuka untuk umum pada tahun 1987. Kemudian pada tanggal 23 November 1992 resmi menjadi “Museum Khusus Perjuangan Nasional” dengan nama “Museum Benteng Yogyakarta”. Bangunan bekas Benteng Vredeburg dipugar dan dilestarikan. Dalam pemugaran pada bentuk luar masih tetap dipertahankan, sedang pada bentuk bagian dalamnya dipugar dan disesuaikan dengan fungsinya yang baru sebagai ruang museum.

Museum yang ada di Benteng Vredeburg menyajikan diorama yang menceritakan tentang sejarah Indonesia. Selain itu, terdapat banyak lukisan dan gambar serta benda-benda peninggalan bersejarah pada jaman penjajahan Belanda. Kalau anda mau berkeliling benteng maka anda dapat menyewa sepeda Onthel dengan harga sangat terjangkau yaitu membayar 5.000 rupiah saja.

Pulang dari objek wisata Vredeburg jangan langsung pulang dulu karena anda harus menikmati suasana Malioboro di waktu malam. Di area benteng ini terdapat banyak pedagang kaki lima yang menawarkan panganan atau camilan. Di sini juga banyak sekali wisatawan atau masyarakat lokal duduk-duduk dan beristirahat sambil menikmati ramainya jalan Malioboro di dekat Benteng Vredeburg Yogyakarta.

 

Artikel terkait Inilah Wisata Di Yogyakarta Yang Wajib Untuk Anda Kunjungi