lklan-728x90
Menu

Cara Efektif Budidaya Tanaman Pangan

02/11/2016 | Pertanian

Yang dimaksud dengan budidaya tanaman pangan yaitu dapat dimaksudkan sebagai kegiatan tanam menanam jenis tanaman.  Tanaman ini  bisa dijadikan sebagai sumber penghasil karbohidrat dan protein.  Dan  akhirnya bisa dikonsumsi sendiri atau untuk dijual untuk dijadikan mata pencaharian bagi para petani. Karena petani sebagai penanam budidaya tanaman pangan. Ngomong ngomong tentang budidaya tanaman pangan, sebetulnya Indonesia merupakan negara yang terkenal sebagai penghasil tanaman pangan yang paling baik. Karena negara Indonesia merupakan negara dengan tanah yang subur.  Sehingga pada akhirnya tanaman yang di tanam disini akan tumbuh dengan cepat dan subur.

cara-efektif-budidaya-tanaman-pangan

Akan tetapi, ternyata kenyataan seperti itu hanya berlaku dahulu. Sebelum tanah dan juga lahan Indonesia dibuat sempit oleh banyaknya pembangunan di mana saja. Bahkan saat ini Indonesia harus mengirim bahan bahan pangan dari luar negri.   Semua itu sebetulnya bisa kita dapatkan di negara kita sendiri. Melihat kejadian ini, tentu saja sangat tidak sesuai jika negara kita dijuluki sebagai negara agraris.  Dan seharusnya bisa mensuplai bahan pangan ke berbagai negara. Tidak kita yang mengimpor bahan pangan dari luar negri. Nah, Hal ini terjadi karena sangat kurangnya perhatian pemerintah terhadap para petani dan kurangnya penyediaan lahan. Agar lebih jelasnya tentang budidaya tanaman pangan ini.  Kali ini akan berbagi tips tentang jenis jenis tanaman pangan yang tentunya bisa tumbuh secara baik di Indonesia.

Jenis Tanaman Pangan

Jenis tanaman pangan yang pertama adalah Serealia. Tanaman serealia adalah jenis tanaman yang menghasilkan biji sebagai sumber pangan. Macam Tanaman yang masuk ke dalam jenis serealia ini salah satunya adalah padi, gandum, jangung dan macam  jenis tanaman lainnya. Jenis tanaman serealia ini umunya adalah penghasil karbohidrat yang sangat baik. Sehingga sering di gunakan sebagai bahan makanan pokok di macam macam negara. Serealia yang pertama adalah padi yang jika diproses disebut dengan naman beras.

Setalah melalui proses pelepasan kulit bijinya. Dan kemudian disebut dengan sebutan nasi setelah melalui proses pemasakan. Jadi, nasi ini adalah makanan pokok untuk sebagian besar warga di Indonesia. Bahkan, penduduk Indonesia sering mengira kalau mereka belum makan.  Apabila belum makan nasi meski sudah makan roti hingga puluhan potong. Semua ini karena asumsi masyarakat yang menganggap bahwa yang dinamakan makan adalah memakan nasi sebagai pangan pokok.

Jenis Tanaman Serelia

Jenis serealia lainnya yaitu gandum yang sudah sering kita ketahui dalam komposisi biskuit atau pun roti. Nah,  tanaman yang ini memang merupakan jenis tanaman yang sering dibikin tepung. Untuk dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan biskuit, roti, mie, ataupun kue. Tumbuhan yang memiliki nama latin triticum ini mempunyai kandungan karbohidat yang tinggi. Namun sedikit gula sehingga sangat tepat untuk anda yang menderita penyakit gula atau diabetes. Sebenarnya tumbuhan ini lebih gampang di tanam dibandingkan dengan tanaman padi. Namun padi lebih sering dipilih oleh para petani di indonesia dibanding gandum. Karena mungkin padi merupakan makanan pokok.

Selain tanaman gandum dan padi, ada juga tanaman zea mays L.  Atau bisa kita kenal dengan sebutan jangung yang masih masuk ke dalam jenis tumbuhan pangan jenis serealia. Tumbuhan ini sangat dikenal di Indonesia. Banyak yang menyukai tanaman ini karena cara pengolahanya yang banyak caranya. Selain tanaman jagung, ada juga jenis tanaman sorgum. Sorgum merupakan tumbuhan yang satu jenis dengan jagung tapi tanaman ini masih sangat sulit ditemui di Indonesia. Jadi sangat wajar bila anda masih sangat asing dengan nama tumbuhan dengan jenis yang satu ini. Tumbuhan ini banyak dijumpai dan ditanam di wilayah nusa tenggara timur. Jagung dan sorgum sama sama di kembang biakan dengan biji.

