lklan-728x90
Menu

Cara Budidaya Padi Sawah Di Wilayah Yogyakarta

06/10/2016 | Pertanian

Budidaya Padi Sawah – Pertanian Organik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini terus berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat dan ramah lingkungan. Hal ini didukung permintaan pasar yang semakin bertambah, serta nilai jual produk yang lebih tinggi . Sayangnya, saat ini luas lahan yang digunakan untuk pertanian organik di DIY masih dibawah 3% dari 57.540 hektar luas tanah pertanian yang ada. Salah satu perusahaan yang mengelola restoran cepat saji terkenal di Indonesia yang setahun terakhir menggunakan beras organik, dari 370 gerai, 117 gerai di Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jakarta memanfaatkan beras organik.

cara-budidaya-padi-sawah-di-wilayah-yogyakarta

Perusahaan ini menggunakan beras organik karena konsumen sekarang lebih melek kesehatan, kata salah seorang brand manager perusahaan tersebut. Pada sebuah gerai yang menyajikan nasi organik dan non organik, 80% konsumen memilih nasi organik. Pertanian organik adalah pertanian ramah lingkungan yang memanfaatkan bahan alami lokal di sekitar lokasi pertanian, seperti limbah produk pertanian sebagai bahan baku pembuatan pupuk untuk mereduksi penggunaan pupuk, pestisida, fungisida dan insektisida kimia yang tidak ramah lingkungan. Saat ini Dinas Pertanian DIY telah memiliki beberapa area pertanian organik. Untuk wilayah Kabupaten Kulon Progo di Desa Kali Bawang, Kabupaten Bantul di Desa Mangunan,  Kabupaten Gunung Kidul di Desa Pondang dan Kabupaten Sleman di Desa Prambanan dan Pakem.

Pertanian Padi Jogja

Selain banyak tempat wisata, wilayah jogja juga terkenal dengan pertaniannya. Menurut Kepada Dinas Pertanian Provinsi DIY, Ir. Nanang Suwandi, MMA, tren permintaan terhadap produk pertanian organik terus mengalami peningkatan setiap tahun, namun petani di DIY belum mampu memenuhi permintaan tersebut. Saat ini dinas pertanian DIY sedang mengupayakan target 5% lahan pertanian organik dari luas lahan pertanian yang ada pada tahun 2012. Kendala utama mengembangkan pertanian organik karena lahan yang digunakan harus terkonsentrasi pada satu area yang jelas batasnya dan terpisah dengan pertanian konvensional. Hal ini untuk menekan terjadinya kontaminasi bahan-bahan kimia, baik dari air irigasi maupun udara. Kendala lainnya adalah hasil yang sedikit, akibat sudah rusaknya kondisi tanah di Indonesia akibat penggunaan pestisida dan pupuk kimia selama bertahun-tahun. Selain itu masalah pemasaran produk organik yang masih terbatas, membuat harga jualnya masih sangat tinggi di pasaran.

Padi merupakan komoditas tanaman yang sudah sejak berabad abad telah di budidayakan oleh kalangan petani terutama di indonesia sendiri. Tanaman yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi ini akan selamanya di butuhkan karena padi merupakan tanaman penghasil beras guna untuk kebutuhan konsumsi makanan dan kebutuhan nutrisi bagi semua umat manusia. Untuk itu budidaya padi juga membutuhkan panduan yang lengkap untuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal. Hampir setiap petani daerah di Yogyakarta menerapkan  budidaya padi sawah.

Metode Budidaya Padi Sawah

Mungkin untuk melakukan budidaya tanaman padi ini Cuma sebagian orang saja yang ingin menggelutinya, pasalnya, orang – orang Indonesia yang bertempat tinggal di pedesaan lebih memilih untuk kerja di kota daripada harus meneruskan bisnis pertanian milik keluarganya, alih – alih dengan alasan bahwa petani itu tidak terlalu kaya. Ya, semua yang dikatakan itu benar jika memang seorang petani itu tidak konsisten dalam mengerjakan sawahnya. Sebenarnya hasil dari pertanian sendiri sudah sangatlah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Bahkan pertanian sendiri merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan.

