lklan-728x90
Menu

Cara Sukses Budidaya Timun Agar Untung Besar

26/10/2016 | Pertanian

Budidaya Timun – Buah mentimun memang sangat enak dan segar jika dijadikan jus buah segar pada saat musim panas. Buah tersebut dapat dijadikan berbagai macam bentuk olahan, mulai dari acar timun, rujak mentimun, keripik mentimun, sayur tumis mentimun, untuk berbagai kepentingan petisan, dan juga untuk penyegar di saat cuaca panas, yakni dibuat minuman buah. Buah mentimun memang sangat enak dan segar jika dijadikan jus buah segar pada saat musim panas. Buah tersebut dapat dijadikan berbagai macam bentuk olahan, mulai dari acar timun, rujak mentimun, keripik mentimun, sayur tumis mentimun, untuk berbagai kepentingan petisan, dan juga untuk penyegar di saat cuaca panas, yakni dibuat minuman buah.

cara-sukses-budidaya-timun-agar-untung-besar

Mentimun dengan nama latin Cucumis sativus  merupakan kelompok taksonomi tanaman bersulur dari suku timun-timunan ini merupakan buah yang banyak dijumpai di kalangan masyarakat di Indonesia. Mentimun memiliki cita rasa yang manis, mengandung banyak air sekitar 20% per berat buahnya. Mentimun dengan nama latin Cucumis sativus  merupakan kelompok taksonomi tanaman bersulur dari suku timun-timunan ini merupakan buah yang banyak dijumpai di kalangan masyarakat di Indonesia. Mentimun memiliki cita rasa yang manis, mengandung banyak air sekitar 20% per berat buahnya.Pertumbuhan yang sangat baik bagi tanaman mentimun yakni di daerah berdataran rendah, meskipun tak menutup kemungkinan pertumbuhan mentimun juga dapat berlangsung baik pada daerah dataran tinggi, dengan ketinggian lahan 100 – 1.200 meter di bawah permukaan air laut (mdpl).

Karakteristik Buah Timun

Kebanyakan para petani maupun penggemar perkebunan (hortikultura), mereka lebih banyak menggunakan media tanam dari jenis tanah liat berpasir, tanah andosol, tanah grumosol, atau tanah humus yang berasal dari sisa-sisa pembakaran, dan selebihnya untuk di atas bedengan lebih banyak dilapisi pupuk kandang kering dari hewan unggas seperti pupuk kotoran ayam yang telah difermentasikan (dikeringkan). Tingkat derajat keasaman tanah (pH tanah) paling ideal yakni 5,00 – 7,01. Suhu/temperatur optimum lingkungan yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman mentimun yakni berkisar 20 – 32 derajat celcius, dengan kelembaban 89%.

Walaupun begitu, untuk memperoleh tumbuh-kembang tanaman mentimun yang seragam, penting sekali petani melakukan penyiraman secara rutin, terarah, dan memenuhi target yang jelas. Penyiraman sebaiknya dilakukan jika terjadi musim kemarau yang berkepanjangan, namun pada musim hujan, penyiraman dapat dihentikan total atau disesuaikan dengan kebutuhan. Budidaya mentimun juga menuntut ketekunan dan kedisplinan petani/pekebun untuk lebih optimal dalam bercocok tanam mentimun dengan lahan tanam yang memenuhi syarat tumbuh mentimun, sehingga hasil pertanian dan panen timun nantinya akan berjalan efektif.

Cara Budidaya Timun

Setiap petani memiliki tips tersendiri dalam membudidaya tanaman mentimun agar berbuah banyak dan menguntungkan yang dilakukan di lahan pertanian miliknya. Namun, pengetahuan lain tidak boleh hanya terbatas pada apa yang selama ini telah menjadi pengalamannya sendiri, melainkan mereka juga harus lebih berwawasan luas, mencari sumber-sumber referensi terbaru untuk bagaimana meningkatkan produktivitas hasil panen yang diperoleh melalui sumber rujukan buku-buku pertanian, hasil penyuluhan pertanian oleh dinas pertanian setempat, atau bahkan dari sumber internet, koran, majalah, dan hal-hal referensi/sumber lainnya yang akurat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Berbicara tentang membudidaya buah timun tentu dibenak para petani sudah terbiasa dengan hal-hal yang umum saja tentang cara membudidaya yang secara kapasitas mungkin kurang menghasilkan, atau hasil panen kurang memuaskan akibat buahnya yang sedikit, sehingga akibatnya tidak sebanding dengan jerih payah dalam perawatan tanaman dan belum lagi jumlah pupuk yang digunakan. Untuk mencegah dari ketidakuntungan dalam pembudidayaan tanaman mentimun, maka kali ini akan berbagi tips dan trik bagaimana cara budidaya mentimun supaya berbuah banyak dan menguntungkan bagi petani. Berikut ini penjelasannya. Silakan lanjutkan membaca.

