lklan-728x90
Menu

Cara Menanam Cabe Hidroponik Wilayah Yogyakarta

08/10/2016 | Pertanian

Menanam Cabe Hidroponik – Cabe merah merupakan salah satu komoditas pertanian paling atraktif. Pada saat-saat tertentu, harganya bisa naik berlipat-lipat. Pada momen lain bisa turun hingga tak berharga. Hal ini membuat budidaya cabe merah menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Disamping fluktiasi harga, budidaya cabe cukup rentan dengan kondisi cuaca dan serangan hama. Untuk meminimalkan semua resiko tersebut, biaya untuk budidaya cabe bisa dikatakan cukup tinggi. Pada kesempatan kali ini, alamtani mencoba memaparkan langkah-langkah yang harus dipersiapkan untuk budidaya cabe merah. Khususnya jenis Capsicum annum L. Tanaman ini berasal dari benua Amerika yang beriklim tropis dan subtropis. Dari sini menyebar ke berbagai belahan bumi lainnya.

cara-menanam-cabe-hidroponik-wilayah-yogyakarta

Sebuah inovasi untuk mengembangkan sistem pertanian cabai akhirnya berhasil dilakukan oleh Kelompok Tani Gembuk, Dusun Keren, Desa Ngunut, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Inovasi yang disebut dengan sistem infus terhadap sistem pertanian cabai terbukti menghemat tenaga SDM dan biaya yang dikeluarkan. Ketua Kelompok Tani Gembuk, Sarwo Pranoto mengungkapkan mahalnya biaya operasional yang digunakan untuk menggarap lahan pertanian mereka menjadi alasan untuk menciptakan sistem infus tersebut. Selain itu dengan sistem infus tersebut akan membantu meningkatkan hasil panen yang lebih tinggi. Ia pun menganggap bahwa teknis sistem infus pun dirasa lebih mudah.

Cara Budidaya Cabe

Kondisi iklim di Indonesia khususnya di Yogyakarta cocok untuk budidaya cabe dimana matahari bersinar penuh. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 1400 meter dpl. Di dataran tinggi, cabe masih bisa tumbuh namun produksinya tidak maksimal. Suhu yang optimal untuk pertumbuhan cabe merah, antara 24-28 derajat Celcius. Pada suhu yang terlalu dingin dibawah 15 atau panas diatas 32 pertumbuhan akan terganggu. Cabe bisa tumbuh pada musim kemarau asal mendapatkan pengairan yang cukup.

Curah hujan yang dikehendaki berkisar 800-2000 mm per tahun dengan kelembaban 80%. Cabe merupakan salah satu komoditas pertanian yang harganya sangat berfluktuasi. Apalagi menjelang hari-hari besar seperti lebaran, harga cabe pasti melonjak tinggi. Hal ini yang memancing orang untuk menanam cabe, baik untuk dijual maupun sekadar untuk persediaan sendiri. Sayangnya bagi yang tinggal diperkotaan ketersedian lahan untuk bercocok tanam sangat terbatas. Namun hal ini bisa disiasati dengan menanam cabe dalam pot atau polybag. Selain menanam cabe di polybag anda juga bisa menanam cabe hidroponik dengan hasil yang sama sama memuaskan.

Menanam Cabe Hidroponik

Saat ini menanam cabe hidroponik semakin digemari, terutama untuk masyarakat perkotaan dan sekitarnya. Tetapi tidak hanya di kota, Di wilyah Yogyakarta seperti Gunungkidul juga menerapkan cara menanam cabe hidroponik. Bertanam dengan metode hidroponik sangat cocok menjadi pilihan karena bertanam dengan metode ini tidak harus memerlukan lahan yang luas. Tanaman yang dapat ditanam dengan metode hidroponik sangat banyak jenisnya, salah satunya cabe. Cabe sangat dibutuhkan oleh ibu-ibu rumah tangga untuk keperluan memasak. Seperti kalau memasak tidak ada cabe kurang lengkap rasanya.

