lklan-728x90
Menu

Gunungkidul Kekeringan, Ternak Sulit Pakan

 

Gunungkidul Kekeringan, Ternak Sulit Pakan

Gunungkidul Kekeringan, Ternak Sulit Pakan – Kemarau panjang tak hanya menyebabkan kesulitan air bersih di wilayah Gunungkidul selatan.  Harga hijauan Makanan Ternak (HMT) terus merangkak naik. Hal ini terbukti dengan  satu ikat berisi lima sampai enam batang jagung di Desa Hargosari, Kecamatan Tanjungsari harganya  Rp 5 ribu. Atau satu batang jagung dalam ikatan tertentu Rp 1 ribu. Itupun persediaannya tidak selalu ada. Ribuan ternak kesulitan mendapatkan makanan.

Oleh sebab itu, kebanyakan peternak memilih untuk membeli jerami satu rit seharga Rp 700 ribu untuk pakan ternak mereka. Pakan jerami lebih murah dibanding batang jagung. Seekor sapi  membutuhkan minimal 4 ikat batang jaung atau setara dengan Rp 20 ribu. Jumlah tersebut belum memadai, karena masih harus ditambah jerami dan limbah pertanian yang lain. Sementara, untuk satu rit jerami dapat mencukupi kebutuhan seekor sapi sekitar satu bulan. Meski demikian petani tidak tega hanya memberikan pakan jerami saja.

Gunungkidul Kekeringan, Ternak Sulit Pakan 1

Masalah lain, tidak tersedianya air untuk memandikan ternak. Jangankan untuk mandi ternak, untuk minum ternak saja harus membeli dari pedagang air.

Satu tangki air di Hargosari harganya sekitar Rp110 ribu. Tempo dulu, ketika telaga masih digenangi air, peternak memandikan sapi ke telaga. Sejak banyak telaga direhap, sekarang justru tidak ada telaga yang mampu menyimpan air di kemarau panjang.

Sementara belum diperoleh konfirmasi usaha-usaha yang dilakukan Dinas Peternakan Gunungkidul. Semua pejabat belum dapat dihubungi. Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Ir Suseno Budi Sulistyanto, mengaku sedang ada acara dinas di Surabaya.

Artikel terkait Gunungkidul Kekeringan, Ternak Sulit Pakan