Kita tahu sendiri kan ? bahwa padi di Indonesia sendiri merupakan salah satu bahan pangan yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari – hari. Karena itulah, budidaya padi sawah ini sangatlah bagus. Apalagi kalau anda memiliki lahan sawah yang luas, ini bisa menjadi passive income yang bagus dalam bisnis. Indonesia sendiri merupakan Negara agraris. Jadi sudah sepantasnya kita untuk melakukan olah tanah. Jujur saja, tanah di Indonesia ini sangatlah subur, maka dari itu kita mau menanam tanaman apa saja pun bisa tumbuh dengan baik, tinggal bagaimana cara kita dalam melakukannya. Contohnya saja budidaya padi sawah, kita harus mengetahui dulu teknik budidaya padi sawah yang baik itu seperti apa bukan.

cara-budidaya-padi-sawah-di-wilayah-yogyakarta

Tekhnik Budidaya Padi Sawah

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam teknik budidaya tanaman padi ini, dan hal yang paling mendasar yang harus diketahui adalah konsisten. Jika kita ingin mendapatkan hasil yang memuaskan dari budidaya tanaman padi sawah ini maka sebaiknya anda all out dalam melakukan bisnis ini, ya anda harus keluarkan 100% tenaga anda untuk meningkatkan hasil pertanian padi. Mulai dari pengolahan lahan tanam, persemaian, tekhnik penanaman padi, pemupukan dan penyiangan lahan tanam. Selain itu, harus diperhatikan juga masalah pembasmian hama tanaman dalam budidaya padi sawah ini. Sampai akhirnya bisa panen dengan hasil yang memuaskan.

Pengolahan Lahan Tanam Padi

Tekhnik budidaya padi sawah yang pertama adalah dengan mengolah lahan tanam padi. Kita tahu sendiri bukan bagaimana cara pertama kali mengolah lahan tanam kita dengan baik, tentunya saat mau digunakan pastinya lahan nya kotor. Banyak tanaman – tanaman yang tidak di inginkan pun tumbuh dilahan tersebut. Langkah pertama dalam pengolahan lahan adalah dengan membersihkan tanaman – tanaman pengganggu tersebut hingga hilang sepenuhnya sehingga yang ada hanyalah tanah kosong. Lalu, setelah hilangnya gulma tersebut, lalu aliri lahan tanam tersebut dengan air, mau tidak mau harus membersihkan aliran air agar dapat mengaliri air ke lahan dengan baik.

Setelah aliran air pun sudah beres, sebaiknya anda mengaliri lahan sampai tergenang air mencapai tinggi kira – kira 10cm. Dan setelah tergenang tutup lagi aliran air dan biarkan lahan tanam selama 2 minggu. Hal ini bertujuan agar semua racun – racun yang dari tanaman yang ditanam sebelumnya dapat menghilang. Setelah 2 minggu, tentunya kondisi tanah pasti dalam keadaan becek. Nah, saat seperti itu gemburkan tanah dengan menggunakan alat tradisional maupun dengan alat modern. Buatlah bedengan juga agar dapat menjadi tempat tanam yang baik untuk tanaman padi. Lakukan langkah – langkah ini dengan urut.

Menyemai Benih Padi Pada Lahan

Sebelum melakukan penyemaian, sebaiknya anda harus tahu dulu bibit padi yang baik itu seperti apa, untuk mengetahui anda harus merendam dulu bibit yang anda gunakan itu didalam air selama kurang lebih 2 jam. Setelah 2 jam lalu ambil benih tersebut dan letakkan diatas kain yang sudah dibasahi dengan air. Hitung semua benih tersebut, jika 90% dari benih yang direndam tadi berkecambah maka benih tersebut merupakan benih padi yang baik. tentunya bagus untuk anda gunakan dalam budidaya tanaman padi ini. Setelah anda mendapatkan benih padi yang baik, tentunya anda harus melakukan penyemaian. Pertama – tama anda harus membuat benih padi ini menjadi berkecambah agar bisa disemai.

