lklan-728x90
Menu

Hutan Mangrove Jogja Tempat Paling Seru Dan Romantis

Hutan Mangrove Jogja – Jogja adalah salah satu kota tujuan wisata yang ada di Indonesia. Banyak sekali tempat wisata yang ada di kota Jogja ini. Obyek wisata yang ada di Jogja tak kalah menarik dengan yang ada di Bandung ataupun Pulau dewata Bali. Selain sebagai tujuan wisata, kota ini juga dijuluki sebagai kota pelajar karena berbagai macam perguruan tinggi terletak di Yogyakarta. Selain menawarkan suasana yang ramah, Jogja juga punya tempat-tempat menarik yang menjadi alasan kenapa kamu harus sesegara mungkin traveling ke Jogja. Membicarakan wisata Jogja yang harus dikunjungi tak akan pernah ada habisnya karna daerah ini punya beribu tempat menarik.

hutan-mangrove-jogja-tempat-paling-seru-dan-romantis

Tapi jika kita sudah bosan dengan kategori tempat wisata di yogyakarta yang seperti itu, kita bisa menikmati indahnya alam yang ada di sekitar kota Yogyakarta, seperti deretan wisata pantai indah yang ada di Gunungkidul, lereng gunung merapi, berbagai macam gua, atau  air terjun yang tersebar di provinsi Yogyakarta. Banyak sekali tempat-tempat menarik wisata Jogja yang harus dikunjungi dan masih tersembunyi, tidak populer. Namun menawarkan pesona yang tak kalah menarik dibanding tempat-tempat wisata yang sudah populer. Seberapa sering pun kita berkunjung ke Jogja, rasanya seperti tak pernah bosan. Mereka yang pernah tinggal di Jogja pun niscaya akan selalu kangen dengan suasana Jogja yang tampak sederhana namun istimewa. Bagi mereka yang belum pernah ke Jogja tentu belum bisa merasakan bagaimana rasanya merindukan Jogja. Mereka hanya bisa membayangkan indahnya suasana Jogja dari teman atau saudara yang pernah jalan-jalan ke Jogja.

Wisata Hutan Magrove Jogja

salah satu wisata baru di Kulon Progo yang wajib dikunjungi saat musim liburan lebaran ini adalah Hutan Mangrve Pasir Mendit. HUtan Mangrove yang ngehits berkat viral melalui sosial media baik facebook dan instagram ini merupakan salah satu wisata pantai jenis baru di Jogajakarta. Biasanya, para traveler disuguhkan keindahan pantai dengan pasir pantai landai ataupun dengan karang karang khasnya, namun di Pasir Mendit, kita disuguhkan suasana baru yaitu hutan bakau yang menjadi konservasi agar tak terjadi abrasi air laut. Hutan mangrove ini terletak di di Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo. Karena letaknya itu maka ada pula yang menyebut tempat wisata ini dengan nama Hutan Mangrove Pasir Mendit.

Lokasinya memang tidak berada di tepi jalan raya melainkan masuk ke desa, melewati rumah penduduk. Namun, pengunjung dapat dengan mudah menemukan tempat ini karena rute menuju lokasi sudah dilengkapi penunjuk jalan. Walaupun masuk ke desa, jalan menuju hutan mangrove cukup untuk dilewati mobil.Meskipun bukan satu satuya Hutan Mangrove yang ada di Jogja, namun HUtan Mangrove Pasir Mendit Kulon Progo ini menjadi satu satunya yang mampu menjadi daya tarik wisata saat ini. Semenjak dibuka untuk wsata pada awal tahun 2016 ini, pengunjung hutan mangrove Kulon Progo ini terus bertambah, apalagi jika hari libur dapat mencapai ratusan wisatawan yang berkunjung.

Hutan Magrove Kulon Progo

Awalnya, banyak yang salah kaprah dengan Lokasi Hutan Mangrove Kulon Progo ini karena, di awal awal kemunculan foto Hutan Mangrove sering diberi caption Hutan Mangrove Pantai Congot, padahal letak Hutan Menagrove ini berada di Pantai pasir Mendit Kuon Progo bukan di Pantai Congot. Lokasi Hutan Mangrove Kulon Progo ini tepatnya beraada di Dukuh Pasir Mendit Desa Jangkaran Kecamatan Temon Kabupaten Kulon Progo Jogja. Letaknya memang melewati daerah Pantai Congot, namun jangan salah kaprah jika bertanya di mana lokasi Hutan Mangrove Kulon Progo pada warga, sebab jika tanya Pantai Congot maka kita tak akan menemukan Hutan Mangrove ini, tanya saja arah ke Pantai Pasir Mendit.

