lklan-728x90
Menu

Inilah Tempat Wisata Menarik Di Kecamatan Ponjong Gunungkidul

Wisata menarik di Kecamatan Ponjong Gunungkidul – Tempat wisata di Gunungkidul Yogyakarta memang memiliki keunikan dan daya pikat tersendiri bagi para pengunjung. Ini karena Gunungkidul memiliki beberapa landmark dan juga destinasi yang sangat indah. Selain pantai, di sana juga ada beberapa air terjun, goa dan juga keindahan alam yang sangat menarik. Gunungkidul sendiri merupakan salah satu tempat wisata di Jogja paling menarik dan populer. Tempat Wisata Goa yang Indah di Gunungkidul Yogyakarta, adalah tempat wisata terindah. Pernahkah anda mengunjungi wisata pantai di Gunung Kidul ? Pasti seru karena Gunungkidul terkenal dengan deretan pantainya yang sangat indah. Selain terkenal dengan wisata pantainya, Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta juga terkenal dengan wisata berupa goa alami.

inilah-tempat-wisata-menarik-di-kecamatan-ponjong-gunungkidul

Goa yang terdapat di Gunungkidul ini ada lebih dari 60 goa. Keberadaan goa alami yang ada di Gunungkidul tidak dapat dilepaskan dari keberadaan kawasan karst di kabupaten tersebut. Karst adalah sebuah bentuk permukaan bumi pada umumnya dicirikan dengan adanya depresi tertutup (closed depression), drainase permukaan, dan gua. Daerah ini dibentuk oleh pelarutan batuan, kebanyakan batu gamping. Daerah karst terbentuk oleh pelarutan batuan terjadi di litologi lain, terutama batuan karbonat lain misalnya dolomit, dalam evaporit seperti halnya gips dan halite, dalam silika seperti halnya batupasir dan kuarsa, dan di basalt dan granit dimana ada bagian yang kondisinya cenderung terbentuk gua (favourable). Kawasan karst yang ada di Kabupaten Gunungkidul ini masih termasuk Kawasan Karst Pegunungan Sewu

Dengan adanya puluhan goa yang ada di Kabupaten Gunungkidul ini tentunya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi tujuan wisata. Beberapa tempat wisata goa di Gunungkidul diantaranya memang sudah dikembangkan sebagai tempat wisata yang sangat digemari oleh masyarakat. Hal itu karena goa yang ada di Gunungkidul ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa indahnya yaitu berupa stalagtit dan stalagmit yang menjulang di tengah goa. Beberapa diantaranya bahkan dialiri aliran sungai bawah tanah, sehingga menambah keindahan dan kemegahan goa di Kabupaten Gunungkidul ini.

Wisata Air Waterbyur Ponjong

Gunung Kidul selalu disebut identik dengan kekeringan. Namun, hal tersebut terbantahkan begitu memasuki Kecamatan Ponjong.
Berbeda dengan wilayah Gunung Kidul lainnya, Ponjong memiliki sumber air berlimpah yang menjadikan petani dianugerahi panen tiga kali setahun. Dengan potensi air yang berlimpah, di kecamatan ini juga dibangun wahana wisata air yang disebut Waterbyuur.
Kondisi geografis Ponjong sangat berbeda dengan daerah lain di Gunung Kidul. Memasuki kawasan ini akan terlihat hamparan sawah nan hijau di kanan dan kiri jalan. Pemandangan semacam ini tidak hanya terlihat di musim penghujan, tetapi juga pada musim kemarau.

Berkah melimpah itu tak lepas dari keberadaan dua mata air utama, yaitu Dam Beton dan Sumber Ponjong. Ngatino (64), warga Dusun Simo, Desa Genjahan, Ponjong, mengutarakan, dalam setahun ia bisa panen tiga kali karena air dari Dam Beton selalu mengaliri sawahnya. Kelimpahan air itu juga dirasakan warga Desa Ponjong. Di Desa Ponjong, sejak dahulu kala air dari Sumber Ponjong selalu mengalir dengan debit rata-rata 60 liter per detik. Setiap hari Sumber Ponjong mampu mengaliri 80 hektar sawah, 30 kolam milik warga, dan mencukupi kebutuhan untuk minum, mandi, dan mencuci bagi warga Ponjong. Namun, meski dimanfaatkan terus-menerus oleh warga, sumber mata air itu tak pernah surut.

