lklan-728x90
Menu

Budidaya Srikaya Jumbo Di Wilayah Gunungkidul

25/10/2016 | Pertanian

Srikaya Jumbo – Karena rasanya yang manis segar dengan tekstur daging yang lembut dan tidak berair, srikaya jumbo ini layak untuk dijadikan pilihan sebagai buah konsumsi. Tanaman ini bisa jadi pilihan utama sebagai tanaman buah dalam pot (tabulampot) jika lahan yang tersedia di rumah cukup terbatas. Ditunjang oleh pertumbuhan dan pembuahan yang relatif cepat, akan memudahkan bagi para penghobi dalam pemeliharaan tanaman sehari-hari. Bibit sebaiknya dipilih dari bibit hasil perbanyakan vegetatif (sambung susuan maupun bikit okulasi tempel mata tunas yang entries-nya diperoleh dari pohon induk F1 terpilih.

budidaya-srikaya-jumbo-di-wilayah-gunungkidul

Tidak disarankan untuk menggunakan bibit yang tidak jelas asal-usulnya (bibit vegetatif yang diperoleh dari tanaman induk F2) maupun tanaman yang diperoleh dari bibit asal semai biji (seedling) karena buah akan mengalami perubahan ukuran, bentuk, rasa dan tekstur daging yang berbeda dengan sifat-sifat asli induknya. Bibit srikaya jumbo yang banyak beredar di Indonesia terdiri dari beberapa macam bibit, ada bibit dari indukan asal Australia namun ada pula bibit yang berasal dari perbanyakan indukan asal Thailand.

Karakteristik Srikaya Jumbo

Sepintas kedua macam srikaya ini nyaris sama persis, namun ada beberapa ciri masing-masing yang membuat kedua macam srikaya ini menjadi berbeda. Pertama, srikaya asal Australia mempunyai ukuran buah lebih besar dibanding srikaya asal Thailand, daun sedikit lebih kekuningan, demikian pula warna buah yang lebih kuning cerah. Srikaya asal Thailang berdaun lebih hijau dan jika dibandingkan, warna kulit buahnya juga lebih hijau. Dalam keadaan normal, kandungan biji srikaya asal Australia lebih sedikit dengan tekstur daging lebih kering dan kenyal, sementara srikaya asal Thailand berbiji lebih banyak dengan tekstur daging buah lebih berair.

Banyaknya bibit yang dibuat dan bersumber dari begitu banyak pohon induk, mengakibatkan keberagaman variasi buah srikaya jumbo yang ditemukan. Ada buah yang semua berukuran jumbo dalam satu pohon yang sama, namun ada pula pohon dengan ukuran dan bentuk buah yang beraneka ragam, berbeda satu sama lain meski tumbuh dalam pohon srikaya yang sama. Tidak sedikit buah srikaya jumbo yang berubah menjadi berbiji banyak, tekstur daging berair, buahnya berbentuk bulat, dan sebagainya. Sekali lagi hal tersebut terjadi karena tanaman diperbanyak menggunakan sumber entres komunal, dari beragam pohon induk dengan keragaman yang berbeda satu sama lain, meski penampakan tanamannya sama.

Sekali lagi, pemilihan bibit berkualitas, bersumber dari perbanyakan vegetatif dari pohon induk yang bagus, akan menghasilkan keturunan dengan sifat genetis yang sama dengan sifat genetik pohon induk dan sifat genetik yang sama tersebut akan terus terbawa meski bibit ditanam di tempat yang berbeda-beda. Hendaknya bibit diperbanyak dengan entres dari pohon induk berkualitas bagus, ditempel ke batang bawah mulwo maupun srikaya lokal. Dari pengalaman, penggunaan batang bawah jenis mulwo akan memberikan hasil pertumbuhan tanaman yang lebih baik, lebih bongsor, dan lebih vigor, dibandingkan dengan bibit yang diperbanyak menggunakan batang bawah srikaya lokal.

Budidaya Srikaya Jumbo Gunungkidul

Petani di Kecamatan Gedangsari Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan tanaman buah srikaya jenis Si Nyonya Tua sebagai salah satu usaha meningkatkan pendapatan. Kepala Desa Tegalrejo Sugiman di Gunung Kidul, Minggu, mengatakan masyarakat menanam srikaya di lahan pekarangan yang selama ini kurang dimanfaatkan untuk tanaman itu. Lahan yang digunakan untuk menanam srikaya merupakan lahan kritis atau wilayah yang selama ini tidak bisa dikembangkan. Luas tanah paling banyak untuk tanaman srikaya berada di Dusun Tengklik. “Paling luas, usaha pengembangan buah srikaya di Dusun Tengklik yang mencapai tujuh hektare. Rata-rata dalam satu hektare menghasilkan lima ton srikaya,” katanya.