Jenis Tumbuhan Singkong

Jenis tanaman pangan lainnya adalah umbi umbian.  Umbi umbian adalah jenis tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan di dalam akar yang membentuk umbi. Tumbuhan jenis umbi ini juga merupakan tumbuhan yang termasuk ke dalam kategori tanaman pangan.  Sebab menghasilkan karbohidrat yang bisa membuat kenyang. Satu jenis tanaman umbi yang sering dijumpai  di Indonesia adalah jenis ubi jalar. Tumbuhan umbi ini sering dibuat sebagai cemilan penunda lapar. Cara pengembang biaakannya dengan lagkah di stek atau dari bagian umbinya itu sendiri. warna umbi bisa dengan warna ungu, kuning, dan orange. Selain itu, Rasanya juga manis dan nikmat bagi yang suka.

Jenis umbi lainnya adalah umbi singkong. Beda dengan umbi jalar yang tanaman ini menjalar, tapi singkong merupakan tumbuhan dengan tangkai yang menjulang tinggi. Adapaun langkah pengembang biakannya, tumbuhan ini sangat dikenal sebagai tumbuhan yang sangat gampang di kembang biakan yaitu dengan langkah di stek. Anda tinggal memotong tangkai tumbuhan ini dengan ukuran potongan yang pendek. Lalu tancapkan ke dalam tanah dan dengan otomatis tanpa membutuhkan perawatan yang khusus. Tanaman singkong ini bisa menjadi berbagai resep makanan yang bisa di jadikan cemilan atau bisa sebagai pengganjal perut.

Tanaman Biji Bijian

Tanaman jenis biji bijian masuk ke dalam jenis tanaman pangan. Ini semua karena biji bijian memiliki kandungan protein yang  membuat kenyang. Jenis tumbuhan ini adalah tanaman yang menyimpan cadangan bahan makanannya di dalam biji. Perbedaanya dengan jenis serealia yaitu jenis serealia merupakan tumbuhan yang menghasilkan karbohidrat.  Sedangkan jenis singkong adalah menghasilkan protein. Satu jenis biji bijian yang paling terkenal dan banyak dibudidayakan adalah kedelai dan kacang. Kacang kedelai merupakan tanaman kacang yang di percaya mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Tumbuhan Kacang ini banyak dibuat berbagai olahan minuman dan makanan.

Hasil Olahan yang terbuat dari kacang kedelai ini, diantanya adalah susu, tahu,tempe, bubur dan banyak masakan lain yang tentunya sangat baik untuk kesehatan tubuh. Bahkan, saat ini banyak minuman kemasan yang terbuat dari kacang kedelai.
Jenis biji bijian lainnya adalah kacang tanah. Kacang tanah merupakan kacang yang paling di sukai sebagai cemilan. Cara pengolahannya sagat banyak bisa di rebus, di oven bahkan di jadikan olahan makanan yang lain yang lebih menarik.
Kacang tanah ini merupakan kacang tumbuhnya di dalam tanah seperti akar. Jika kacang ini sudah siap di panen, tandanya dengan daunnya yang sedikit menjadi kering.

Selain itu, jenis tanaman biji bijian lainya adalah kacang merah. Kacang merah ini bisa dijadikan untuk sayur asam sebagai lauk nasi. Beberapa kandungan yang ada dalam kacang ini saat baik untuk kesehatan tubuh. Kacang merah ini juga bisa dijadikan sebagai dodol yang tentunya rasanya sangat manis dan legit. Dalam budidaya tanaman pangan ini, cara penanamnya adalah dengan memanfaatkan biji kacang merah kering. Biji kacang yang dikubur ke dalam tanah dengan pemberian pupuk di dalamnya.