wisata-waterbyuur-ponjong

Pembangunan Waterbyur Ponjong

Tahun 2009, Desa Ponjong mendapatkan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri perkotaan sebesar Rp 1 miliar. Berdasarkan serapan aspirasi masyarakat, sebanyak 11 dusun di Desa Ponjong sepakat memanfaatkan dana itu untuk pembangunan Sumber Ponjong. ”Sebelum membangun kami lebih dahulu menyerap aspirasi masyarakat. Kepala dusun kami undang agar menyampaikan gagasan masing-masing. Akhirnya kami sepakat membangun Sumber Ponjong,” kata Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Hanyukupi Anang Sutrisno di Ponjong, pekan lalu. Konsep pembangunan Sumber Ponjong sederhana, yaitu memanfaatkan potensi air yang melimpah agar lebih efektif dan efisien. Setelah melalui sejumlah pembahasan, warga sepakat membangun wahana wisata air atau waterboom berukuran kecil, bernama Waterbyuur.

Dana Rp 1 miliar dari PNPM Mandiri perkotaan dibagi tiga pos, yaitu Rp 700 juta untuk pembangunan fisik, Rp 200 juta untuk perencanaan desain, dan Rp 100 juta untuk pemasaran. Pembangunan proyek desa ini dimulai pada peralihan tahun 2011 ke 2012. Pembangunan Waterbyuur tetap melibatkan swadaya masyarakat. Sesuai kemampuan masing-masing, warga menyumbang berbagai material, seperti batu, pasir, atau semen.
Enam bulan setelah dibangun, Waterbyuur Ponjong dibuka pada awal Juni 2012. Sumber mata air yang awalnya hanya berupa kolam alam untuk mandi dan mencuci disulap menjadi wahana wisata air di atas lahan tanah kas desa seluas tiga hektar. Bentuk fisik Waterbyuur memang tak semegah wahana wisata air modern ternama di Jakarta dan sekitarnya. Namun, bangunan baru itu kini lebih cantik dengan kolam renang besar dan arena bermain di bagian tengahnya.

Dalam beberapa menit, tong air raksasa di atas kolam secara otomatis terisi air dan tumpah mengguyur pengunjung. Setelah terkena guyuran air, pengunjung bisa terjun ke kolam dengan papan luncur. Pengisian tong air raksasa tak memakai pompa air listrik atau diesel, tetapi hidran otomatis dengan penggerak tekanan air yang tak membutuhkan listrik atau bahan bakar minyak. Pengoperasian wahana air itu menjadi lebih hemat. Kolam besar Sumber Ponjong dibagi dalam tiga bak. Bak pertama berada di mata air; bak kedua dipakai warga untuk mengambil air, mencuci, dan mandi; serta bak ketiga khusus diperuntukkan wahana permainan air. Agar hiburan lebih beragam, pengelola Waterbyuur menyediakan permainan air, seperti flying fox, taman, dan perahu berbentuk bebek. Tempat hiburan baru bagi warga Gunung Kidul ini tepat berlokasi di samping Balai Desa Ponjong.

Di Waterbyuur Ponjong, hanya dengan membayar Rp 20.000 pengunjung bebas bermain sepuasnya. Mereka juga bisa menjajal flying fox dengan meluncur dari ketinggian 15 meter. Pengunjung juga masih disuguhi satu permainan lagi, yaitu berperahu mengelilingi kolam. Begitu dibuka, wahana air yang dikelola 10 orang ini langsung dibanjiri pengunjung. Dalam sebulan, tempat ini mampu mengumpulkan omzet Rp 12 juta. Dari pemasukan ini, 60 persen dana dipakai untuk gaji pengelola dan 40 persen lainnya untuk pemasukan desa, BUMDes, Badan Keswadayaan Masyarakat, dan pemasukan tiap dusun.

Jumlah pemasukan itu belum seberapa, tetapi BUMDes Hanyukupi telah membuat cetak biru pengembangan Sumber Ponjong yang diharapkan mampu menjadikan tempat ini sebagai daerah tujuan wisata andalan. Dari rancangan pengembangan mikro Desa Ponjong, tempat wisata air ini akan dilengkapi dengan tempat makan, dapur kuliner, saung, perpustakaan, taman bermain, tempat istirahat, kamar mandi, area pembibitan, hingga tempat sampah. Semua proyek ini akan dikerjakan oleh warga Desa Ponjong dengan konsep pemberdayaan masyarakat. Melihat potensi Ponjong yang menjanjikan, beberapa saat lalu ada investor swasta yang berniat mengembangkan Waterbyuur. Namun, tawaran ini langsung ditolak warga setempat karena dengan pengelolaan bisnis murni dikhawatirkan warga tak lagi diberdayakan. Wisata ini termasuk wisata menarik di Kecamatan Ponjong Gunungkidul.

