lklan-728x90
Menu

Cara Sukses Menanam Tabulampot Mangga Agar Berbuah Lebat

20/10/2016 | Pertanian

Tabulampot Mangga – Budidaya tanaman buah mangga dalam pot atau yang biasa disebut tabulampot semakin banyak digemari karena cara ini dianggap sangat efektif bagi para pecinta tanaman buah yang ingin menanam buah mangga dengan memanfaatkn lahan yang sempit. Tabulampot buah mangga mampu menghasilkan buah yang lezat juga sebagai penghias rumah. yang paling indah jika melihat tanaman buah yang kita taman, melihat buahnya yang bergelantungan membuat kita menjadi ngiler ingin memetik dan memakannya. Cara melakukannya pun sama dengan tabulampot pada umumnya. Akan tetapi yang menarik dari tabulampot buah mangga adalah bagaimana menyiasati ukuran batang dan kanopi pohon mangga yang sangat besar sehingga tetap dapat dibuat tabulampot.

cara-sukses-menanam-tabulampot-mangga-agar-berbuah-lebat

Sukses membuat tabulampot pohon mangga merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi pehobi tabulampot. Apalagi tanaman mangga bisa berbuah lebat, puasnya dua kali lipat saat memamerkannya ke pengunjung. Untuk mendapatkan tabulampot tanaman mangga dengan kualitas yang baik dan unggul, biasanya kita dapat memilih nya dengan cara melihat cara berbunganya. Apabila tabulampot berbunga dengan baik dan lebat maka buah yang akan dihasilkan nantinya juga akan lebat. Bibit tabulampot ini biasanya juga banyak terdapat di pasaran. Cara penanaman tabulampot tanaman mangga ini juga tidak sulit, dan tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya. Karena tanaman mangga juga dapat tumbuh apabila hanya di biarkan tumbuh saja. Pohon mangga bisa hidup hingga usia 60 tahun, karena pohon mangga ini merupakan pohon buah yang dapat tumbuh dengan usia nya yang cukup tua.

Berbagai Jenis Buah Mangga

Buah mangga ternyata memiliki jenis yang cukup banyak, baik diIndonesia maupun mancanegara. Bentuk dan warnanya juga beragam, tapi rasanya sama enaknya. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota, dan suku Anacardiaceae. Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica. Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40 m. Nama buah ini berasal dari Malayalam maanga. Kata ini dipadankan dalam bahasa Indonesia menjadi mangga; dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain-lain.

Berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau pauh (Melayu). Di Indonesia banyak sekali jenis mangga, terkadang juga sebutan pada satu daerah dengan daerah lain berbeda untuk jenis buah mangga yang sama. Sebagian ahli menyebutkan bahwa marga ini beranggotakan sekitar 35-40 spesies, namun ada pula yang memperkirakan anggotanya mencapai hampir 70 spesies. Borneo memiliki jumlah jenis terbanyak, sekitar 31 spesies, sehingga diperkirakan sebagai salah satu pusat keragaman jenisnya.

Mangga Madu

Tinggi pohon sekitar 10 meter dengan lebar tajuk mencapai 13 meter. Daun dan percabangan relatif sedikit dan cenderung jarang berbuah. Daun agak lonjong berbentuk melipat dan berujung rucing, panjang 22,5 cm dan lebar 6,5 cm. Berat buah sekitar 375 gram, panjang sekitar 10 cm, berbentuk bulat panjang dengan ujung buah membulat, paruh dan lekukan pada ujung buah tidak begitu jelas terlihat. Kulit halus dilapisi lilin, terdapat bintik-bintik kelejar putih kehijauan. Pangkal buah tua berwarna kuning kemerahan meskipun ujung buah masih berwarna hijau. Daging buahnya berwarna kuning dengan bagian dalam berwarna kuning tua seperti madu. Berserat sedikit, kadar air sedang, beraroma cukup harum, dan rasanya sangat manis, semanis madu. Biji buah berserat pendek, dengan panjang sekitar 9 cm.

