lklan-728x90
Menu

Cara Budidaya Kacang Hijau Agar Panen Melimpah

18/10/2016 | Pertanian

Cara Budidaya Kacang Hijau – Kacang hijau atau dalam bahasa latinnya adalah Vigna radiate adalah tanaman yang termasuk polong-polongan. Kacang hijau tumbuh dan dikenal di berbagai daerah tropis seperti di Indonesia. Dalam pemanfaatannya kacang hijau banyak digunakan sebagai bahan pangan tambahan karena kandungan protein nabati pada kacang hijau cukup tinggi. Budidaya kacang hijau banyak dilakukan di Indonesia karena permintaan untuk komoditi yang satu ini cukup tinggi dan harganya juga tidak berfluktuasi seperti kedelai. Budidaya kacang hijau sendiri tidaklah begitu sulit, semua orang dapat membudidayakannya asalakan memiliki referensi yang baik. Kacang ijo atau kacang hijau mengandung nutrisi yang tinggi, contohnya adalah dibuat bubur kacang ijo yang enak tentunya, anda ingin menanam kacang hijau di kebun anda.

cara-budidaya-kacang-hijau-agar-panen-melimpah

Kacang Hijau merupakan sejenis tanaman palawija yang tumbuh dengan baik di daerah-daerah tropika. Tumbuhan yang tergolong suku polong-polongan (Fabaceae) ini mempunyai tak sedikit kegunaaan dalam kenasiban sehari-hari manusia sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Di Indonesia, kacang hijau menempati urutan ketiga sebagai tanaman pangan legum, seusai kedelai dan kacang tanah. Sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa. Budidaya kacang hijau sangat tepat diperbuat di seluruh daerah di Indonesia.

Kacang hijau sangat tepat ditanam pada tanah bertekstur liat berlempung yang tak sedikit mengandung bahan organik, aerasi, dan drainase yang baik. Kacang hijau bakal tumbuh optimal pada struktur tanah yang gembur dengan pH 5,8 – 7,0 optimal 6,7. Iklim yang baik untuk budidaya kacang hijau di daerah yang mempunyai curah hujan optimal yakni 50-200 mm/bulan. Temperatur 25-27 0C dan kelembaban udara antara 50-80% dan memperoleh sinar matahari yang cukup. Semua varietas kacang hijau yang telah dilepas tepat ditanam di lahan sawah maupun tegalan. Varietas terakhir tahan penyakit semacam Sriti, Kutilang, Perkutut, dan Mural. Tipe bibit ini dianjurkan untuk ditanam pada daerah yang mempunyai endemik penyakit Embun Tepung dan Bercak Daun.

Karakteristik Tanaman Kacang Hijau

Kacang hijau merupakan tanaman pangan semusim berupa semak yang tumbuh tegak. Tanaman kacang hijau adalah tanaman berumur pendek (60 hari). Panen kacang hijau dilakukan beberapa kali dan berakhir pada hari 84 setelah tanam. Susunan tubuh tanaman kacang hijau terdiri atas akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Perakaran tanaman kacang hijau bercabang banyak dan membentuk bintil akar (nodul) akar. Adapun deskripsi masing-masing bagian tanaman tersebut dijelaskan sebagai berikut.

  • Akar tanaman kacang hijau berakar tunggang. Sistem perakaran dibagi menjai dua, yaitu mesophites dan xerophites. Mesophites mempunyai banyak cabang akar pada permukaan dan tipe pertumbuhannya menyebar. Sementara xerophites memiliki akar cabang lebih sedikit memanjang ke arah bawah .
  • Batang kacang hijau berbentuk bulat dan berbuku-buku. Ukuran batangnya kecil, berbulu berwarna hijau kecoklatan atau kemerahan. Setiap buku batang menghasilkan satu tangkai daun, kecuali pada daun pertama berupa sepasang daun yang berhadapan dan masing-masing daun berupa daun tunggal. Batang kacang hijau tumbuh tegak dengan ketinggian mencapai 1 m, cabang menyebar ke semua arah.
  • Daun kacang hijau tumbuh majemuk, terdiri dari tiga helai anak daun setiap tangkai. Helai daun berbentuk oval dengan bagian ujung lancip dan berwarna hijau muda hingga hijau tua, letak daun berselip. Tangkai daun lebih panjang dari pada daunnya sendiri.
  • Bunga kacang hijau berbentuk seperti kupu-kupu dan berwarna kuning kehijauan atau kuning pucat. Bunganya termasuk jenis hermaprodit atau berkelamin sempurna. Proses penyerbukan terjadi pada malam hari sehingga pada pagi harinya bunga akan mekar dan pada sore hari menjadi layu.
  • Buah kacang hijau berbentuk polong. Panjang polong sekitar 5-16 cm. Setiap polong berisi 10-15 biji. Polong kacang hijau berbentuk bulat silindris atau pipih dengan ujung agak runcing atau tumpul. Polong muda berwarna hijau, setelah itu berubah menjadi kecoklatan atau kehitaman. Polongnya mempunyai rambut-rambut pendek atau berbulu.

