lklan-728x90
Menu

Cara Budidaya Durian Agar Berbuah Lebat

24/10/2016 | Pertanian

Budidaya Durian – Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah “raja dari segala buah” (King of Fruit). Durian adalah buah yang kontroversial, meskipun banyak orang yang menyukainya, namun sebagian yang lain malah muak dengan aromanya.

Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio. Namun, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis). Untuk selanjutnya, uraian di bawah ini mengacu kepada D. zibethinus.

cara-budidaya-durian-agar-berbuah-lebat

Terdapat banyak nama lokal. Nama terbanyak ditemukan di Kalimantan, yang mengacu pada berbagai varietas dan spesies yang berbeda. Durian di Jawa dikenal sebagai duren (bahasa Jawa, bahasa Betawi) dan kadu (bahasa Sunda). Di Sumatera dikenal sebagai durian dan duren (bahasa Gayo). Di Sulawesi, orang Manado menyebutnya duriang, sementara orang Toraja duliang. Di Kota Ambon dan kepulauan Lease biasa disebut sebagai Doriang. Di Pulau Seram bagian timur disebut rulen.

Macam Jenis Buah Durian

Walaupun ada yang tidak suka akan baunya, namun tidak sedikit yang menyukainya. Bahkan tergila-gila dengan rasa manis yang dihasilkan oleh buah dengan ciri khas kulit berduri ini. Durian adalah jenis buah yang sangat banyak peminatnya di Tanah Air. Mungkin Anda mengira bahwa durian tidak memiliki banyak jenis atau hanya ada satu jenis, yaitu yang banyak dijual di pasaran saja. Ternyata, jenis dari buah durian ini lumayan banyak, lho. Bahkan Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang memiliki ragam durian terbanyak.  Di daerah Gunungkidul juga akan ditanami kebun buah durian tepatnya di Embung Nglanggeran. Berikut ini adalah jenis-jenis durian yang asli dari Indonesia.

Durian Si Mimang

Durian Si mimang berlokasi di Madukara Kabupaten Banjarnegara  Jawa Tengah. Durian Si mimang mulai dikenal tahun 2003, setelah menjadi salah satu juara dalam Festival Buah Unggul Nasional yg diadakan oleh Majalah Trubus. Buah yang berbentuk lonjong, kecil dan Kulitnya berwarna hijau kekuningan dengan duri-duri yang tumpul pada bagian kulit yang cembung dan duri-duri runcing terdapat pada bagian yang cekung. Daging buah ini berwarna kuning, tebal agak berserat dengan kadar air yang sedikit serta mempunyai rasa yang manis dengan sedikit rasa alkohol.

Aroma yang harum dan sangat tajam menjadikan buah ini gampang di kenali. Si Mimang sangat sesuai dengan tren buah masa kini, yang enak rasanya dan kecil ukurannya dengan harapan sekali makan habis. Si Mimang menjadi buruan para jawaara durendi propinsi Jawa Tengah. Tidak susah untuk memasarkan durian ini, karena buah yang belum matang saja sudah banyak dipesan orang. Harga durian ini pun berfariasi anara 60-200 ribu,tergantung ukuran.

Durian ini banyak tumbuh dan ditemukan di daerah Banjarnegara. Buahnya berbentuk lonjong, kecil, dan berjuring 4-5. Belimbingan juringnya tampak jelas. Kulit buah berwarna hijau kekuningan dengan duri tumpul pada bagian kulit yang cembung dan duri runcing pada bagian yang cekung. Durian ini termasuk sulit dibelah. Daging buahnya tebal, agak berserat, dan cukup kering. Dalam setiap juring terdapat 3-4 ponggge. Daging buahnya berwarna kuning dan rasanya manis serta ada rasa alkohol. Aromanya harum dan sangat tajam. Bijinya berbentuk lonjong kecil. Per pohonnya dapat menghasilkan 400-500 buah/tahun.