Budidaya Tanaman Pangan Jagung

Sebelumnya telah dibahas tentang budidaya tanaman bawang putih, kali ini akan dibahas mengenai budidaya tanaman pangan. Tanaman jagung adalah salah satu dari jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rerumputan. Jagung berasal dari Amerika yang menyebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis penduduk Eropa ke Amerika.Kurang lebih abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk wilayah Indonesia. Di Indonesia ini, daerah-daerah penghasil utama tanaman jagung adalah Jawa Barat, Jawa Timur,Jawa Tengah, , Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Madura, D.I. Yogyakarta, Sulawesi Selatan, dan Maluku. Khusus di Daerah Jawa Timur dan Madura. Budidaya tanaman pangan jagung dijalankan secara intensif karena kondisi tanah dan iklimnya sangat baik untuk pertumbuhan tanaman jagung.

Jenis yang  unggul mempunyai sifat  yaitu berproduksi tinggi, umur pendek, tahan serangan hama penyakit utama dan sifat-sifat lain yang menguntungkan. Varietas unggul ini bisa dibedakan menjadi dua, yaitu: jagung bersari bebas dan varietas jagung hibrida. Nama beberapa jenis jagung yang dikenal antara lain: Bima, Genjah Kertas, Harapan, Harapan Baru ,Abimanyu, Hibrida IPB 4, Kalingga, Sadewa, Wiyasa, Bogor Composite-2, Kania Putih, Malin, Metro, Nakula,  Arjuna, Bromo, Bastar Kuning,  Hibrida C 1 (Hibrida Cargil 1),  Pandu, Parikesit, Permadi.

Tanaman jagung sangat berguna bagi kehidupanhewan ataupun manusia. Jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi di Indonesia. Di Daerah Madura,  tanaman jagung banyak digunakan sebagai makanan pokok. Saat ini  tanaman jagung makin meningkat pemanfaatannya. Tanaman jagung banyak sekali manfaatnya,  karena  hampir semua bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan hidup.

Syarat Tumbuh Tanaman Jagung

Tanaman jagung berasal dari daerah iklim tropis yang dapat beradaptasi dengan lingkungan di luar daerah tersebut. Jagung tidak menuntut persyaratan lingkungan yang terlalu sulit, akan tetapi jagung dapat tumbuh pada berbagai macam tanah bahkan pada keadaan tanah yang agak kering. Adapun untuk pertumbuhan maximumnya, jagung mempunyai beberapa persyaratan. Iklim yang disukai oleh tanaman jagung adalah daerah-daerah mempunyai iklim sedang sampai daerah dengan iklim sub-tropis/tropis yang basah. Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara 0-50 derajat LU hingga 0-40 derajat LS. Pada tanah yang tidak ada irigasi, pertumbuhan tanaman ini butuh curah hujan ideal sekitar 85-200 mm tiap bulan dan harus rata.

Pada saat fase pembungaan dan pengisian biji tanaman jagung membutuhkan cukup air. Sebaiknya tanaman jagung ditanam diawal musim hujan, saat  menjelang musim kemarau. Pertumbuhan jagung sangat butuh sinar matahari. Tanaman jagung yang terlindungi, pertumbuhannya akan terhambat dan menghasilkan biji yang kurang baik bahkan bisa jadi tidak dapat membentuk buah. Suhu yang dibutuhkan tanaman jagung antara 21-34 derajat C, tapi bagi pertumbuhan tanaman jagung yang ideal membutuhkan suhu optimum antara 23-27 derajat C. Saat proses perkecambahan bibit jagung butuh suhu yang cocok sekitar 30 derajat C. Waktu panen, biji jagung yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik dari pada saat musim hujan. Karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil.

Media Tanam Jagung

Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah yang khusus. Agar supaya dapat tumbuh optimal tanah harus gembur, subur dan kaya humus. Jenis tanah yang dapat ditanami jagung antara lain: andosol (berasal dari gunung berapi), latosol, grumosol, tanah berpasir. Pada tanah-tanah dengan tekstur berat (grumosol) masih dapat ditanami jagung dengan hasil yang baik dengan pengolahan tanah secara baik. Sedangkan untuk tanah dengan tekstur lempung/liat (latosol) berdebu adalah yang terbaik untuk pertumbuhannya. Keasaman tanah erat hubungannya dengan ketersediaan unsur-unsur hara tanaman. Keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung adalah pH antara 5,6-7,5.