Daya tarik utama yang disuguhkan oleh Hutan Mangrove Kulon Progo adalah Hutan Mangrove nya yang begitu hijau. Meskipun tidak begitu luas, namun di areal tersebut pengunjung daat merasakan asrinya hutan bakau yang cukup langka di pinggiran pantai selatan Jogja (biasanya sih tanaman Cemara). Yang menjadi ikon spot Foto Hutan Mangrove ini adalah Jembatan SI Api Api yang terbat dari bambu, menghubungkan pantai dengan hutan bakau kulon progo berada di atas laut. Selain itu didalam hutan juga terdapat beberapa saung atau gazebo untuk sekedar beristrahat. Hutan mangrove ini sudah dikembangkan untuk konservasi sejak tahun 1989 yang lalu namun baru dikembangkan untuk wisata belum lama ini. Pengelola terus berupaya untuk memperluas area hutan mangrove dengan menanami pantai dengan tanaman bakau baru.

Rute Hutan Magrove Pasir Mendit

Hutan Mangrove Jogja Kulon Progo ini dari Jogja cukup jauh letaknya sekitar 60 km dari pusat kota. Meski demikian, rute menuju Hutan Mangrove Kulon Progo cukup mudah dijangkau karena melalui jalur utama yaitu jika dari Jogja mau e Hutan Mangrove dapat mengambil jalur arah jalan Wates lurus hingga sampai di patung kuda (Nyi Ageng Serang) di persimpangan ambil arah Purworejo. Ikuti jalur utama dan sampai melewati Terminal Wates, darai situ sekitar 10 km akan menemukan Rumah Makan Padang yang cukup besar. Setelah melelui rumah makan tersebut akan ada perimpangan berbentuk huruf Y, lalu ambil arah kiri dan lurus terus sampi bertemu dengan jembatan Congot. Setelah melewati jembatan, sekitar 100 meter dari situ ada papan penunjuk Dusun Pasir Mendit, maka masuk ke gang tersebut dan Hutan Mangrove sudah dekat karena memang berada tepat di barat sungai. Dari situ sudah banyak plang penunnjuk arah ke hutan mangrove Pasir Mendit.

Sebenarnya keberadaan tanaman mangrove disini sudah ada sejak tahun 1989. Namun, baru awal tahun 2016 tempat tersebut dikembangkan sebagai tempat wisata yang ditandai dengan penambahan fasilitas berupa jembatan bambu yang mempermudah pengunjung untuk berkeliling menikmati suasana dan keindahan alam sekitar. Selain berfoto-foto dan trekking mengelilingi kawasan hutan mangrove, pengunjung juga dapat menemukan pantai berpasir hitam dan tanaman mangrove yang berbentuk seperti goa namanya Goa Mangrove. Buat kalian yang akan berkunjung ke Hutan Mangrove Pasir Mendit disarankan datang saat pagi atau sore hari dimana cuaca tidak sedang panas-panasnya dan udaranya nyaman untuk berjalan-jalan.

Harga Tiket Hutan Magrove Jogja

Saat berkeliling tidak ada salahnya untuk membawa makanan atau minuman tetapi jangan buang sampahnya sembarangan. Di sekitar kawasan wisata ini juga ada warung-warung kecil yang dapat digunakan untuk berteduh dan beristirahat sejenak setelah berkeliling hutan mangrove sambil minum atau makan makanan kecil. Hutan Mangrove Pasir Mendit ini menjadi salah satu wisata baru Kulon Progo yang menjadi primadona. Selain karena nuansa baru wsiata pantainya, namun pengunjung juga dapat belajar bagaimana cara melestarikan pantai dari abrasi. Harga tiket  masuk HUtan Mangrove Kuln Progo ini juga relatif murah hanya Rp. 3.000 per orang dan parkir Rp. 2.000/motor serta Rp. 5.000/mobil. Untuk mendapatkan suasan yang pas saat berwisata, sebaiknya mengunjungi hutan mangrove Pasir mendit di waktu pagi atau sore hari.