Langkah Budidaya Kacang Hijau

Langkah awal dalam budidaya kacang hijau adalah mempersiapkan media tanamnya. Kacang hijau termasuk tanaman yang budidayanya memiliki kriteria tanah tersendiri. Jenis tanah terbaik untuk budidaya kacang hijau adalah jenis tanah lempung berliat yang memiliki banyak kandungan unsur organik didalamnya serta memiliki sistem drainase yang baik. Tingkat keasaman pH harus berkisar 6,5-7,0. Budidaya kacang hijau dapat dilakukan pada bekas lahan yang ditanami padi namun dengan persyaratan kacang hijau sudah harus ditanam setelah 5 hari tanaman padi atau jagung dipanen.

Namun untuk anda yang tidak memiliki lahan bekas padi atau jagung, pengolahan tanah diwajibkan. Pengolahan tanah untuk budidaya kedelai dapat dilakukukan dengan cara membajak lahan dengan cara mencangkulnya. Berikan pupuk kandang sebagai pupuk dasar dalam budidaya kedelai. Biarkan lahan tanpa perlakuan apapun selama seminggu agar tanah dapat tercampur sempurna dengan pupuk kandang. Langkah selanjutnya adalah buatlah bedengan dengan lebar 1 m tinggi 0,5 m dan jarak antar bedengan adalah 150cm sedangkan untuk panjan dapat menyesuaikan luas lahan. Selanjutnya buat lubang tanam 20 x 20 cm. Kacang hijau ditanam dengan cara tugal maka pada buatlah 3 buah lubang tanam, satu lubang untuk benih dan dua lainnya untuk pupuk.

Persemaian benih kacang hijau dilakukan dengan cara membasahi benih kacang hijau dengan air lalu dikeringkan dan didiamkan hingga paling lama satu hari hingga benih kacang hijau timbul kecambah. Setelah benih yang disemai telah berkecambah maka langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menanam bibit tersebut pada lubang tanam. Masukkan 2-3 bibit kedalam 1 lubang tanam lalu tutup kembali bibit dengan tanah tipis. Selanjutnya masukkan pupuk pada dua lubang lainnya dan tutup kembali dengan tanah. Siram lubang tanam dengan air secukupnya agar tanah lembab.

Penanaman Kacang Hijau

Kacang hijau ditanam dengan sistem tugal.  Kacang hijau merupakan tanaman yang cepat tumbuh. Setiap celah dimasukkan dua biji/celah. Penanaman pada musim hujan, memakai jarak tanam 40 cm x 15 cm jadi mencapai populasi 300 – 400 ribu tanaman/ha. Pada musim kemarau memakai jarak tanam 40 cm x 10 cm jadi populasinya kurang lebih 400-500 ribu tanaman/ha. Jika budidaya kacang hijau diperbuat pada bekas tanaman padi, penanaman kacang hijau tak boleh lebih dari 5 hari setelah padi dipanen. (Untuk setiap musim; penyulaman yang baik diperbuat pada saat tanaman berusia tak lebih dari 7 hari).

Untuk lahan yang tak lebih subur, tanaman dipupuk 45 kg Urea + 45 – 90 kg SP36 + SD kg KCl/ha yang diberbagi pada saat tanam dengan cara larikan di segi celah tanam sepanjang barisan tanaman. Bahan organik berupa pupuk kandang setidak sedikit 1520 ton/ha dan abu dapur sangat baik untuk pupuk dan diberbagi sebagai penutup celah tanam. Di lahan sawah bekas tanaman padi yang subur, tak butuh dipupuk maupun diberi bahan organik. Kegunaaankan mulsa jerami untuk budidaya kacang hijau. Sebab pemakaian mulsa jerami bisa menekan serangan hama lalat bibit, pertumbuhan gulma, dan penguapan air. Dosis jerami padi diberbagi setidak sedikit 5 ton/ha.

