lklan-728x90
Menu

2 Candi Di Jawa Tengah Yang Wajib Anda Kunjungi Saat Liburan

Jawa tengah termasuk salah satu Provinsi yang mempunyai banyak peninggalan bersejarah. Maka tidak heran apabila di provinsi ini terdapat banyak sekali candi-candi yang termasuk bangunan bersejarah. Kata candi ini mengacu pada bermacam macam bentuk serta fungsi bangunan. Antara lain sebagai tempat beribadah, pusat pengajaran agama, tempat menyimpan abu dari jenazah para raja. Selain itu juga digunakan untuk tempat pemujaan atau tempat bersemayam dewa, petirtaan atau pemandian serta gapura. Walaupun fungsinya bermacam-macam temapt ini juga banyak sekali pengunjungnya dari berbagai kalangan.

Secara umum fungsi dari candi di jawa tengah tidak bisa dilepaskan dari kegiatan keagamaan, terutama agama Hindu serta Budha, pada waktu yang lalu. Oleh sebab itu, sejarah pembangunan candi begitu erat kaitannya dengan sejarah kerajaan-kerajaan. Serta perkembangan agama Hindu dan juga Budha di Indonesia, dari abad ke 5 sampai dengan abad ke 14.  Di jawa tengah juga terdapat candi peninggalan hindu. Candi-candi Budha pada umumnya dibangun untuk bentuk pengabdian kepada agama serta untuk mendapatkan ganjaran. Ajaran agama Buddha yang tercermin pada candi-candi di Jawa Tengah yaitu Budha Mahayana. Yang masih dianut oleh umat agama Budha di Indonesia sampai sekarang ini. Berbeda pada aliran Budha Hinayana yang telah dianut di Myanmar serta Thailand.

Candi Borobudur Magelang

Candi Borobudur berada di Kabupaten Magelang, sekitar 15 km ke arah Barat daya kota Yogyakarta. Bangunan Candi Budha paling besar di Indonesia ini sudah warisan budaya dunia. Dan juga telah terdaftar pada daftar warisan dunia (world heritage list). Kawasan Candi di jawa tengah yang termasuk bukit kecil dikelilingi dengan pegunungan Menoreh, dan gunung Merapi. Dan dikelilingi Gunung Merbabu di timur laut, serta G. Sumbing dan juga Gunung Sindoro di barat laut. Candi di jawa tengah ini berdiri di atas bukit yang memanjang ke arah timur samapi barat. Candi ini dibuat dari balok batu andesit sejumlah 47,500 m3, yang tersusun rapi tanpa memakai perekat. Bangunannya juga dilapisi dengan lapisan putuh ‘vajralepa’, seperti yang ada di Candi Kalasan serta Candi Sari.

Bangunan  kuno Borobudur berbentuk limas bersusun menggunakan tangga naik di 4 sisi. Antara lain sisi timur, selatan, barat, serta utara. Tangga paling bawah dilengkapai dengan kepala naga dengan keadaan mulut menganga serta seekor singa yang duduk di dalamnya. Dugaan jika Candi Barabudur menghadap ke timur diperkuat dengan pahatan relief pradaksina dan dibaca memutar dengan arah jarum jam. Dan berawal dari dan berakhir pada sisi timur. Selain itu, arca singa yang paling besar juga terdapat pada sisi timur. Tangga untuk menuju ke tingkat yang lebih tinggi dilengkapi pada gerbang yang terukir indah dengan kalamakara tanpa rahang bawah pada atas ambang pintu.

Fungsi Candi Borobudur

Pada mulanya tinggi kesemuanya bangunan kuno ini mencapai 42 meter, tapi setelah pemugaran tingginya hanya sampai 34,5 m. Batur ataupun kaki candi berdenah bujur sangkar seluas denah dasar 123 x 123 meter. Dan dilengkapi penampil yang menjorok keluar pada setiap sisi. Keseluruhan bangunan terdiri dari 10 lantai yang luasnya mencapai 15, 13 meter2. Lantai pertama sampai pada lantai ke VII dengan bentuk persegi, sedangkan lantai VII sampai dengan lantai X berbentuk lingkaran.  Borobudur tidak memiliki ruangan untuk tempat beribadah ataupun melakukan pemujaan sebab candi ini dibangun untuk lokasi berziarah dan memperdalam  pengetahuan mengenai Budha.

Candi Bubrah Klaten

Candi Bubrah berada di dalam Kawasan Wisata Prambanan, antara lain di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, dan Propinsi Jawa Tengah. Tak banyak informasi yang diperoleh mengenai candi yang saat ini tinggal hanya ‘batur’ atau kaki candi yang sudah rusak serta onggokan batu bekas dinding. Kata Bubrah pada bahasa Jawa bermakna sudah dalam keadaan bubrah ataupun berantakan atau karena memang itulah namanya candi ini.

Untuk ukuran Candi di jawa tengah  ini relatif kecil memakai denah dasar persegi panjang, memanjang arah utara sampai selatan. Ukuran tepatnya tidak dapat didapatkan sebab reruntuhan candi di jawa tengah ini dikelilingi pagar yang terkunci. Tinggi batur atau kaki candi sekitar 2 meter. Sepanjang pelipit atas terdapat pahatan berpola simetris yang menghiasi. Tidak terlihat adanya bekas atau sisa-sisa relief pada dinding kaki candi. Tangga naik ke selasar pada permukaan batur terdapat di sebelah timur.

Artikel terkait 2 Candi Di Jawa Tengah Yang Wajib Anda Kunjungi Saat Liburan