Manfaat Durian Si Mimang

Buah durian matang, atau tepatnya arilusnya, yang merupakan bagian yang dapat dimakan, umumnya dikonsumsi dalam keadaan segar. Di pasar, buah durian ini mengiklankan diri melalui baunya yang keras dan khas. Buah durian sangat disukai orang, sehingga panen padi di Indonesia akan terbengkalai jika bertepatan dengan panen buah durian, dan sampai puncak masa panen durian orang-orang masih bernafsu besar untuk memakannya. Buah durian diawetkan dengan cara mengeringkan daging buahnya menjadi kue durian, atau diolah menjadi dodol; dapat pula difermentasi atau dijadikan asinan. Kini arilus durian juga diciutkan dan dibungkus, lalu dibekukan untuk memperpanjang penyediaan durian; dengan cara ini buah durian dapat diterima di pasaran ekspor.

Rasa durian lebih disenangi di dalam es krim dan kue-kue. Biji durian yang direbus atau dibakar dimakan sebagai makanan kecil. Pucuk muda dan buahnya yang masih muda dapat dimasak untuk lalap. Kulit buah yang dikeringkan digunakan sebagai bahan bakar, terutama untuk mengasapi ikan. Beberapa bagian pohon durian dimanfaatkan sebagai obat; buah durian dianggap dapat menyembuhkan kesehatan orang atau hewan yang sakit. Menurut kepercayaan yang umum dianut, orang yang memakan durian dibarengi dengan minuman beralkohol dapat menyebabkan sakit atau bahkan mematikan. Kayunya yang kasar dan ringan tidak tahan lama, tetapi dapat digunakan untuk konstruksi dalam rumah clan perkakas rumah yang murahan.

Cara Menanam durian Si Mimang

Tanaman durian dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut. Namun, produksi terbaiknya dicapai jika penanaman dilakukan pada ketinggian 400-600 m di atas permukaan laut. Tanaman ini menyukai daerah yang beriklim basah atau tempat-tempat yang banyak turun hujan. Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhannya yaitu tanah yang lembap, subur, gembur, tak bercadas, dan kedalaman air tanahnya tidak lebih dari 1 m.

Di Indonesia, sebagian besar durian masih ditumbuhkan dari benih, walaupun beberapa cara perbanyakan klon telah dipraktekkan pula. Di Filipina, perbanyakan dengan benih telah diganti dengan penyambungan sanding (inarching) dan penyambungan celah (cleft grafting). Di Thailand, pembibitan-pembibitan menghasilkan sejumlah besar 1’pohon durian melalui dua cara. Penyusuan secara tradisional mungkin merupakan penyambungan sanding yang cukup sederhana dan sangat tinggi persentase keberhasilannya; caranya ‘ialah batang bawah yang dipelihara dalam kantung dibuntungi dan disisipkan ke cabang kecil pada tanaman induknya.

Cara lainnya ialah penyambungan hipokotil, menggunakan semai dalam pot, berumur 5-6 minggu, yang disambung-celah dengan batang atas-mini yang dipotong dari pucuk lateral yang tipis saja. Perlakuan fungisida, terowongan plastik, dan naungan berat sangat diperlukan untuk melindungi jaringan yang masih rapuh. Lima orang pekerja yang berpengalaman dapat mengerjakan 300 sambungan, dikerjakan dari pukul 8 malam sampai tengah malam ; menghindari panasnya siang hari konon merupakan faktor penting alam mencapai tingkat keberhasilan di atas 90176. Benih durian kv. Anakan durian dapat ditanam di lapangan seteiah berumur 1 tahun, dengan jarak tanam 8-16 m. Pada tahun pertama diperlukan naungan. Pada jarak tanam yang lebih rapat, mungkin kebun durian itu perlu penjarangan setelah 8-1.

Pemeliharaan Durian Si Mimang

Gulma dibabat dan dibiarkan sebagai mulsa, tetapi lahan di bawah kanopi pohon diusahakan bebas dari gulma. Penyedotan hara sampai saat panen berjumlah 2,4 kg N, 0,4 kg P, 4,2 kg K, 0,3 kg Ca, dan 0,5 kg Mg per ton buah, tetapi penyedotan hara total belum pernah diteliti. Praktek di Thailand ialah memberikan pupuk majemuk dekat dengan garis-tetes segera setelah muncul kuncup bunga, ditunjang dengan pemberian pupuk di atas tanah jika telah ada pembentukan buah yang lebat; pemberian pupuk lainnya dilakukan setelah panen. Jika tersedia pupuk kandang, dapat menggantikan pemberian pupuk yang terakhir.