Tanaman jagung membutuhkan tanah dengan aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik. Tanah dengan kemiringan kurang dari 8 % dapat ditanami jagung, karena disana kemungkinan terjadinya erosi tanah sangat kecil. Sedangkan daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %, sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. Jagung dapat ditanam di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian antara 1000-1800 m dpl. Daerah dengan ketinggian antara 0-600 m dpl merupakan ketinggian yang optimum bagi pertumbuhan tanaman jagung.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu tinggi, baik mutu genetik, fisik maupun fisiologinya. Berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar, tidak tercampur benih/varietas lain, tidak mengandung kotoran, tidak tercemar hama dan penyakit). Benih yang demikian dapat diperoleh bila menggunakan benih bersertifikat. Pada umumnya benih yang dibutuhkan sangat bergantung pada kesehatan benih, kemurnian benih dan daya tumbuh benih. Penggunaan benih jagung hibrida biasanya akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi.

Tetapi harga benihnya yang lebih mahal dan hanya dapat digunakan maksimal 2 kali turunan dan tersedia dalam jumlah terbatas. Beberapa varietas unggul jagung untuk dipilih sebagai benih adalah: Hibrida C 1, Hibrida C 2, Hibrida Pioneer 1, Pioneer 2, IPB 4, CPI-1, Kaliangga, Wiyasa, Arjuna, Baster kuning, Kania Putih, Metro, Harapan, Bima, Permadi, Bogor Composite, Parikesit, Sadewa, Nakula. Selain itu, jenis-jenis unggul yang belum lama dikembangkan adalah: CPI-2, BISI-1, BISI-2, P-3, P-4, P-5, C-3, Semar 1 dan Semar 2 (semuanya jenis Hibrida).

cara-efektif-budidaya-tanaman-pangan

Penyiapan Benih

Benih dapat diperoleh dari penanaman sendiri yang dipilih dari beberapa tanaman jagung yang sehat pertumbuhannya. Dari tanaman terpilih, diambil yang tongkolnya besar, barisan biji lurus dan penuh tertutup rapat oleh klobot, dan tidak terserang oleh hama penyakit. Tongkol dipetik pada saat lewat fase matang fisiologi dengan ciri: biji sudah mengeras dan sebagian besar daun menguning. Tongkol dikupas dan dikeringkan hingga kering betul. Apabila benih akan disimpan dalam jangka lama, setelah dikeringkan tongkol dibungkus dan disimpan dan disimpan di tempat kering.

Dari tongkol yang sudah kering, diambil biji bagian tengah sebagai benih. Biji yang terdapat di bagian ujung dan pangkal tidak digunakan sebagai benih. Daya tumbuh benih harus lebih dari 90%, jika kurang dari itu sebaiknya benih diganti. Benih yang dibutuhkan adalah sebanyak 20-30 kg/ha. Sebelum benih ditanam, sebaiknya dicampur dulu dengan fungisida seperti Benlate untuk menangkal serangan jamur. Sedangkan bila diduga akan ada serangan lalat bibit dan ulat agrotis, sebaiknya benih dimasukkan ke dalam lubang bersama-sama dengan insektisida butiran dan sistemik seperti Furadan 3 G.

Pengolahan Media Tanam

Dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agar diperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki aerasi. Tanah yang akan ditanami (calon tempat barisan tanaman) dicangkul sedalam 15-20 cm, kemudian diratakan. Tanah yang keras memerlukan pengolahan yang lebih banyak. Pertama-tama tanah dicangkul/dibajak lalu dihaluskan dan diratakan. Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa sisa tanaman sebelumnya. Bila perlu sisa tanaman yang cukup banyak dibakar, abunya dikembalikan ke dalam tanah, kemudian dilanjutkan dengan pencangkulan dan pengolahan tanah dengan bajak.

Setelah tanah diolah, setiap 3 meter dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm dengan kedalaman 20 cm. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek. Di daerah dengan pH kurang dari 5, tanah harus dikapur. Jumlah kapur yang diberikan berkisar antara 1-3 ton yang diberikan tiap 2-3 tahun. Pemberian dilakukan dengan cara menyebar kapur secara merata atau pada barisan tanaman, sekitar 1 bulan sebelum tanam. Dapat pula digunakan dosis 300 kg/ha per musim tanam dengan cara disebar pada barisan tanaman.

Apabila tanah yang akan ditanami tidak menjamin ketersediaan hara yang cukup maka harus dilakukan pemupukan. Dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman sangat bergantung pada kesuburan tanah dan diberikan secara bertahap.

 

Artikel terkait Cara Efektif Budidaya Tanaman Pangan