Mangga Harum Manis

Mangga Harum Manis atau mangga Gadung, memiliki aroma cukup harum dan rasa manis. Tinggi pohon sekitar 9 meter, berdaun lebat, dan memiliki mahkota pohon menyerupai kerucut. Daun berukuran cukup besar, dapat mencapai panjang kurang lebih 45 cm, berbentuk lonjong dengan ujung meruncing. Kulit buah berwarna hijau, tertutup lapisan lilin, sehingga warnanya seolah-olah tampak kelabu. Pangkal buah setelah matang berwarna kekuningan, dan pada permukaan kulit terdapat bintik-bintik kelenjar berwarna putih kehijauan. Berat buah rata- rata 450 gram, berbentuk bulat memanjang, dengan panjang mencapai 15 cm. Pada ujung buah terdapat paruh dan sinus atau lekukan, dan terlihat cukup jelas. Daging buah tebal, lunak, berwarna kuning, dan tidak berserat atau sedikit serat. Biji buah berbentuk pipih, berserat pendek, dengan panjang sekitar 13 cm.

Mangga Golek

Pohon mangga golek tidak begitu besar, tinggi kurang lebih 9 meter dan tajuk membulat. Daun berbentuk lonjong, dengan pangkal meruncing dan ujung berbentuk mata tombak. Panjang daun 24 cm, lebar 6 cm. Tepi daun bergelombang, memiliki tulang daun berjumlah 24 pasang. Buah berujung runcing, panjang sekitar 17 cm, dengan berat mencapai 500 gram. Permukaan kulit buah terdapat bintik-bintik kelenjar berwarna putih kehijauan, dan akan berubah warna menjadi.kecokelatan setelah masak. Daging buah tebal, agak lunak, berwarna kuning tua setelah masak, tidak berserat, tidak banyak mengandung air, memiliki aroma cukup harum, dan rasa manis. Pelok atau biji buah berserat pendek, panjang sekitar 14 cm dengan bentuk pipih memanjang.

Mangga Manalagi

Rasa buah mangga manalagi sangat enak, seperti perpaduan antara mangga arumanis dan golek. Tinggi pohon pohon hanya sekitar 8 meter, dengan mahkota agak bulat berdiameter sekitar 12 meter. Panjang daun 25 cm, lebar 7,5 cm, berbentuk lonjong dengan ujung runcing, pada bagian pangkal daun lebih besar dan tidak begitu meruncing. Permukaan daun sedikit berombak. Buah yang sudah masak berwarna hijau tua, tertutup lapisan lilin berwarna kelabu. Saat masak, pangkal buah akan berwarna kekuningan.

Kulit buah relatif tebal, dengan bintik- bintik kelenjar berwarna putih dan berubah menjadi cokelat pada bagian tengahnya setelah masak. Berat mencapai 500 gram dengan panjang sekitar 16 cm. Daging buah tergolong tebal, berserat sangat halus, hanya sedikit mengandung air, berwarna kuning, dan lunak. Rasa buah manis, segar, dan beraroma harum. Buah yang belum masak dan menjelang tua,.rasanya sudah manis, sehingga mangga manalagi sering dimakan dalam kondisi masih keras, tetapi daging buah sudah menguning. Biji buah agak besar, dengan panjang sekitar 14 cm, dan berserat pendek.

cara-sukses-menanam-tabulampot-mangga-agar-berbuah-lebat

Cara Menanam Tabulampot Mangga

Dalam menanam tabulampot mangga, perlu diperhatikan dalam pemilihan bibit buah mangga. Apabiila kita memilih bibit, Pilihlah bibit berdasarkan varietasnya. Pilihlah varietas mangga yang mudah berbuah, mudah dirawat, bertajuk kompak dan produktif seperti mangga manalagi, arumanis. mangga apel, mangga nangklangwan, mangga okyong dan mangga namdokmai. Pilihlah bibit yang berasal dari hasil okulasi atau cangkokan. Hasil bibit ini lebih cepat berbuah dibanding yang berasal dari biji.

Semua varietas mangga dapat digunakan membuat tabulampot di rumah. Perbedaanyya adalah masa periode berbuah atau usia berbuah setiap varietas. Perbedaan yang menonjol lainnya adalah bentuk tajuk dan tingkat kesulitan. Penulis menyarankan agar sebaiknya anda memilih varietas yang mudah berbuah, mudah dirawat, bertajuk kompak dan produktif. Contoh manalagi kecil, apel, nangklangwan, okyong dan namdokmai. Sedangkan untuk buah mangga yang berpenampilan menarik, anda bisa memilih mangga varietas arumanis, gedong, golek dan gedong gincu.