Apalagi untuk kita masyarakat Indonesia yang sangat doyan sambal. Cabe bisa kita temui dimanapun, namun yang menjadi kendala adalah harganya yang sering melonjak naik. Sehingga mengakibatkan pengeluaran belanja dapur kita ikut naik. Lalu bagaimana untuk bisa mengatasinya? Salah satunya jawaban yang pas adalah anda bisa mencoba menanam sendiri. Jika anda terkendala lahan, anda dapat menggunakan metode bertanam dengan metode hidroponik yang tidak memerlukan lahan yang luas. Untuk itu kali ini akan mencoba membahas bagaimana cara menanam cabe hidroponik.

Persiapan Benih Cabe

Hasil yang bagus berasal dari benih yang bagus. Itulah faktor pertama yang mempengaruhi hasilnya nanti. Benih cabe bisa anda dapatkan dari berbagai tempat dan berbagai cara. Yang paling mudahnya bahkan anda dapat mengambil benih dari cabe yang ada di dapur anda. Cabe yang dipilih untuk diambil bijinya yang ingin dijadikan benih, pertama kita keringkan dengan cara di angin-anginkan. Setelah cabe kering baru diambil bijinya dan masukkan ke dalam air, ambil biji yang tenggelam untuk dijadikan benih. Cabe yang anda pilih untuk ditanam bebas sesuai selera anda, mau cabe rawit atau cabe keriting tetap sama prosesnya. Benih cabe bisa anda dapatkan juga dengan membeli di toko-toko pertanian di sekitar tempat tinggal anda.

Jika akan menanam cabe hidroponik jenis cabe keriting, di pasaran banyak macam varietas cabe keriting, mulai dari hibrida hingga varietas lokal. Cara menanam cabe lokal dan hibrida tidak mempunyai perbedaan yang berarti. Hanya saja beberapa cabe hibrida dianjurkan dirawat dengan produk-produk obat-obatan tertentu. Varietas hibrida banyak didatangkan dari Taiwan dan Thailand, sedangkan varietas lokal banyak ditanam di Rembang, Kudus, hingga Tanah Karo, Sumatera Utara.

Saat ini terdapat varietas lokal hasil seleksi, produktivitasnya pun lebih baik daripada varietas lokal tanpa seleksi. Benihnya dijual dalam kemasan kaleng seperti tampar yang diproduksi Sang Hyang Sri. Dari segi teknis, cara menanam cabe keriting lokal lebih sederhana dan anti ribet dibanding cara menanam cabe hibrida. Cabe lokal lebih adaptif dengan kondidi lingkungan dibanding cabe hibrida. Hanya saja produktivitasnya masih kalah dari hibrida.

Penyemaian Benih Cabe

Untuk menanam cabe hidroponik, sebelumnya anda harus melakukan penyemaian bibit cabe. Cara menanam cabe dalam polybag sebaiknya tidak langsung dilakukan dari benih atau biji. Pertama-tama benih cabe harus disemaikan terlebih dahulu. Proses penyemaian ini gunanya untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kerdil, cacat atau berpenyakit. Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit sampai cukup tahan ditanam di tempat yang lebih besar.

Tempat persemaian bisa berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), daun pisang, baki (tray) persemaian, atau petakan tanah. Untuk melihat lebih detail silahkan baca cara membuat media persemaian. Cara yang paling ekonomis adalah dengan menyiapkan petakan tanah untuk media persemaian. Buat petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan tanah lalu aduk hingga rata. Butiran tanah dibuat sehalus mungkin agar perakaran bisa menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut 5-10 cm, diatasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.