Caranya dengan merendam bibit padi tersebut sehari semalam, setelah direndam lalu keringkan selama 2 hari, pada saat pengeringan inilah proses perkecambahan terjadi. Lalu, untuk langkah yang kedua adalah penyiapan lahan untuk persemaian benih padi ini, kalau anda mempunyai lahan tanam seluas 1 hektar, maka anda harus memberikan 500m2 untuk lahan persemaian. Dan lahan persemaian ini tentunya harusnya berair. Lalu jangan lupa untuk diberikan pupuk urea pada lahan agar benih padi cepat dalam pertumbuhannya. Langkah terakhir tentunya tanamlah benih padi yang dikeringkan dan sudah berkecambah tersebut kedalam lahan persemaian yang sudah diberi pupuk urea.

Teknik Penanaman Tanaman Padi

Setelah melakukan proses penyemaian benih padi, tentunya anda harus menanam benih padi tersebut kedalam lahan tanam. Nah, sebelum itu anda harus memperhatikan bibit padi persemaian yang harus ditanam itu harus lah bibit yang sudah memiliki 3 helai daun dan memiliki umur kurang dari 2 minggu. Untuk cara menanamnya sendiri bisa anda menanam satu maupun dua benih dalam satu lubang tanam, hal ini disebut dengan cara tanam tunggal ataupun cara tanam ganda. Untuk cara tanam ganda ini untuk mengantisipasi jika salah satu bibitnya merupakan bukan bibit yang subur. cara ini efektif untuk mengurangi resiko tanaman padi yang kurang subur. Tetapi tentunya akan sangat boros benih padi yang digunakan. Untuk menanamnya sendiri sangatlah mudah, karena yang perlu diperhatikan hanyalah kedalaman dalam menanam bibit padi ini, sebaiknya kedalamannya sekitar 1.5cm untuk bibit yang ditanam. Dan sebaiknya akarnya dibentuk huruf L dalam penanamannya, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Pemupukan

Tekhnik budidaya padi sawah selanjutnya adalah pemupukan. Tentunya untuk budidaya tanaman maka tidak kelupaan kalau melakukan pemupukan. Karena pemupukan ini sangatlah penting bagi tumbuhan. Karena dengan dilakukannya pemupukan maka proses pertumbuhan dari tanaman padi ini akan semakin cepat dan menghasilkan, dan tentunya nutrisi – nutrisi yang dibutuhkan padi untuk berkembang pun bisa tercukupi dengan baik. untuk melakukan pemupukan biasanya diambil pada 15 hari pertama, untuk pemupukan kedua setelah padi berumur 30 hari dan untuk pemupukan terakhir biasanya dilakukan pada padi yang berumur 45 hari. Untuk melakukan pemupukan anda bisa menggunakan pupuk urea ataupun pupuk yang lain.

Penyiangan Lahan Tanam

Tekhnik budidaya padi sawah selanjutnya adalah penyiangan. Untuk penyiangan ini sebaiknya anda mulai melakukan setelah padi berumur 3 minggu selepas pertama kali tanam. Karena biasanya pada umur tersebut tanaman – tanaman pengganggu atau gulma sudah mulai tumbuh, dan tentunya jika terdapat tanaman gulma ini pasti akan menghambat pertumbuhan dari tanaman padi. Untuk itulah dilakukan penyiangan. Dan akan lebih baik jika penyiangan ini dilakukan oleh manual, yaitu dengan tangan, kalau dengan obat takutnya nanti akan mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman padi. Lakukan proses penyiangan ini setiap 3 minggu sekali.

Pembasmian Hama Tanaman

Tentunya jika tanaman padi sudah mulai memberikan hasilnya, pastinya banyak hama yang sudah mengincar tanaman padi. Contohnya saja seperti tikus, wereng, lembing, burung, belalang dan masih banyak yang lainnya. Hal ini bisa disiasati dengan cara alami maupun dengan cara non alami atau cara paksa. Untuk cara alami tentunya kita harus memelihara para predator hama tanaman padi, contohnya ular. Pastinya di sawah terdapat ular, sebaiknya anda tidak perlu untuk membunuh ular tersebut karena ular ini akan bermanfaat untuk memakan para hama tanaman padi.

Tetapi jika memang hama tanaman masih terlalu banyak dan kemungkinan anda akan rugi besar, anda bisa menggunakan cara paksa yaitu dengan menggunakan pestisida. Tetapi sebaiknya gunakan pestisida ini cukup sekali saja, jangan gunakan secara terus menerus, karena hal ini akan merusak ekosistem sawah dan tentunya jika digunakan secara terus menerus maka tikus akan beradaptasi dengan pestisida tersebut sehingga tikus tersebut pun akan menjadi kebal terhadap pestisida.