Penyiapan Benih Mentimun Berkualitas

Benih (bibit) mentimun dapat diperoleh langsung di toko atau kios khusus yang menjual benih tanaman. Saat membeli benih mentimun di kios bibit, sebaiknya Anda melihat kemasan produk bibit tersebut dan pastikan bahwa bibit telah terverifikasi dari dinas pertanian atau produsen yang membuat produk bibit tersebut. Bibit yang dibeli harus dipastikan bahwa terbebas dari bakteri atau penyakit patogen supaya ketika proses pendewasaan tanaman di lahan tidak mudah terserang bakteri atau kuman yang berbahaya (parasit). Benih juga dapat diperoleh dari kebun mentimun sendiri, yakni dengan cara membiarkan buah mentimun yang sudah berumur menjadi tua di pohonnya.

Buah yang hendak dijadikan bibit sebaiknya dibiarkan hingga kulit luarnya menjadi berwarna putih kekuningan. Untuk memperoleh bibit dari buah yang sudah tua tersebut, caranya yaitu dengan membelah bibit menjadi dua bagian (potong secara membujur dari pangkal buah ke arah ujung buah), lalu biji-biji yang berderet pada daging buah lalu dikerok menggunakan jari-jari tangan lalu dimasukan pada ember yang telah berisi air bersih. Bibit lalu dibersihkan dari lendir-lendir yang ada pada sekitar kulit bijinya. Untuk membersihkan lendir biji mentimun dapat menggunakan abu sekam padi. Ambilah bibit yang tenggelam di dalam air karena bibit tersebutlah yang dapat tergolong berkualitas.

Selebihnya bibit yang mengapung di atas air itu biasanya bibit yang kurang berkualitas atau peluang untuk berkecambahnya sangat rendah (kurang potensial). Bibit yang telah dibersihkan lalu dijemur selama 2 – 3 hari, bibit yang telah kering kemudian dikemas dan dimasukkan ke dalam botol-botol kaca, lalu ditutup dengan busa gabus. Selama bibit dimasukan ke dalam wadah botol maka bibit mengalami masa dormansi (masa istirahat pada biji sebelum berkecambah). Bibit mentimun yang berkualitas jika penyimpanan dilakukan secara benar dapat bertahan hingga 9 – 11 bulan bahkan lebih.

Pengolahan Lahan Tanam Mentimun

Sebelum penanaman benih mentimun, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pembajakan lahan persawahan/perkebunan disertai dengan pembolak-balikan tanah hingga menjadi setinggi 25 – 30 cm, selanjutnya buat bedengan dengan lebar 1 meter dan tinggi 25 – 30 cm, panjang bedengan disesuaikan dengan luas lahan yang ada. Sementara itu, jarak antar bedengan satu dengan bedengan lainnya adalah 30 – 40 cm (sesuaikan dengan kebutuhan).

Pada lahan bedengan yang sudah disediakan, buatlah lubang tanam bibit dengan diameter 10 cm, setiap bedengan dibuat dua baris lubang dengan jarak antara lubang baris dan larikan adalah 30 – 40 cm. Kemudian masing-masing lubang diberikan pupuk kandang, yakni dapat menggunakan pupuk kandang kotoran sapi, kotoran kambing atau kotoran ayam. Masing-masing lubang tanam sebaiknya diberikan 0,5 – 1 kg pupuk kandang kering, dan biarkan lahan tersebut hingga 5 – 7 hari sebelum bibit ditanam. Catatan, untuk kebutuhan pupuk kandang dalam budidaya tanaman mentimun dalam 1 hektar lahan adalah 20 – 35 ton.

Penanaman Benih Mentimun

Sehari sebelum penanaman benih mentimun, sebaiknya benih direndam ke dalam air hangat selama 3 – 5 jam kemudian diletakan di kain yang basah/lembab. Kemudian benih yang diletakkan pada kain lembab tersebut selama 24 jam maka biasanya akan tumbuh tunas-tunas (biji mengalami perkecambahan), dan dari sinilah benih mentimun siap untuk ditanam pada lahan terbuka (sawah, kebun, tegalan, dan media lainnya).