Wisata mangrove ini memang menyediakan keindahan untuk dipandang mata. Ada beberapa jembatan yang disediakan bagi pengunjung untuk menyeberangi kawasan hutan dan semuanya terbuat dari kayu. Tidak ada perahu/sampan yang bisa disewa berkeliling mangrove seperti layaknya hutan mangrove di Jakarta. Tidak ada pula wahana permainan untuk anak-anak. Kawasan ini memang memang hanya untuk refreshing sembari menikmati hijaunya tanaman bakau, dan lebih banyak menyediakan spot foto/selfie terutama bagi para muda-mudi. Oleh pemda setempat pun, konsep wisatanya dibuat sedikit berbau romantisme. Di sini, kita akan banyak menemui banyak terpasang plang yang berisi tulisan yang tidak jauh-jauh dari patah hati maupun sebaliknya yaitu semangat untuk para jomblo agar move on. Di beberapa spot foto pun ada bentuk hati yang dirangkai dari bunga-bunga. Oh ya,sebaiknya kalau ingin berkunjung ke sini bisa pagi-pagi sekali atau sore. Kalau siang dijamin terik sekali.

hutan-mangrove-jogja-tempat-paling-seru-dan-romantis

Spot Wisata Hutan Magrove Jogja

Hutan Mangrove Congot di Kabupaten Kulonprogo memang tampil beda. Biasanya wisata hutan mangrove terkesan kurang menarik, karena tampilannya begitu-begitu saja. Yaitu sekedar mengelilingi kawasan hutan mangrove melalui jembatan yang dibangun diatasnya. Namun berbeda dengan hutan mangrove Congot. Dengan sentuhan kreativitas, wisata Hutan Mangrove Congot menjadi sangat menggoda. Dan peran media sosial membuat popularitas hutan mangrove ini kian menjadi-jadi. Hutan Mangrove Congot Kulon Progo berada di daerah Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, DIY, tepatnya di perbatasan Jogja-Purworejo.

Jembatan Api Api

Di kawasan hutan mangrove Congot seluas 3 hektar yang membentang di aliran Sungai Bogowonto, dan anak Sungai Bogowonto tersebut tidak hanya ada satu spot wisata, tetapi terdapat empat area wisata, yaitu Jembatan Api Api, Pantai Pasir Kadilangu, Wanatirta Pasir Mendit, dan Maju Lestari. Dari ke-empat spot wisata tersebut, Jembatan Api Api lah yang paling nge-hits. Wisata Alam Hutan Mangrove Jembatan Api-Api ini masuk wilayah dusun Pasir Mendit. Meskipun letaknya di sebelah barat sungai Bogowonto, namun secara administratif dusun Pasir Mendit masih menjadi bagian wilayah Kulon Progo, Yogyakarta.

Menurut info, orang yang pertama kali menanam mangrove di sini adalah orang dari Aceh, yang biasa dipanggil warga setempat dengan panggilan “Cut”. Beliau menanam mangrove di sini awalnya untuk penelitian S2 nya di UGM, hingga berkembang menjadi hutan mangrove yang sangat berguna untuk mencegah abrasi dan sekarang malah berkembang lagi menjadi objek wisata. Pengembangan hutan mangrove ini dilakukan swadaya oleh warga setempat, yang terbagi menjadi beberapa kelompok (pokdarwis). Pintu masuk menuju Kawasan Wisata Hutan Mangrove ini ada di Jalan Daendels, kira kira 300 meter sebelah barat jembatan Congot (kiri jalan), disitu ada papan petunjuk arahnya di depan jalan masuk.

Menyusuri kawasan hutan mangrove ini pengunjung akan berjalan di atas jembatan bambu yang dibuat memanjang mengitari hutan bakau. Di beberapa titik tertentu pengelola menyediakan ayunan, gazebo kecil, dan spot menarik untuk berfoto. Dan yang menjadi point of interest dari tempat ini adalah jembatan api-api. Nama “api-api” ini sendiri merupakan nama salah satu jenis mangrove yang tumbuh di kawasan tersebut yakni avicennia germinans atau yang dikenal dengan jenis api-api.  Jembatan Api-Api dibangun pada 2011 lalu untuk mendukung mobilisasi penambak udang. Namun, belakangan jembatan tersebut ternyata memiliki peran tambahan sebagai pendukung objek wisata, seiring dengan semakin populernya kawasan hutan mangrove di sana.