Ia mengatakan awalnya srikaya jenis Si Nyonya Tua itu hanya sebagai tanaman pagar. Namun demikian oleh karang taruna setempat dikembangkan menjadi komoditas unggulan daerah tersebut. “Saat ini hampir semua warga di sekitar wilayah Tegalrejo menanam srikaya,” katanya. Dia mengatakan budi daya tanaman oleh masyarakat ini tidak hanya di sekitar rumah tetapi juga ladang. Ke depan pihaknya akan meningkatkan luas lahan penanaman srikaya jumbo ini. “Warga bersama karang taruna berupaya untuk mengembangkan srikaya jenis Si Nyonya Tua menjadi tanaman unggulan,” kata Sugiman.

Ia mengatakan srikaya jenis Si Nyonya Tua memiliki kelebihan dibandingkan srikaya jenis lainnya yakni ukuran dan tekstur daging lebih banyak. “Satu buahnya ada yang mencapai enam ons, harganya Rp12.000 per kilogram,” kata dia. Sementara itu, Bupati Gunung Kidul, Badingah mendukung upaya Pemerintah Desa Tegalrejo mengembangkan tanaman buahsrikaya dan ke depan diharapkan daerah itu menjadi sentra buah srikaya.

Petani Srikaya Jumbo Gunungkidul

Srikaya dan Gunungkidul seakan sudah tidak terpisahkan. Bila saatnya tepat, Gunungkidul seakan kebanjiran buah manis yang memiliki banyak biji ini. Bahkan hampir di setiap sudut dan ruas jalan kita bisa dengan mudah menemukan srikaya. Tetapi meski menjadi pusat Srikaya, ternyata masih ada satu varietas srikaya yang belum banyak dibudidayakan, yaitu Srikaya Buto yang beratnya bisa mencapai satu kilogram perbuah.

Meski berada di tengah kota, Budi ternyata memiliki kebun mungil yang digunakannya untuk mengembangkan benih-benih tanaman varietas baru. Salah satunya adalah Srikaya Buto. Disebut demikian, karena menurut Budi srikaya ini berukuran lebih dari empat kali lipat ukutan srikaya pada umumnya. “Selain itu karena srikaya warnanya hijau jadi nyebutnya Srikaya Buto” ujarnya berseloroh. Secara fisik, yang tampak mencolok adalah ukuran buah yang besar. Biasanya, berat satu buah srikaya varietas ini berkisar antara 0,8 – 1,3 kilogram. Ukurannya sendiri bisa mencapai seukuran bola untuk sepak takraw. Keunikan lainnya adalah kulit buah yang tipis dan sedikitnya biji di dalam srikaya varietas ini. “Satu buah paling hanya terdapat sekitar 15 biji, kalau yang lokal bisa puluhan,” tambah Budi.

Sebenarnya, srikaya berukuran jumbo itu adalah hasil persilangan antara srikaya Thailand dan srikaya lokal yang digabungkan dengan teknik penyambungan pangkal batang atau okulasi. Bibit srikaya Thailand didapatkan Budi dari temannya yang kerap bepergian ke luar negeri sekitar tahun 2009 lalu. Karena sulit membesarkan tanaman srikaya dari biji, maka Budi menyambungkan tanaman dari luar negeri itu dengan batang srikaya lokal yang banyak tumbuh di Gunungkidul. Bbila berminat, satu batang bibit Srikaya Buto ini bisa ditebus dengan harga Rp30.000. “Kalau sudah jadi bibit seperti ini bisa ditanam dimana saja,” tuturnya.

Saat dipersilakan mencicipi buah ini, kesan pertama yang muncul adalah rasa manis yang dominan. Lebih manis dibandingkan srikaya lokal. Tidak ada rasa berpasir seperti yang terdapat pada srikaya lokal. Selain itu, tekstur daging buahnya lebih kenyal dan legit serta berair. Hampir mirip dengan tekstur buah sirsat tetapi dengan rasa dan aroma khas srikaya. Karena bijinya sangat sedikit, srikaya ini bisa langsung dimakan seperti memakan apel setelah mengupas kulitnya. Budi mengungkapkan, buah ini sebenarnya sudah dijual di pasar swalayan di Jakarta, tetapi karena masih diimpor, satu kilogram srikaya dibanderol dengan harga yang lumayan mahal, Rp28.000 per kg.