Embung Gunung Panggung Ponjong

Selain waterbyuur, wisata menarik di kecamatan Ponjong Gunungkidul adalah embung Panggung. Selain mengembangkan potensi wisata kuliner, Kecamatan ponjong saat ini sedang mengembangkan wisata alam dataran tinggi berupa Embung di puncak Gunung Panggung, Desa Tambakromo, Ponjong yang memiliki ketinggian 500 meter dari daratan. Embung Gunung Panggung ini terletak di dusun Klepu, Tambakromo, Ponjong, Gunungkidul. Embung ini sedang dalam proses pengerjaan. Embung ini berada di puncak gunung, sehingga pemandangan nya terlihat indah. Jika kita berada di puncak embung, kita dapat melihat Waduk Gajah Mungkur dengan jelas. Embung Gunung Panggung ini terletak di atas ketinggian dan berada di perbatasan antara Yogyakarta dan Jawa tengah, asal muasal nama Embung Gunung Panggung ini karena bentuk puncak gunung ini luas seperti lapangan sepak bola dan berada di atas ketinggian jadi kaya panggung-panggung pentas itu deh kira-kira. Karena letaknya berada di ketinggian kita bisa melihat pemandangan yang berada di sekitar lokasi.

Proses penggalian embung sudah selesai, dan saat ini sudah mulai melapisi lubangan embung dengan geomembrand yang diimpor dari Thailand. Fungsi dari geomembrand adalah sebagai pelapis kedap air, dalam hal ini untuk tampungan air yang digunakan untuk penyiraman buah dan juga sebagai konsumsi warga sekitar. Geomembran yang dipakai ukurannya 0.75 mm, yang diperkirakan dapat bertahan hingga 25 tahun. Karena di Gunung Panggung ini banyak bebatuan, maka sebagai proteksi tidak hanya menggunakan geomembrand, tetapi juga dilapisi dengan geotekstil, tujuannya agar geomembrand itu tidak langsung bersentuhan dengan batu, karena jika geomembrand langung bersentuhan dengan batu, maka akan terjadi kebocoran. Pembangunan embung ini telah selesai pada akhir Maret 2015.

Betapa indahnya embung Panggung ini. Dari atas puncak Gunung Panggung, disebelah timur Luasnya Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri itu nampak sangat jelas. Dan ternyata waduk Gajah Mungkur itu memang sangat sangat sangat luas. Lalu di lereng utara, kecamatan Semin dan Kabupaten Sukoharjo nampak sangat jelas. Sedangkan dibagian barat dan selatan, hamparan pegunungan seribu yang luasnya tak terbantahkan lagi menampakkan pesonanya. Sawah-sawah penduduk yang membentuk sengkedan pun menjadi panorama yang indah. Sawah-sawah di lereng pegunungan yang menampakkan liuk lika-likunya begitu indah. Belum lagi rumah-rumah warga yang tereletak di puncak gunung sungguh menakjubkan.

Gunung Panggung ini merupakan salah satu tempat yang cocok untuk melihat Sunset maupun Sunrise. Letaknya yang berada di puncak timur gunungkidul, memungkinkan keindahan tersebut terjadi. Kalau masih belum puas dengan Gunung Panggung, kita juga bisa jalan terus ke Wonogiri untuk menikmati Hutan Pinus. Tidak terlalu jauh kok dari Gunung Panggung. Yang jelas Hutan Pinus yang ada di sini beda dengan yang ada di Dligo, Imogiri itu. Selain letaknya yang lebih tinggi, suasananya pun jauh lebih sepi, sejuk, dan Indah.

Petilasan Gunung Tutup Ponjong

Banyak tempat wisata yang ada di Kecamatan Ponjong baik wisata kuliner, wisata tirta, wisata alam serta wisata religi. salah satu obyek wisata yang sampai sekarang masih sering dikunjungi adalah Petilasan Gunung Tutup, yang berada di Padukuhan Gedaren 1, Desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Gunung Tutup adalah salah satu petilasan yang cukup terkenal di kalangan para peziarah. Menurut cerita salah satu sesepuh Kecamatan Ponjong, Sukiman Siswo Sugondo, sebenarnya dulu tidak ada yang mengetahui kalau itu sebenarnya petilasan Eyang Mangun Kusumo. Sampai pada suatu saat H Abdul Syukur, salah satu kerabat dari Eyang Mangun Kusumo mendapat ilham dari mimpinya, bahwa di puncak Gunung Tutup adalah tempat petilasan Eyang Mangun Kusumo.