Hal yang paling menyenangkan saat menanam buah dalam pot adalah tidak memerlukan lahan yang terlalu luas, sehingga cocok sekali buat daerah perkotaan yang rata-rata halaman rumah mereka tidak terlalu besar, keunggulan lainnya adalah saat memanen buah lebih mudah, berbeda dengan pohon mangga yang ditanam ditanah rata-rata pohon mangganya tinggi-tinggi sehingga saat kita memanen buah mangganya kita memerlukan tangga untuk memanennya. Setiap ada kelebihan pasti juga ada kekurangannya. Begitu juga dengan menanam pohon buah mangga dalam pot, kekurangan menanam buah mangga dalam pot ialah sedikitnya nutrisi yang disediakan oleh tanah di pot itu sendiri. Sehingga untuk pertumbuhannya sedikit terlambat dari pada pohon mangga yang di tanam di tanah.

Media Tanam Tabulampot Mangga

Dalam budidaya buah mangga,media tanam sangat berpengaruhi bagi kehidupan dan buah yang di hasilkan nantinya.Jika kita menggunakan Media tanam yang paling bagus untuk buah mangga, maka hasil buah yang di dapat nantinya juga akan memuaskan. Persiapan media tanam merupakan pembudidayaan bibit dengan menggunaan lahan yang cukup dengan media tanam yang akan ditanam. Lahan yang digunakan harus lahan yang ber tanah subur. Sebaiknya, jika ingin membudidayakan tanaman mangga tidak menggunakan tanah yang gambut.

Biasanya tanah yang digunakan media tanam bibit adalah tanah yang ringan. Maksud dari tanah ringan ini adalah tanah taman dari sisa-sisa proyek pembangunan, karena sisa dari proyek pembangunan tersebut biasanya tanaman dapat tumbuh dengan subur. Biasanya penggunaan sekam sebagai campuran harus yang baru, kemudian sekam yang baru tersebut dibakar terlebih dahulu, kemudian masukkan ke dalam kantong pelastik. Media ini juga tersusun dari kompos dan pupuk kandang. Media tanam dengan diberikan sekam bakar ini akan sangat menguntungkan, karena sekam bakar harganya relatif sangat terjangkau, dibandingkan dengan memberikan pupuk kandang, dan hasilnya pun lebih bagus.

Biasanya media yang dihasilkan akan berpengaruh dengan kualitas pertumbuhan tanaman mangga, jika akar kesulitan menyerap hara di tanah maka harus dilakukan perawatan kusus agar media tanam dapat tumbuh dengan baik. Sedangkan, apabila media tanam yang diproduksi terlalu lengket, maka cara menanganinya dengan memberikan sekam yang telah dibakar, media seperti ini dapat mengalami kesulitan pertumbuhan pada media tanam. Jika mendapati tanah dengan pH yang tingkat keasamannya tinggi, maka kita juga bisa memberikan air bercampur dengan belerang agar dapat menghilangkan tingkat keasamannya.

Siapkan Pot Untuk Menanam

Siapkan pot untuk tempat menanam bibit buah mangga, masukkan grgaji kayu tadi di bagian paling bawah, jangan terlalu banyak. Kegunaannya apa ya serbuk gergaji itu? Kegunaannya adalah untuk memudahkan air lebih cepat meresap sehingga tidak akar buah mangga tidak cepat busuk karna kelebihan ait. Setelah itu masukkan tanah yang sudah bercampur pupuk kandang tadi kedalam pot dengan ketinggian ¾. Dalam pemilihan ukuran pot sebaiknya disesuaikan dengan tinggi tanaman. sebagai contoh buah mangga memiliki tingginya 1,5 meter, pot yang digunakan sebaiknya drum berdiameter 60 cm yang dipotong setengah bagian. Dasar pot harus dibuat lubang untuk membuang kelebihan air.

Setelah pot sudah siap saatnya anda melakukan penanaman bibit. Pada tahapan penanaman bibit sebaiknya dasar pot di beri genteng dan ijuk untuk menjamin kelancaran drainase dan aliran udara. Setelah itu masukan campuran media kedalam pot secara merata, hingga mencapai separuh pot. Masukan tanaman setelah polibagnya dibuka, dengan posisi tanaman tepat di bagian tengah. Ruang-ruang kosong di sekeliling bola akar diisi lagi dengan media campuran sampai mendekati permukaan atas pot, usahakan bidang bekas okulasi atau sambungan masih menonjol 10-15 cm di atas permukaan media, selanjutnya siram media tanaman dengan air.