Bila dikembangkan di Gunungkidul, Menurut Budi sangat mungkin buah ini bisa menjadi ciri khas daerah. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petugas penyuluh pertanian ini mengatakan, dalam setahun srikaya ini bisa berbuah beberapa kali. Satu pohonnya bisa menghasilkan antara 25-30 buah tiap kali panen. “Saat ini belum banyak dikembangkan, tapi ini potensial,” pungkasnya. Sutikno, salah satu peminat srikaya Buto mengatakan, dirinya tertarik dengan varietas srikaya ini karena lebih manis dan unik. Selain itu, menurutnya bibit ini akan dapat tumbuh subur di daerahnya di Nglanggeran, Patuk. “Mau saya coba kembangkan di Nglanggeran, karena tanahnya cocok. Selain itu buah ini unik dan rasanya sudah dikenal masyarakat,” tuturnya.

budidaya-srikaya-jumbo-di-wilayah-gunungkidul

Cara Budidaya Buah Srikaya Jumbo

Banyak dikalanngan pecinta tanaman buah terutama srikaya mengeluhkan kenapa tanamanya waktu dibeli bibit tanaman buah bisa berbuah, tetapi saat di tanam di rumah kok tidak bisa berbuah? Nah Apabila anda memiliki buah srikaya new varietas yang selalu tumbuh memanjang dan jarang sekali berbunga dan berbuah. Kalaupun bercabang, mungkin sedikit. Akibatnya bunga yang mestinya muncul di ujung cabang juga minim. Salah satu cara yang bisa ditempuh agar srikaya new varietas anda agar rajin berbunga dan berbuah adalah pemangkasan dan pemotongan cabang.

Berikut ini langkah-langkahnya:

  • Bibit asal susuan dipelihara selama 1,5 tahun. Kemudian pangkas 2-3 daun yang ada di ujung cabang dan sisakan tangkai daun sepanjang 2-4 mm.
  • Selang 6-10 hari tumbuh tunas baru dari bekas pangkasan yang disusul bakal bunga.
  • Biarkan bunga membesar, lalu potong setengahnya ketika masih kuncup.
  • Satu bulan kemudian muncul bakal buah. buah dipelihara dan diseleksi ketika sudah sebesar kelengkeng.
  • Saat ukuran panjang 6 cm bungkus buah agar mulus. Buah dipanen 3 bulan sejak bunga muncul.

Perlu diingat sebaiknya pemangkasan dilakukan awal musim hujan karena peluang berbunga lebat lebih besar daripada saat pemangkasan di musim kemarau. Selain pemangkasan, ada juga faktor lain yang mempengaruhi produksi buah per pohon. faktor tersebut adalah waktu kematangan putik dan benang sari. Pada srikaya, putik matang lebih dulu daripada benang sari, oleh karena itu agar jumlah buah yang didapat lebih maksimal, penyerbukannya perlu dibantu.

Pemangkasan sebaiknya dilakukan pada tanaman minimal umur 1,5 tahun dari bibit asal susuan. Jika kurang dari itu, pasokan makanan untuk memproduksi dan membesarkan buah belum memadai. Akibatnya buah yang dihasilkan sedikit dan ukurannya kecil. Paling hanya 1-2 buah per pohon. Untuk mendapatkan hasil maksimal, pemangkasan mesti tepat. Untuk memacu munculnya tunas bunga, memotong 2-3 daun di ujung ranting dengan menyisakan sekitar 2-4 mm tangkai daun. Selang 3 hari tangkai daun yang tersisa menguning dan rontok.

Nah, dari bekas tangkai daun itulah keluar tunas baru yang disusul bakal bunga. Setelah dipangkas, tanaman diberi pupuk NPK seimbang sebanyak 1 sendok makan. Fungsinya untuk merangsang tunas cepat muncul. Selain pemangkasan, faktor yang mempengaruhi produksi buah per pohon adalah waktu kematangan putik dan benangsari. ‘Pada srikaya, putik matang lebih dulu dibandingkan benangsari,’. Makanya agar jumlah buah yang dihasilkan maksimal penyerbukan perlu dibantu.