Pada akhirnya tahun 1956, semua kerabat termasuk anak cucu berkumpul dan membentuk kelompok PERDANA (Perkumpulan Darah Narakasulo). Perkumpulan Darah Narakasulo membersihkan area Gunung Tutup, serta membangunnya pada tahun yang sama. Petilasan Gunung Tutup diresmikan pada 18 Agustus 1956. Sukiman Siswo Sugondo juga mengatakan, setelah diresmikan, yang meneruskan pembangunan dan perawatan adalah Sukino Suprobo, mantan pejuang PETA yang berpangkat terakhir Letnan Satu, bersama dengan saudara dan kerabat yang sadar untuk menjaga dan merawatnya sejak tahun 1956 – 1986. “Banyak peziarah yang datang berkunjung. Yang paling ramai setiap Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon. Untuk masuknya sendiri tanpa membayar tiket,” tambah Sukiman.

Wisata Gunung Kendil Ponjong

Wisata menarik Kecamatan Ponjong Gunungkidul yang selanjutnya adalah Gunung Kendil. Mata air Gunung Kendil berada di atas ketinggian puncak sebuah bukit kapur, terletak didesa Ponjong, kecamatan Ponjong atau kurang lebih 11 kilometer arah timur laut kota Wonosari, Gunung Kendil merupakan tempat wisata ritual yang cukup dikenal diwilayah ini. Disini terdapat mata air yang terdapat pada sebuah bongkahan batu besar. Pengeboran batu itu atas perintah mbah Moyo yang merupakan sesepuh desa setempat, sekaligus merupakan pemilik tanah itu. Sebelum memerintahkan pengeboran diatas bongkahan batu besar itu, mbah Moyo melakukan “laku” dan sering melakukan shalat hajat ditempat itu. Dan anehnya setelah dibor air itu mengucur keatas tanpa harus dipompa. Kalau sekarang dipasang pompa karena air tidak bisa berhenti, jadi pompa lebih difungsikan untuk mematikan aliran air.

Banyak orang terperanjat ketika kemudian keluar air jenih dari bongkahan batu itu. Setelah itu banyak orang berkunjung, mula-mula warga sekitar Gunung Kidul tetapi kini sudah banyak yang datang dari luar kota Jogja, Magelang, Klaten, Solo, Boyolali bahkan dari Surabaya dan Jakarta. Kini Gunung Kendil terkenal sebagai tempat terapi air. Beberapa penyakit terbukti sembuh. Banyak orang-orang yang datang ketempat ini untuk melakukan melakukan ritual mensucikan diri  dan melaksanakan hajat di masjid sekitar tempat ini. Bahkan konon banyak pejabat di wilayah ini yang datang untuk melakukan hal yang sama.

Setelah dilakukan penelitian oleh pihak yang berwenang yaitu Dinas Kesehatan kabupaten Gunung Kidul, air dari Gunung Kendil sangat layak untuk di konsumsi bahkan sangat layak untuk sumber air minum. Menurut uji klinis kandungan Ecolinya nol. Dan sekarang masyarakat bias menikmati ARDO ( air do’a ) air minum yang sudah melalui proses sterilisasi ozon, dan dijamin lebih higienis. Ardo juga bisa dibawa pulang dengan kemasan 1,5 liter dengan harga Rp.4000. Sebagai air terapi, untuk memudahkan para pengunjung kemudian juga dibangun 3 kolam renang untuk dewasa dan anak-anak. Tempat ini sangat mudah untuk dicapai karena berada ditepi jalan raya di kota kecamatan Ponjong, dan di dukung sarana jalan yang sangat mulus. Disamping itu dari kota Wonosari juga tersedia sarana angkutan umum yang cukup memadai.

Demikianlah ulasan tentang wisata menarik di Kecamatan Ponjong Gunungkidul, semoga bisa menjadi referensi bagi anda yang ingin berwisata di Gunungkidul khususnya di kecamatan Ponjong.

 

Artikel terkait Inilah Tempat Wisata Menarik Di Kecamatan Ponjong Gunungkidul