Karena besarnya antusiasnya pengunjung yang ingin berfoto diatas jembatan, jembatan api-api ini sempat ambruk. Namun sudah diperbaiki secara total, menjadi lebih cantik dan lebarnya menjadi 1,5 meter, sehingga pengunjung lebih leluasa berlalu-lalang. Salah satu hal yang paling menarik di lokasi ini adalah tersedianya sejumlah spot foto yang sangat menggoda. Setidaknya ada 10 spot foto dengan konsep yang berbeda-beda yang disiapkan pengelola wisata.  Selain jembatan yang menjadi ikon utama, jembatan melingkar berbentuk hati adalah spot favorit pengunjung untuk foto-foto.

Di tengah rimbunnya mangrove juga terdapat pondokan sederhana yang bisa digunakan untuk bersantai. Untuk kenyamanan pengunjung, sejumlah fasilitas seperti toilet, dan musala telah disediakan pengelola. Selain menyusuri hutan mangrove lewat jembatan, pengunjung juga bisa menikmatinya dengan naik perahu, tarifnya Rp 5 ribu per orangnya.  Sedangkan tiket masuk ke Jembatan Api Api sebesar 4 ribu/orang dan parkir motor 2 ribu dan mobil 5 ribu. Kalau mau masuk ke objek wisata lain seperti Pantai Pasir Kadilangu, pengunjung harus bayar tiket lagi, karena beda pengelolanya.

Wisata hutan mangrove Congot ini setiap harinya dibuka dari jam 06.00 hingga 19.00. Namun waktu terbaik untuk menikmatinya adalah pagi atau setelah jam 3 sore. Di siang hari cuaca cenderung sangat panas, dan ini tentunya mengurangi kenyamanan untuk menikmati pemandangan di hutan mangrove ini. Jika waktunya cukup, tak ada salahnya sekalian ke pantai Congot. Dari area hutan mangrove ini ada akses menuju pantai selatan yang terkenal dengan ombak ganasnya. Kita tinggal lanjut jalan kaki aja kesana, dengan sekali lagi melewati area tambak udang. Di pantainya ada fasilitas ayunan yang fotogenik, yaitu memang sengaja dibuat untuk spot foto-foto, bukan untuk dinaiki betulan.

Jembatan Bambu Hutan Mangrove

Hutan Mangrove pantai Congot ini sebenarnya sudah dikelola dalam kurun waktu lama. Sekitar enam tahun silam, para penduduk menanami Mangrove di pantai ini. Bentangan jembatan bambu membentang tiap sudut mangrove dijadikan titian para pengunjung yang ingin menyusuri kawasan mangrove. Jika di Karimunjawa jalan untuk hutan mangrovenya terbuat dari titian papan, di sini semi permanen dari bambu. Satu hal yang harus kita ketahui di sini, berhubung jembatannya terbuat dari bambu; usahakan ketika berhenti di satu titik tak lebih dari 10 orang.

Takutnya jembatan tersebut goyang, lebih baik pengunjung berurutan jalan dan jika ingin berhenti harus mencari titik-titik tertentu yang di bawahnya ada sanggahan kayu. Jembatan bambu ini baru selesai dibuat 1.5 bulan lalu, jadi masih sangat kuat. Karena jembatan trekkingnya dari bambu lah banyak pengunjung yang ingin melihat dan mengabadikan diri di sini. Di salah satu sisinya juga dibangun menara pandang setinggi 3 meter untuk menikmati pemandangan sekitar dari ketinggian. Selain itu, menara pandang ini juga bisa menjadi lokasi juru foto agar latar jembatan cinta tersebut terlihat dengan jelas.  Terbukti, jembatan ini menjadi favorit para pengunjung yang didominasi generasi muda ini.

Sejak dibuka pada Mei 2016 lalu, rata-rata sebanyak 200 orang datang mengunjungi objek wisata yang terletak di Muara Sungai Bogowonto ini setiap harinya. Jumlah pengunjung membludak hingga 1000 orang setiap akhir pekan ataupun hari libur nasional. Mendatang, Rianto mengatakan bahwa objek wisata ini akan dikembangkan dengan membentuk jembatan bambu yang melingkar. Pada bagian tengahnya kemudian akan ditambahkan sejumlah wisata air untuk menarik pengunjung lebih banyak.

 

 

Artikel terkait Hutan Mangrove Jogja Tempat Paling Seru Dan Romantis