Perawatan Tanaman Kacang Hijau

Penyiraman dilakukan dengan melihat kondisi cuaca. Apabila cuaca panas ketika musim kemarau maka kacang hijau harus disiram palin tidak 2 kali sehar pagi dan sore. Sedangkan bila terjadi hujan penyiraman dapat melihat kondisi lahan terlebih dahulu, apabila hujan terjadi cukup lama dan membuat tanaman basah sekali maka penyiraman tidak perlu dilakukan pada hari tersebut. Perawatan selanjutnya adalah penyulaman. Penyulaman bertujuan untuk mengganti bibit yang mati atau gagal tumbuh. Penyulaman dapat dilakukan ketika tanaman telah berumur 2 minggu, perhatikan dengan jeli kondisi tanaman yang gagal tumbuh atau perkecambahannya layu. Setelah itu cabut tanaman tersebut dan diganti dengan bibit yang baru.

Penyiangan dapat dilakukan satu sampai 2 minggu sekali. Penyiangan pertama dilakukan bersamaan dengan proses penyulaman agar lebih efektif. Jaga gulma agar tidak tumbuh disekitar area pertanaman. Apabila gulma tumbuh secara berlebihan maka yang akan terjadi tanaman kacang hijau tidak mendapat pasokan unsur hara yang cukup. Maka dari itu penyiangan harus dilakukan dengan baik dan tepat waktu. Pemupukan susulan dilakukan ketika tanaman kacang hijau berumur 30 hari ketika tanaman sudah mulai berbunga. Pupuk yang digunakan adalah pupuk Urea 60 kg/ha, TSP 100 kg/ha dan KCL 50 kg/ha. Pemupukan sendiri dilakukan dengan memasukkan pupuk pada lubang pupuk yang telah disiapkan ketika proses persiapan lahan. Masukkan bibit kelubang tersebut dan tutup kebali dengan tanah.

Hama Tanaman Kacang Hijau

Penyakit yang tak jarang menyerang kacang hijau antara lain; bercak daun, basi batang, embun tepung dan penyakit puru. Pengendalian penyakit bisa diperbuat dengan menanam varietas yang tahan penyakit. Pengendalian tutorial lain bisa diperbuat dengan memakai pestisida dan fungisida semacam: Benlate, Dithane M-45, Baycor, Delsene MX 700 alias Daconil pada awal serangan dengan dosis 2 g/l air. Pada penyakit Embun Tepung (Erysiphepofygoni) bisa dikendalikan dengan fungisida hexakonal dan diberbagi pada umur 4 dan 6 minggu. Penyakit bercak daun, manjur dikendalikan dengan fungisida hexakonazol, diberbagi pada umur kacang hijau 4, 5 dan 6 minggu.

Hama mutlak kacang hijau merupakan: Lalat Kacang (Agmmyxa phaseoti), Ulat Jengkal (Piusia chaitites), Kepik Hijau (Nezara virfduta), Kepik Coklat (Riptonus tinearis), dan Penggerek Polong (Maruca testutalis), Kutu Thrips dan lain-lain. Pengendalian hama bisa diperbuat dengan memakai insektisida. Semacam Cwifldor, Regent, Curacron, Atabnon, Furadan, alias Pegassus dengan dosis 2-3 ml/liter air dan volume semprot 5OIM>00 liter/ha. Pada daerah yang mempunyai endemik lalat bibit (Agromyza phaseoti) butuh perbuatan perlakuan benih dengan cara baik. Pengendalian lalat bibit bisa memakai insektisida Carbosulfan (10 g/kg benih) alias Fipnonil (5 cc/kg benih).

cara-budidaya-kacang-hijau-agar-panen-melimpah

Pemanenan Kacang Hijau

Panen kacang hijau dapat dilakukan ketika tanaman telah berumur 3-4 bulan. kacang hijau yang sudah siap dipanen adalah kacang hijau yang polongnya sudah mulai mengering dan mudah pecah. Pemanenan kacang hijau dapat dilakukan setiap hari yaitu pada pagi hari. cara pemanenan sendiri dapat dilakukan hanya dengan memetik polong kacang hijau. Setelah polong kacang hijau dipetik lalu dijemur selama 5-6 jam pada matahari terik apabila polong telah benar-benar mengering lalu pukul-pukul polong dengan kayu agar biji  dapat keluar. Selanjutnya biji yang telah keluar dimasukkan kedalam karung dan siap dipasarkan.