Pemeliharaan Tanaman

Tahapan ini bisa dikatan sebagai penentu untuk menjamin pertumbuhan dan pembuahan mangga antara lain : penyiraman, pemangkasan, pemupukan, perangsangan pembuahan dan pengendalian hama/penyakit.

a. Penyiraman
Pada awal penanaman harus disiram secara teratur setiap hari, pagi dan sore. Jika media dalam pot cepat kering, terutama saat musim kemarau, penyiraman boleh dilakukan 2 kali sehari. Volume penyiraman jangan berlebihan sebab membuat media tanam keluar dari pot.

b. Pemupukan
Tanaman sangat membutuhkan unsur hara untuk hidupnya. Itulah sebabnya perlu dipupuk. Lakukan aplikasi pemupukan untuk merangsang pembungaan, yaitu dengan memberikan pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 30 gram tiap pot. Aplikasikan pemupukan secara interval satu kali sebulan hingga bunga buah mangga muncul. Tambahkan pupuk kandang sebanyak dua kaleng susu kecil agar unsur hara pada media tanam tetap seimbang.

Saat bunga mulai berkembang, lakukan kembali pemupukan dengan menggunakan pupuk NPK. Sebelum memberikan pemupukan, larutkan pupuk terlebih dahulu ke dalam air dengan perbandingan satu sendok makan pupuk dalam 5 liter air. Jika pupuk sudah diaduk dengan rata, siramkan pada media tanam sebanyak setengah hingga satu liter untuk masing-masing pot. Pemupukan NPK juga bisa digantikan dengan pupuk cair seperti Intanik. Dengan melarutkan 10 ml pupuk Intanik ke dalam 10 liter air. Jika sudah dilarutkan ke dalam air, semprotkan larutan pupuk tersebut pada permukaan bawah daun tanaman secara merata. Aplikasi pemupukan dilakukan pada pagi hari agar tidak layu oleh terik matahari.

c. Pemangkasan
Untuk mencapai hasil maksimal sebaiknya pemangkasan rutin dilakukan sejak tanaman berumur satu bulan. Pemangkasan pertama dilakukan pada bagian batang pokok hingga mencapai tinggi 70-100 cm. Dari pemangkasan tersebut akan muncul cabang primer. Pilih batang primer dan pelihara tiga batang primer hingga panjangnya 50-75 cm, jika jumlah dan panjangnya lebih sebaiknya dipangkas. Dari ketiga cabang primer tersebut akan tumbuh pula cabang sekunder. Pilih dan pelihara tiga cabang sekunder dengan panjang 30-50 cm. Dan dari cabang sekunder ini akan tumbuh pula cabang tersier. Pelihara cabang sekunder sepanjang 20 cm agar dapat menopang buah dengan kuat/tidak mudah patah jika terdapat buah. Pangkas juga daun-daun yang lebat dan cabang-cabang yang negatif, seperti sakit, patah, terbakar, dan sebagainya.

d. Penyungkupan bunga
Lakukan penyungkupan pada seluruh tanaman atau cabang yang berbunga dengan ditutupkan plastik agar bunga tidak rontok jika terkena air hujan. Karena bunga pada tanaman mangga sangat peka terhadapa hujan.

e. Stres air
Pembentukan buah mangga dipengaruhi oleh kondisi bulan basah dan bulan kering namun karena kondisi tersebut sulit terjadi maka dilakukanlah stres air karena lebih efisien dan lebih mudah. Caranya adalah dengan mengurangi penyiraman pada tanaman hingga tanaman mangga tampak layu dan media tanam mengering. Lalu lakukan peyiraman  kembali sedikit demi sedikit hingga tanaman segar. Ulangi aplikasi tersebut sekitar 4 hingga lima kali sampai calon bunga muncul. Saat perlakuan stres air, tempatkan tabulampot mangga ditempat yang langsung mendapat sinar matahari.

 

 

 

 

Artikel terkait Cara Sukses Menanam Tabulampot Mangga Agar Berbuah Lebat