Penyakit busuk akar, penyakit busuk pangkal batang, atau kanker-bintik (patch canker), yang disebabkan oleh Phytophthora palmivora, merupakan pembunuh yang ditakuti. Jamur ini hidup di dalam tanah dan memperlemah pohon dengan cara menginfeksi akar. Infeksi bagian di atas permukaan tanah juga terjadi, barangkali terutama disebabkan oleh cipratan partikel-partikel tanah. Pohon durian akan mati jika infeksi pada pangkal batang lama-lama melukai keliling batang pohon itu. Untuk memberantas penyakit ini, pangkal batang diusahakan bebas dari tunas-tunas lateral setinggi 1 m atau lebih.

Lahan sekitar pohon agar bebas dari gulma, dan pengairan hendaknya tidak membasahi pangkal batang atau tanah yang dekat situ, juga air penyiraman dari satu pohon tidak membasahi pohon lain. Semacam pasta fungisida (sistemik) dicatkan pada pangkal batang durian, dan pohonnya hendaknya seringkali diperiksa, bagian yang terinfeksi agar dipotong dan bekas lukanya dibersihkan. Penyakit-penyakit lain, seperti bintik daun yang disebabkan oleh Colletotrichum spp.

Homortegia durionir dan Phyllorticta durionir, dan busuk buah (Rhizopus sp.), tidak begitu berarti. Berbagai hama telah diamati menyerang durian, tetapi kerusakannya tampaknya hanya kadang-kadang. Suatu ulat pengebor buah, Hypoperigea (Plagideicta) lepro.rtricta, memakan biji durian, dan tampaknya lebih sering terjadi. Mamalia, seperti tikus, babi hutan, dan beruang, senang sekali memakan buah durian, dan buahbuah yang berjatuhan harus dikumpulkan setiap pagi agar mengurangi kerugian.

cara-budidaya-durian-agar-berbuah-lebat

Jenis durian Montong

Jenis durian selanjutnya adalah durian montong. Durian satu ini adalah jenis durian yang paling terkenal di Indonesia. Bahkan untuk satu biji dengan balutan daging di atasnya saja, dijual dengan harga yang cukup mahal jika dikurskan dalam Rupiah. Buah asli Kalimantan ini memiliki ciri khas dagingnya yang cukup besar dengan rasa manis dan juga beraroma harum ketika dibuka. Selain itu, ciri khas lainnya adalah bentuknya tidak bulat penuh, melainkan sedikit lonjong dengan tidak beraturan. Jika sudah siap petik, Durian Montong dapat memiliki berat kurang lebih 13 kilogram.

Cara Menanam Durian Montong

Anda gemar makan buah durian montong tapi enggan membeli karena mahal? Solusinya dengan cara menanam durian sendiri sehingga anda dapat menikmati durian montong gratis tanpa membeli. Menanam durian montong sangat mudah dilakukan. Harga bibit durian montong juga cukup terjangkau daripada anda harus melakukan pembibitan sendiri. Bagi anda yang mempunyai lahan luas tidak ada salahnya untuk sekalian budidaya. Selain dapat dikonsumsi pribadi, anda juga akan mendapat keuntungan dari budidaya tersebut. Nah, bagi anda yang ingin menanam durian berikut tips jitu agar hasil yang diperoleh maksimal.

Cara menanam durian yang pertama adalah menyiapkan lahan budidaya. Lahan dibersihkan dari gulma dan tanaman lain yang mengganggu masuknya sinar matahari. Pembukaan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau, sehingga pada awal musim hujan sudah bisa digunakan. Setelah itu, lubangi tanah kurang lebih 50-60 cm dan diamkan lubang tersebut selama 2 minggu. Kemudian beri pupuk kandang dan diamkan kembali 1 minggu agar pupuk meresap. Untuk jarak tanam idealnya 10×10 meter.

Setelah lahan siap maka tahap kedua dalam cara menanam durian adalah memilih bibit yang baik. Anda harus memilih bibit dengan bentuk yang bagus. Ciri-ciri bibit yang bagus dapat terlihat dari daun bibit tersebut. Jika bibit durian berdaun masih segar maka bibit tersebut akan tumbuh dengan bagus dan berbuah banyak. Akan tetapi jika banyak daun yang mati maka bibit tersebut kemungkinan besar belum memiliki akar yang bagus. Untuk keamanan maka anda lebih baik memilih bibit dengan bentuk yang maksimal tanpa cacat.