Manfaat Kacang Hijau Bagi Kesehatan

Kacang hijau mengandung kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B kompleks seperti vitamin B1 (tiamin) dan B2 (riboflavin), niacin, dan asam amino yang berkhasiat sebagai obat beri-beri, demam nifas, pelancar air seni, dan kurang darah. Dan berikut ini beberapa manfaat kacang hijau untuk kesehatan tubuh manusia. Kacang hijau adalah sumber protein alternatif bagi yang tak mengkonsumsi makan daging, atau yang dikenal dengan diet vegetarian. Selain tinggi protein, kacang ini juga bisa menjadi solusi alami untuk mengatasi masalah tekanan darah – yaitu darah rendah ataupun darah tinggi. Masih ada nutrisi penting lainnya yang ditawarkan oleh kacang hijau, yaitu serat, ditambah dengan vitamin, zat besi dan beberapa mineral lain.

Orang yang sedang diet yang bertujuan mengurangi bobot tubuhnya tentu harus menghitung asupan kalori. Karena asupan kalori yang ditekan, biasanya orang-orang yang melakukan diet jenis ini seringkali tersiksa dengan rasa lapar – yang umumnya seringkali menggagalkan tujuan. Nah karena kacang hijau tinggi mengandung serat(sekitar 15 gram serat/cangkir), maka ia bisa membantu menahan lapar; hal ini serat dalam makanan membuat orang merasa kenyang lebih lama. Dalam hal kesehatan, serat makanan sangat bermanfaat termasuk untuk mencegah sembelit, membantu mengurangi penyerapan kolesterol diusus, dll.

Protein ditemukan dalam sumber hewani, yaitu daging, telur, dan susu. Tubuh sangat membutuhkan protein untuk pertumbuhan dan peremajaan sel yang sangat diperlukan bagi keberlangsungan hidup kita. Tak hanya dari sumber hewani, protein juga ditemukan dari sumber nabati, terutama dari kacang-kacangan dan biji-bijian. Kacang hijau adalah salah satu sebagai sumber protein nabati yang baik(14 gr/cangkir), dimana bisa dipertimbangakan sebagai variasi sumber protein bagi tubuh kita. Walaupun vegetarian bisa mendapat protein dari sumber alternatif ini, namun banyak pakar diet sehat yang menyarankan untuk memperoleh protein dari kedua jenis sumber makanan tersebut – hewani dan nabati.

The American Heart Association menyarankan bagi kita untuk mendapatkan asupan 4700 kalium setiap hari. Kalium adalah elektrolit yang bermanfaat untuk menetralkan efek sodium/natrium, sehingga tekanan darah tinggi bisa diturunkan kembali. Namun sebaliknya, bagi orang dengan darah rendah atau hipotensi, kacang hijau justru bisa membantu tekanan darah bergerak naik kearah tekanan yang normal. Pada intinya, kacang hijau bermanfaat membantu menjaga tekanan darah yang normal. Rebus segenggam kacang hijau dengan air sebanyak 1,5 gelas hingga tinggal 1 gelas atau sebelum kacang hijau pecah. Minum secara rutin sehari sekali untuk membantu menormalkan kembali tekanan darah rendah secara alami.

Zat besi umumnya diperoleh dari mengkonsumsi daging dan hati hewan. Dari sumber nabati, zat besi paling dikenal banyak terdapat dalam bayam. Jika Anda menderita asam urat, bayam sebaiknya dihindari karena bisa memperparah kondisinya. Untuk mencegah anemia akibat kekurangan zat besi, kacang hijau bisa menjadi pilihan yang baik. Biasanya vegetarian adalah orang-orang yang kurang zat besi dalam diet mereka, sehingga memasukkan kacang hijau kedalam daftar menu bisa mencegah resiko anemia pada mereka.

Pada saat Anda terus-menerus terpapar sinar matahari yang panas dan polutan lingkungan, maka radikal bebas akan lebih banyak yang masuk kedalam tubuh Anda dan merusaknya dari dalam. Kacang hijau juga mengandung antioksidan seperti kebanyakan jenis buah dan sayuran, sehingga bisa membantu mengurangi beragam penyakit akibat dampak radikal bebas – termasuk kanker kulit. Selain mengandung antioksidan, kacang hijau juga tinggi protein. Jadi jangan heran jika sering mengkonsumsinya, maka kulit Anda menjadi lebih sehat, mulus, dan bebas penyakit. Demikian ulasan tentang cara budidaya kacang hijau semoga bisa bermanfaat bagi anda semua.

 

Artikel terkait Cara Budidaya Kacang Hijau Agar Panen Melimpah