lklan-728x90
Menu

Gerakan Kampung Anti Politik Uang di Desa Ngestirejo

Sama seperti isu sara politik uang juga diperkirakan masih banyak mewarnai kontestasi di dalam politik di Indonesia. Sulit sekali menghapus praktik politik uang saat cara berpikir politisi masih transaksional.

Pemilu, Pilkada hingga Pilkades adalah mekanisme pemilihan publik untuk memilih pejabat publik dengan melihat aspek visi dan misi dari program yang diutarakan. Tujuannya adalah untuk menjawab persoalan publik.

Akibat politik uang, relasi keterpilihan bukan berdasarkan dari asas ideal namun bergeser ke arah nilai transaksional di dalam pemilu atau pilkada.

Gerakan Anti Politik Uang

Menjelang Pilkades Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, masyarakat diimbau untuk sadar politik uang bukanlah berkah di dalam perhelatan Pemilu, Pilkada atau Pilkades. Walaupun saat ini praktek politik uang bermetamorfosa dalam berbagai macam modus tetapi sama saja intinya bertujuan mempengaruhi pilihan masyarakat.

Masyarakat bahwa modus baru politik uang banyak macamnya. Mulai dari yang hanya konvensional atau langsung memberikan uang. Hingga dalam wujud memberikan barang atau jasa.

Oleh sebab itu masyarakat harus mawas terhadap kandidat yang berprinsip menanam cepat memanen cepat. Idealnya bila kandidat yang maju memiliki prinsip yang baik, seharusnya muncul figur yang sehingga identitas kandidat tersebut menjadi kuat di masyarakat.

Politik mengganggu proses pemilu, sehingga membuat kualitas demokrasi jauh dari kata ideal. Masalah paling besar munculnya politik uang itulah yang membuat masyarakat Desa Ngestirejo mewujudkan program gerakan kampung anti politik uang.

Semangat itulah yang menjadikan calon lurah WAHYU SUHENDRI ikut kontentan PILDES di Ngestirejo dengan nomor urut 1.

Artikel terkait Gerakan Kampung Anti Politik Uang di Desa Ngestirejo