Cara yang lazim dilakukan dengan mengoleskan serbuksari dari satu bunga ke kepala putik di bunga lain menggunakan kuas. Supaya putik mudah diolesi, seludang bunga pembungkus putik dibuka lebih dulu. Sebulan pascapemotongan bunga muncul bakal buah. Agar hara tercukupi nutrisi memberikan 1 sendok teh pupuk NPK seimbang 2 minggu sekali. Selain itu, jangan lupa kebutuhan air banyak saat berbunga dan berbuah. Jika kurang air, bunga rontok dan pentil buah berwarna hitam kemudian gugur. Oleh karena itu  setiap hari disiram hingga air keluar dari pot untuk tabulampot. ‘Itu tandanya penyiraman sudah merata.

Sementara new varietas yang ditanam di kebun dibuatkan gundukan mengelilingi batang dengan panjang jari-jari 0,5 m. Lalu di akhir gundukkan itu dibuat cekungan sedalam 5 cm. Nah, penyiraman dilakukan 3 hari sekali ke gundukan hingga air memenuhi cekungan. Buah yang muncul kemudian diseleksi. Hanya buah yang terlihat simetris dan bulat yang dipertahankan. ‘Bila dalam satu cabang terdapat 2 buah berjarak kurang dari 20 cm, buang satu itu. Tujuannya agar ukuran buah maksimal dengan pasokan makanan cukup.

Manfaat Buah Srikaya Bagi Kesehatan

Srikaya merupakan jenis buah yang termasuk kedalam Genus Anonna yang banyak tumbuh di wilayah beriklim tropis termasuk di Indonesia, buah ini berbentuk agak bulat dan di penuhi dengan tektur berbentuk lingkaran seperti mata, dagingnya berwarna putih dan memiliki rasa hampir sama seperti buah sirsak. Buah srikaya memang tidak sefamiliar buah sirsak, untuk mendapatkannya pun harus di toko buah tertentu atau di toko swalayan. Srikaya banyak mengandung vitamin dan nutrisi penting yang bermanfaat bagi tubuh seperti vitain C, kalsium, magnesium, zat besi, potasium, dan niasin, kandungan-kandungan tersebut dapat berkhasiat sebagai obat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, serta dapat juga di gunakan untuk perawatan kecantikan.

Buah srikaya bisa menyembuhkan penyakit diabetes. Salah satu penyebab penyakit diabetes adalah karena tubuh kekurangan kadar magnesium, rendahnya asupan magnesium dapat merangsang produksi insulin dalam tubuh secara berlebih. Buah srikaya memiliki kandungan magnesium yang tinggi, sehingga jika mengkonsumsi buah ini secara cukup kebutuhan magnesium akan terpenuhi dan tercegah dari penyakit diabetes. Mengkonsumsi buah srikaya bisa menjadi terapi yang efektif untuk mencegah dan mengobati penyakit anemia atau kurang darah, kandungan zat besi yang cukup pada buah ini dapat meningkatkan produksi trombosit dalam tubuh sehingga terhindar dari penyakit anemia dan masalah yang di timbulkannya.

Mengkonsumsi buah srikaya secara cukup sangat di sarankan bagi wanita hamil, beberapa kandungan penting pada buah srikaya mampu meningkatkan pertumbuhan otak janin, serta meningkatkan sistem syarat dan kekebatan tubuh si jabang bayi. Kandungan vitamin B6 pada buah srikaya berkhasiat mengurangi peradangan pada paru-paru, serta mengurangi intensitas kambuhnya gejala asma. Buah srikaya memiliki kandungan magnesium yang baik untuk menutrisi jantung dan menjaga kesehatan jantung sehingga terhindari dari resiko serangan jantung.

Buah srikaya mengandung vitamin A, dan C yang dapat menutrisi kulit agar tetap sehat, selain itu kandungna zat antioksidan di dalamnya mampu menjaga kulit dari bahaya radikal bebas. Selain itu, buah srikaya bisa menjadi obat alami untuk mempercepat penyembuhan bisul. siapkan buah srikaya matang, tambahkan sedikit garam dan aduk sampai rata, selanjutnya balurkan pada luka bisul, dan ikat dengan kain atau perban. Cara ini akan membuat bisul cepat matang dan kering.

Kaya kandungan serat yang sangat lah tinggi dapat membantu melancarkan pencernaan yang mengalami pencernaan yang tidak bagus . hal ini dapat di atasi dengan cara mengonsumsi srikaya ini secara bersekala. Kandungan Potagen dan magnesium dalam buah srikaya mampu membuat dan pengontrolan bertujuan untuk menstabilkan tekanan darah agar menjadi normal . Kandungan Niasin yang terdapat dalam buah srikaya , ternyata dapat menurunkan kadar Kolesterol dalam darah.

 

 

 

Artikel terkait Budidaya Srikaya Jumbo Di Wilayah Gunungkidul