Masukkan benih cabe dalam larikan dengan jarak 7,5 cm kemudian siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan abu atau tanah. Setelah itu tutup dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan agar karung goni tetap basah. Pada hari ke-4 akan muncul bibit dari permukaan tanah, kemudian buka karung goni. Sebaiknya petakan ditudungi dengan plastik transparan untuk melindungi bibit cabe yang masih kecil dari panas berlebih dan siraman air hujan langsung. Tanaman cabe siap dipindahkan ke polybag besar setelah berumur 3-4 minggu, atau tanaman telah mempunyai 3-4 helai daun. Letakkan persemaian benih cabe di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Siram setiap pagi sampai benih tumbuh dan siap ditanam.

Penyiapan Media Tanam

Siapkanlah media tanam yang baik dalam menanam cabe hidroponik. Pilih polybag yang berukuran diatas 30 cm, agar media tanam cukup kuat menopang pertumbuhan tanaman cabe yang rimbun. Selain polybag, bisa juga digunakan pot dari jenis plastik, semen, tanah, atau keramik. Atau bisa juga menggunakan wadah-wadah bekas yang tidak terpakai lagi, beri lubang pada dasar wadah untuk saluran drainase. Cara menanam cabe dalam polybag bisa menggunakan media tanam dari campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam, dan lain-lainnya. Silahkan baca cara membuat media tanam polybag untuk penjelasan lebih detail.

Beberapa contoh komposisi media tanam diantaranya adalah (1) Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, (2) Campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau (3) Campuran tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Apabila menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang telah matang. Lihat jenis dan karakteristik pupuk kandang. Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurkan sekitar 3 sendok NPK dalam setiap polybag. Aduk hingga campuran tersebut benar-benar rata. Lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa, pecahan genteng, atau pecahan styrofoam. Gunanya agar air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.

Proses Pemindahan Bibit

Transplating adalah proses pemindahan bibit dari media semai ke pot atau media pertumbuhan. Setelah bibit tanaman dan media tanam siap, pindahkan bibit tanaman cabe dari tempat persemaian kedalam polybag. Lakukan pekerjaan ini saat pagi hari atau sore hari, dimana matahari tidak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman. Benih cabe yang sudah disemai dalam media rockwool di dalam netpot harus di beri nutrisi hidroponik ABmix dengan dosis normal sayuran daun. Tempatkan benih di tempat yang tidak kena cahaya matahari langsung. Secara normal benih akan tumbuh menjadi bibit dan muncul daun semu beberapa pasang lalu beberapa hari berikutnya tumbuh daun sejati. Jika daun sejati sudah muncul maka bibit cabe hidroponik harus dipindahkan ke pot atau polybag.

Untuk berikutnya isi dengan media porous seperti sekam bakar dicampur hidroton, kerikil, atau pecahan genting. Sistem penanaman bisa menggunakan sistem wisk, deep water culture atau pot/polybag. Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan pada perakaran tanaman. Buat lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag atau daun pisang, copot polybag dan daun pisang lalu masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian kedalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah atau tray, pindahkan dengan tanah yang menempel pada perakaran dan masukkan kedalam lubang tanam.

cara-menanam-cabe-hidroponik-wilayah-yogyakarta

Perawatan Dalam Menanam Cabe Hidroponik

Seperti tanaman padi sawah, tanaman cabe juga membutuhkan perawatan. Nutrisi hidroponik atau pupuk hidroponik merupakan faktor terpenting dalam cara menanam cabe hidroponik. Nutrisi hidroponik sebagian besar berisi campuran NPK yang terdiri dari nitrogen, fosfor, dan kalium. Anda dapat membeli nutrisi hidroponik di toko pertanian atau mencari melalui internet. Nutrisi hidroponik kini sudah tersedia khusus untuk cabe, yang perlu diperhatikan adalah dosis penggunaan nutrisi tersebut. Lebih baiknya anda membaca terlebih dulu penggunaannya sesuai dosis yang diperlukan di tahap pertumbuhan tanaman cabe.