Setelah bibit ditanam selanjutnya anda harus melakukan perawatan dengan teratur. Dimulai dengan penyiraman yang dilakukan sejak awal pertumbuhan sampai tanam berproduksi. Ketika berbunga kurangi intensitas penyiraman. Penyiraman paling baik dilakukan pada pagi hari. Selain itu bersihkan juga gulma atau benalu disekitar pohon agar nutrisi tidak habis terhisap parasit. Lakukan pemangkasan ranting yang sudah mati agar tidak menghalangi sinar matahari. Cara menanam durian yang baik adalah tidak melupakan pemupukan. Selain pemberian pupuk pada awal tanam, pupuk juga diberikan secara berkala. Pupuk kandang diberikan 3 kali setahun saat awal musim kemarau. Dan pada 3 tahun pertama berikan pupuk NPK dengan kadar N tinggi.

Pemberantasan Hama Penyakit

Tahapan yang tidak kalah penting dalam cara menanam durian yaitu pemberantasan hama penyakit. Beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman durian adalah penyakit busuk akar yang disebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora. Gejala awalnya bagian pangkal pohon mengalami keropos dan membusuk. Jika hanya dibiarkan, lama kelamaan akan menyebar dan membuat pohon mati. Untuk penanganan penyakit tanaman tersebut, anda cukup menyemprotkan pestisida khusus jamur tanaman pada pangkal pohon durian montong.

Inilah tahap yang paling ditunggu dari semua tahapan dalam cara menanam durian montong. Apalagi kalau bukan masa panen durian montong. Umumnya pohon durian montong berbuah setelah mencapai umur 4-5 tahun. Jika ukuran buah sudah mencapai diameter 10 cm, ikatlah batang buah dengan tali agar nantinya ketika matang tidak jatuh dan rusak. Sebab kualitas rasa durian montong ditentukan dari tingkat kematangan buah dalam pohon tanpa karbit.

Ciri-ciri buah durian montong telah matang sempurna diantaranya adalah buah mengeluarkan bau harum, ujung buah berwarna coklat tua, garis-garis diantara duri lebih jelas, tangkai buah lunak dan mudah bengkok. Selain itu ruas-ruas tangkai buah juga membesar dan terdengar bunyi kasar atau bergema jika buah dipukul. Nah, cara memanen buah duriannya yaitu dengan memotong tangkai buah dekat pangkal dengan pisau. Namun sebenarnya anda tidak perlu repot memilih buah matang. Sebab durian montong yang sudah matang akan jatuh sendiri dari dahannya.

Durian Petruk

Dapat dikatakan bahwa Durian Petruk adalah gabungan antara Durian Montong dengan Durian Candimulyo, karena bentuknya yang lonjong dan rasanya yang setengah manis dan pahit jika dirasakan. Durian yang memiliki nama latin Durio Zybethinus Kultivar Petruk juga memiliki aroma yang tajam seperti Durian Montong. Buah durian asli Jepara, Jawa Tengah, ini merupakan salah satu durian bibit unggul yang banyak digemari para petani durian. Hal ini karena daging buahnya tidak lembek dan tebal, serta bijinya kecil.

Durian Bawor

Jika Anda ingin membeli Durian Montong, maka harus mengetahui benar-benar ciri khasnya. Karena Anda dapat salah membeli di penjual yang mengatakan bahwa durian yang dijualnya adalah Durian Montong. Hal ini dikarenakan ada satu jenis durian yang memiliki kemiripan dengan Durian Montong Kalimantan, yaitu Durian Bawor yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Durian satu ini memiliki ciri khas hampir sama dengan Durian Montong Kalimantan, yaitu buahnya manis dan tebal serta bijinya yang relatif kecil. Durian Bawor sendiri juga memiliki 2 jenis lainnya, yaitu Durian Bhinneka Bawor yang merupakan hasil silangan dan Durian Bawor Berkaki Empat.

 

 

 

 

 

Artikel terkait Cara Budidaya Durian Agar Berbuah Lebat