lklan-728x90
Menu

Beragam Situs Tua Bersejarah Di Playen Gunungkidul

Walaupun ada belasan situs candi di Gunungkidul, tetapi banyak orang dan bahkan warga Gunungkidul sendiri tidak mengetahuinya. Wilayah ini lebih dikenal sebagai wilayah yang tandus, kering, memiliki pegunungan kapur yang indah serta pantai-pantai yang eksotik. Cerita turun temurun juga hidup di Kecamatan Paliyan yang terkemas dalam ritual Babad Dalan Sodo yang mengisahkan Ki Ageng Pandanaran yang berguru kepada Ki Ageng Giring keturunan Brawijaya IV yang dipercaya sebagai cikal Kerajaan Mataram.

Masyarakat di Kecamatan Playen juga memiliki cerita turun temurun. Para Pande Besi yang banyak ditemui di seputaran Playen diyakini adalah keturunan para pande besi Majapahit. Peninggalan fitur terak besi dan bejana dari batu untuk mencelupkan tempaan dapat ditemui di lokasi ini. Tradisi pembacaan silsilah leluhur yang dibacakan tiap Bulan Suro di Desa Gading juga bisa dijadikan tanda pengaruh Majapahit.

Beragam Situs Tua Bersejarah Di Playen Gunungkidul

Situs Tua Bersejarah Yang Belum Terjamah

Di Kabupaten Gunungkidul terdapat beberapa situs purbakala peninggalan sejarah. Namun hingga saat ini, perkembangan situs sejarah dalam kaitannya pariwisata di Gunungkidul masih terpantau stagnan.

Salah satunya adalah Candi Plembutan yang berlokasi di Padukuhan Timur, Desa Plembutan, Kecamatan Playen. Arsitektur bangunan situs candi Plembutan pada bagian atas atau atap candi kemungkinan terbuat dari kayu, hal ini didasarkan pada temuan sejumlah umpak-umpak batu pada sekitar situs Candi Plembutan. Bangunan candi yang didirikan pada abad VIII masehi ini terbuat dari batu putih sebagian besar batu-batu tersebut tertimbun dalam tanah.

Berdasarkan temuan fragmen Yoni dan fragmen arca Agastya dapat diketahui bahwa pendukung budaya serta latar belakang keagamaan candi ini adalah Hindu. Hingga saat ini, kunjungan di kawasan situs sejarah Candi Plembutan masih sangat minim.

Hal yang cukup disayangkan mengingat situs ini diperkirakan merupakan situs yang cukup tua dan dan sudah berumur ratusan tahun. Situs ini bahkan diperkirakan oleh warga setempat lebih tua daripada situs Candi Prambanan yang saat ini sudah sangat kondang.

Situs Tua Bersejarah Yang Ada Di Seluruh Gunungkidul

Ada banyak peninggalan masa klasik berupa candi dan arca. Ada beberapa situs yang masih terlihat jejaknya hingga kini. Di Kecamatan Playen terdapat situs Candi Plembutan dan Candi Papringan, di Kecamatan Wonosari ditemukan situs candi di Desa Ngawu dan Pulutan, di Kecamatan Paliyan situs candi ditemukan di Desa Giring berupa fragmen kemuncak dan fragmen puncak stupa, di Kecamatan Semanu diketemukan situs candi di Pacarejo dan Arca Nandi dan Ganesha, di Kecamatan Karangmojo situs candi ada di Desa Ngawis yang di kenal dengan Situs Sokoliman dan beberapa penemuan arca di Desa Jatiayu, Desa Wiladeg, Desa Bejiharjo, dan Desa Nglemuru. Di Kecamatan Ngawen juga terdapat situs candi di Desa Watusigar dan Kampung. Di Kecamatan Semin juga dijumpai situs di Desa Candirejo, Desa Bendung dan Desa Sumberejo. Sementara di Kecamatan Ponjong terdapat situs di Desa Genjahan.

Namun sayang situs-situs tersebut kini hanya tinggal reruntuhan. Selain karena terbuat dari batu putih yang kemudian dimanfaatkan masyarakat untuk material jalan desa, juga dirusak untuk menghilangkan kesan mistis dan angker.

Melihat beberapa situs yang tersisa, terkesan pengaruh gaya arsitektur klasik tua (Jawa Tengah) lah yang lebih kuat daripada gaya arsitektur Klasik Muda (Jawa Timur). Temuan beberapa arca di Gunungkidul juga tidak menunjukan dari jaman Klasik Muda dimana periodisasi kerajaan Majapahit masuk di dalamnya.

 

Artikel terkait Beragam Situs Tua Bersejarah Di Playen Gunungkidul