Berikan pemupukan tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK per polybag setiap bulannya. Atau apabila ingin menanam cabe secara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos atau pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah. tanaman cabe sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Apabila matahari bersinar terik, siram tanaman setiap hari. Setelah tanaman cabe tumbuh sekitar 20 cm, berikan ajir bambu. Ajir ini berguna untuk menopang tanaman agar berdiri tegak. Tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20 setelah tanam, perompesan biasanya dilakukan tiga kali hingga terbentuknya cabang. Gunanya agar tanaman tidak tumbuh kesamping ketika batang belum terlalu kuat menopang.

Dalam masa pertumbuhan tanaman cabe harus sering dicek agar ketersediaan nutrisi tetap terjaga dan tanaman terbebas dari hama dan penyakit. Ketersediaan larutan nutrisi jangan sampai habis atau mengering. Jika larutan nutrisi mulai berkurang anda dapat menambahnya. Tanaman cabe harus terbebas dari hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman cabe adalah seperti tungau, kutu daun, ulat, antraknosa, busuk buah, dan lain sebagainya. Jika belum terlalu parah, pengendalian bisa dilakukan dengan membuang dan menghilangkan bagian yang terinfeksi.

Guna memenuhi kebutuhan unsur hara mikro tanaman cabe, di saat masa pertumbuhan vegetatif setiap seminggu sekali tanaman baiknya disemprot dengan pupuk daun. Jika sudah memasuki fase generatif , semprot tanaman cabe dengan pupuk buah. Anda bisa memakai gandasil A/B, growmore, bayfolan, POC, Nasa atau supergrow. Tanaman cabe akan mulai bisa berbuah dan dipanen di saat mulai menginjak umur dua bulan hingga tiga bulan setelah tanam. Pastikan semua tanaman terawat dengan baik untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Harga Pasaran Cabe Di Yogyakarta

Pedagang di Pasar Argosari Wonosari mengeluhkan harga cabai yang terus naik turun. Akibat dari kondisi ini, mereka tidak takut melakukan penyetokan dan jumlah besar karena takut merugi. Salah seorang Pedagang Pasar Argosari Lipurningsih mengakui jika harga cabai jenis rawit merah memiliki harga yang tidak stabil dan terus naik turun. Dia mencontohkan, beberapa hari lalu harganya sempat tembus di angka Rp 60.000 per kilogram. Harga cabai yang naik turun tidak lepas dari jumlah pasokan di pasaran. Kondisi ini makin tak terkendali karena banyak komoditas yang didatangkan dari luar daerah, sehingga saat pasokan minim maka harga akan terus terkerek. Sebaliknya, di saat pasokan melimpah harganya akan anjlok.

Masalah naik turunnya harga cabai juga dipengaruhi oleh banyaknya tengkulak yang dengan sengaja mengubah area pasokan barang. Di saat tertentu, pengiriman banyak dilakukan ke Jakarta dan daerah sekitarnya, karena kebutuhan di sana sedang tinggi dan harganya pun sangat menguntungkan. Namun saat harga mulai anjlok, pasokan barang kembali dialihkan ke tempat semula. Ini berkaitan dengan aspek bisnis, di mana ada permintaan tinggi maka harganya akan naik. Kondisi itu jelas merugikan semua pihak mulai dari pedagang hingga pembeli.

Untuk daftar lengkap harga cabe merah keriting hari ini Oktober 2016, harga cabe rawit merah berada di kisaran Rp. 40 ribuan per kg nya. Turun harga sekitar 30 ribuan dari pada bulan kemarin. Untuk harga cabe dimusim kemarau ini apalagi di bulan kemarau ini banyak yang mengalami kekeringan itu mendukung naiknya harga di pasaran. Banyak yang berharap harga cabe ini selalu stabil. Jika harga stabil bisa menghemat pengeluaran rumah tangga khususnya untuk urusan masak memasak. Demikian ulasan tentang cara menanam cabe hidroponik, semoga bisa memberikan manfaat untuk anda semua.

 

Artikel terkait Cara Menanam Cabe Hidroponik Wilayah Yogyakarta