Pemanenan Tanaman Padi

Nah, tentunya hal yang paling ditunggu – tunggu oleh para petani adalah proses panen. Karena semua kerja keras yang dilakukan selama berbulan – bulan akhirnya dapat terpenuhi dengan hasil. Untuk cara pemanenannya pun sama seperti panen padi pada umumnya yaitu bisa menggunakan cara tradisional dengan melakukan manual dengan sabit ataupun dengan cara modern yaitu dengan mesin yang otomatis.

Untuk tanda – tanda tanaman padi yang sudah tua dan bisa dipanen bisa dilihat dari warna tanaman padi yang menguning dan juga sudah mulai menunduk karena isi dari padi tersebut. Nah, itulah informasi mengenai teknik budidaya tanaman padi, memang panjang ya, tetapi sebenarnya budidaya tanaman padi sawah ini sangatlah mudah dan bisa dilakukan oleh siapa pun loh. Asal dilakukan dengan sungguh – sungguh pastinya nanti akan memperoleh hasil yang memuaskan.

Meningkatkan Hasil Panen Padi Sawah

Budidaya padi sawah sangatlah mudah dan menyenangkan, apalagi jika padi sudah mulai menghijau akan menjadi pemandangan yang indah sekali. Namun untuk meningkatkan hasil panen padi yang bagus dan terbaik, dibutuhkan kerja keras dan perawatan khusus. Pengairan sawah juga harus tetap diperhatikan, karena sumber air pada tanaman padi sawah ini harus terus dilakukan secara berkala. Pemerintah sudah memberikan kemudahan bagi petani dengan adanya irigasi. Irigasi ini berfungsi sebagai alat untuk mengairi sawah dan lahan pertanian lainnya. Selain itu masih banyak lagi manfaat dari irigasi ini.

Cara Meningkatkan Hasil Panen Padi Sawah yang pertama adalah pemupukan tahap awal. Setelah padi selesai ditanam dan sudah berumur sekitar satu bulan, maka lakukan pemupukan tahap awal. Karena dengan pemupukan tahap awal ini akan membuat padi cepat tumbuh dengan subur. Dalam hal pemilihan pupuk yang baik dan tentunya bersahabat, maka diperlukan ketelitian dan kejelian kita. Jangan sampai kita salah pilih pupuk. Cara Meningkatkan Hasil Panen Padi Sawah yang kedua adalah anda harus bersihkan gulma atau rumput liar agar tidak menggangu pertumbuhan padi. Jika gulma tidak tumbuh disekitar padi, maka padi dapat tumbuh dengan cepat.

Cara Meningkatkan Hasil Panen Padi Sawah yang ketiga adalah dengan membasmi hama penyakit pada tanaman padi sawah. Hama yang biasa menyerang padi sawah adalah wereng, walang sangit, dan sebaginya. Biasanya kami menggunakan produk pembasmi hama yang banyak dijual ditoko pertanian, salah satunya adalah Imidastar 200 SL. Memang Keunggulan Imidastar 200 SL tidak perlu diragukan lagi. Selain produk tersebut masih banyak produk pembasmi hama lainnya yang bisa anda gunakan.

Cara Meningkatkan Hasil Panen Padi Sawah yang selanjutnya adalah dengan selalu menjaga tanaman padi sawah anda dari berbagai macam hewan peliharaan maupun binatang lain, terutama setelah padi mulai berbuah. Sebenarnya inti dari kesuksesan dalam budidaya padi sawah adalah terletak pada diri anda. Jika anda rajin merawat dan melakukan hal-hal diatas, maka sudah pasti hasil panen padi sawah anda akan meningkat. Kemudian yang menjadi faktor kesuksesan yang kedua adalah terdapat pada bibit dan pupuk yang digunakan. Jika semua itu anda lakukan, maka dijamin deh hasil panen padi sawah anda akan meningkat. Demikianlah sedikit penjelasan tentang Cara Meningkatkan Hasil Panen Padi Sawah.

Artikel terkait Cara Budidaya Padi Sawah Di Wilayah Yogyakarta