Benih mentimun yang telah berkecambah tersebut sebaiknya segera ditanam. Langkahnya adalah memasukan 1 biji ke dalam lubang tanam yang telah disediakan lalu tutup lubang dengan tanah di sekitarnya. Sebaiknya pembenaman bibit ke dalam lubang tanam jangan terlalu dalam karena akan memperlama bibit untuk tumbuh, yakni sebaiknya setinggi 2 – 3 cm saja. Umumnya sejak 4 hari tanam benih, maka pada saat itu juga benih sudah mulai tumbuh dan bertunas lebih tinggi. Apabila ada benih yang tidak tumbuh atau mati dan rusak, maka segeralah lakukan penyulaman biji susulan.

Penanaman Benih Mentimun

Sehari sebelum penanaman benih mentimun, sebaiknya benih direndam ke dalam air hangat selama 3 – 5 jam kemudian diletakan di kain yang basah/lembab. Kemudian benih yang diletakkan pada kain lembab tersebut selama 24 jam maka biasanya akan tumbuh tunas-tunas (biji mengalami perkecambahan), dan dari sinilah benih mentimun siap untuk ditanam pada lahan terbuka (sawah, kebun, tegalan, dan media lainnya).

Benih mentimun yang telah berkecambah tersebut sebaiknya segera ditanam. Langkahnya adalah memasukan 1 biji ke dalam lubang tanam yang telah disediakan lalu tutup lubang dengan tanah di sekitarnya. Sebaiknya pembenaman bibit ke dalam lubang tanam jangan terlalu dalam karena akan memperlama bibit untuk tumbuh, yakni sebaiknya setinggi 2 – 3 cm saja. Umumnya sejak 4 hari tanam benih, maka pada saat itu juga benih sudah mulai tumbuh dan bertunas lebih tinggi. Apabila ada benih yang tidak tumbuh atau mati dan rusak, maka segeralah lakukan penyulaman biji susulan.

Perawatan Tanaman Mentimun

Perawatan dalam budidaya yang intensif sangat penting untuk menghasilkan kualitas buah yang baik nantinya. Agar tanaman mentimun berbuah lebat, sebaiknya fokuskan dalam pembudidayaannya menggunakan pupuk organik kompos/kandang yang tersedia banyak di sekitar tempat tinggal. Pada umur tanam 4 – 5 hari, sebaiknya tanaman mulai dikontrol pertumbuhan dan perkembangannya. Apabila pada umur tanam tersebut ada tumbuhan yang mati atau pertumbuhan terhambat, sebaiknya segera lakukan penyulaman biji susulan secepatnya. Pada umur tanaman mentimun menginjak 15 – 30 hari biasanya tanaman rentan mengalami perebutan nutrisi (unsur hara) dengan rumput-rumput liar pengganggu (gulma), oleh sebab itu segera koret atau buang dan cabut gulma tersebut secara rutin.

Pada umur 2 minggu, biasanya pada tanaman muda sudah ada daunnya, maka segera beri pupuk tambahan yakni pupuk organik cair. Pupuk organik cair (POC) dapat dibuat dari kotoran kambing/sapi yang telah matang dicampur dengan air bersih, yakni 1 kg kotoran sapi/kambing dengan penambahan 1 Liter air bersih, lalu kocok atau aduk hingga menjadi larutan POC. Kemudian campuran tersebut didiamkan selama 7 hari, lalu setelah itu beri pupuk cair encer tersebut dengan cara menyiramkan pada masing-masing lubang tanam mentimun. Kebutuhan pupuk organik cair yakni 1 Liter untuk 1 meter persegi lahan.

Agar pohon mentimun menghasilkan prospek buah yang banyak (lebat), maka sebaiknya pasang lenjeran (turus) yang terbuat dari bilah-bilah bambu setinggi 150 – 160 cm (sesuai kebutuhan). Pasang masing-masing lenjeran di samping lubang tanam mentimun. Untuk melilitkan sulur mentimun agar rapih, maka petani dianjurkan untuk membantu dalam melilitkan sulur mentimun pada lenjeran yang disediakan. Perapihan sulur secara rutin oleh petani ternyata juga akan mempengaruhi kualitas pembungaan sehingga akan berefek positif terhadap jumlah buah yang dihasilkan.

cara-sukses-budidaya-timun-agar-untung-besar

Kegiatan Panen dan Pemasaran Buah Mentimun

Tanaman mentimun akan tumbuh baik pada usia 20 – 30 hari, dan mulai berbuah pada umur tanam di atas 40 hari. Panen awal mentimun pada umur tanam sekitar 65 hari. Pemanenan dilakukan secara bertahap selama 1 – 2 bulan. Panen mentimun dilakukan setiap hari atau 2 dan 3 hari sekali sesuai kebutuhan dan pangsa pasar pada saat itu, yakni dapat memetik 1 – 3 buah dalam 1 pohon mentimun. Dalam satu hektar lahan tanam, dapat menghasilkan setidaknya 30 – 40 ton. Pemanenan mentimun dilakukan dengan cara memetik buah secara manual menggunakan tangan. Kemudian buah-buah dikumpulkan dalam bakul atau karung.

Pemanenannya sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari, agar keesokan hari buah mentimun sudah dapat langsung dijual di pasaran. Buah mentimun yang telah dipanen dapat dibersihkan atau dicuci terlebih dahulu lalu dianginkeringkan. Buah mentimun sebelum dijual alangkah baiknya disimpan pada tempat sejuk, kering, dan aman dari tempat tertutup. Sesaat setelah akan dijual di pasaran, biasanya mentimun dimasukan ke dalam karung jala kemudian diangkut menggunakan mobil dan siap edar ke pasar-pasar tradisional dan supermarket dalam bentuk kiloan.

Harga 1 kg buah mentimun di setiap daerah di Indonesia beranekaragam. Sebagai contoh, untuk harga buah mentimun di pasar-pasar tradisional di kota Bandarlampung dapat mencapai harga Rp. 6.000,00,- hingga  Rp. 8.000,00,-/kg. Harga ini sangat tinggi terutama pada saat hari-hari besar nasional, sehingga membudidaya tanaman mentimun adalah cara terbaik untuk memperoleh prospek yang cerah, sebab buah mentimun hampir sering dimanfaatkan oleh konsumen untuk berbagai kepentingan, seperti untuk kuliner masakan di restaurant, rumah makan, untuk kepentingan kesehatan, dan lain sebagainya.

Manfaat Timun Bagi Kesehatan

Timun mengandung potassium (152mg per cangkir), yang bisa membantu pengurangan tekanan darah. Hasil studi menunjukkan peningkatan konsumsi potassium mempengaruhi positif resiko terkena serangan stroke dan juga mengurangi resiko penyakit kardiovaskular. Kandungan tanin dalam mentimun mampu membatasi pelepasan radikal bebas dalam tubuh dan mengurangi rasa sakit. Menurut Journal of Young Pharmacists: “sebagai ramuan tradisional, timun digunakan untuk obat sakit kepala: bijinya punya efek mendinginkan dan diuretik. Jusnya juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan obat jerawat.”

Timun juga mengandung fisetin, substansi anti inflamasi. Fisetin memiliki peran penting dalam kesehatan otak. Karena memiliki kemampuan untuk mengurangi gejala penyakit degenarasi sistem saraf yang berhubungan dengan usia dan bisa membantu fungsi kognitif pasien Alzheimer. Bau mulut biasanya disebabkan oleh bakteri dalam mulut. Sayuran berserat dengan kandungan air yang tinggi, seperti timun, bisa menambah produksi air liur yang bisa membantu membersihkan bakteri penyebab bau mulut. Timun mengandung polifenol yang disebut lignan. Zat ini berpotensi mengurangi resiko kanker tertentu. Timun juga mengandung unsur aktif tanaman kukurbitasin yang memiliki sifat anti kanker.

Timun adalah sumber vitamin K. Satu cangkir mengandung 22 persen vitamin K porsi harian yang direkomendasikan. Vitamin ini penting bagi kesehatan tulang. Kekurangan vitamin K bisa meningkatkan resiko patah tulang. Vitamin K juga penting untuk meningkatkan penyerapan kalsium dalam tulang. Timun juga bisa memperlancar pencernaan. Kandungan serat yang terdapat pada mentimun terbukti dapat memperlancar pencernaan. Mengkonsumsi mentimun secara teratur dapat membantu mengatasi masalah pencernaan seperti gastritis, maag, perut mulas atau konstipasi (kondisi susah buang air besar).

Timun bisa meningkatkan daya tahan tubuh & mencegah dehidrasi. Vitamin C pada mentimun berperan aktif dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit baik karena perubahan cuaca atau lainnya. Kandungan air pada mentimun juga mampu mencegah tubuh mengalami dehidrasi. Mungkin anda hanya mengetahui kalau wortel lah makanan yang bermanfaat untuk kesehatan mata. Ternyata mentimun juga bermanfaat bagi mata karena mentimun juga mengandung vitamin A. Meletakkan irisan mentimun pada kelopak mata juga mampu merelaksasi otot dan saraf mata sehingga mata tidak mudah lelah yang dapat memicu penurunan kesehatan mata itu sendiri. Selain itu, mengkonsumsi mentimun juga dapat mencegah retensi air yang dapat memicu pembengkakan di sekitar mata. Sangat menguntungkan sekali budidaya tanaman buah ini.

 

Artikel terkait Cara Sukses Budidaya Timun Agar Untung Besar