lklan-728x90
Menu

3 Obyek Wisata Gunungkidul Ini Bisa Jadi Destinasi Paling Favorit

Obyek Wisata Gunungkidul – Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten gunungkidul terletak disebelah timur kabupaten bantul. Kabupaten ini memiliki bentang alam berupa pegunungan kapur sehingga pada musim kemarau tanahnya menjadi tandus. Namun dibalik semua itu kabupaten gunungkidul menyimpan potensi alam yang sangat luar biasa. Maka dari itu pemerintah kabupaten gunungkidul sedang giat untuk mengembangkan potensi alam yang dimiliki di kabupaten gunungkidul. Salah satu potensi alam yang dikembangkan yaitu sebagai obyek wisata. Gunungkidul saat ini dikenal sebagai salah satu tempat yang rame dikunjungi saat musim liburan oleh wisatawan. Berbagai obyek wisata alam sedang dikembangakan, dari wisata pantai, wisata air terjun, wisata gua dan lain lain.

Kabupaten Gunungkidul berbatasan dengan Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sidoharjo di utara, Kabupaten Wonogiri di Timur, Samudra Hindia di selatan, serta kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman di barat. Kabupaten Gunungkidul memiliki 18 kecamatan dan 144 desa. Sebagian besar wilayah kabupaten gunungkidul ini merupakan perbukitan dan pegunungan kapur, yakni bagian dari Pegunungan Sewu. Gunungkidul dikenal sebagai daerah tandus dan sering sekali mengalami kekeringan pada saat musim kemarau. Tapi tidak semua daerah di Gunungkidul mengalami kekeringan di musim kemarau, hanya daerah daerah tertentu saja yang mengalami kekurangan air di musim kemarau. Luas kabupaten Gunungkidul adalah 1.485,36 km2 atau sekitar 46,63 % dari luas wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota Wonosari terletak di sebelah tenggara Daerah Istimewa Yogyakarta kurang lebih 39 km.

3-obyek-wisata-gunungkidul-ini-bisa-jadi-destinasi-paling-favorit

Jika di Wisata Kulonprogo terdapat Kalibiru, dimana kita bisa berfoto diatas pohon sambil melihat waduk. Gunung Kidul juga memliki banyak wisata alam yang menarik. Banyak pantai di Jogja khususnya Gunungkidul yang tersebar di selatan pulau Jawa yang sangat cantik. Contohnya adalah Pantai Indrayanti yang sudah terkenal. Selain deretan pantai, Kabupaten ini juga terdapat suatu bukit yang jika kita berada diatas, kita akan melihat hamparan lampu kota pada malam hari dan hijaunya sawah dan pepohonan yang berada pada pegunungan seribu  yang menyejukkan mata.

Green Village Gedangsari Gunungkidul

Salah satu obyek wisata Gunungkidul yang sedang dikembangkan yaitu obyek wisata Green Village Gedangsari. Obyek wisata obyek wisata Green Village Gedangsari ini terletak di terletak di wilayah Guyangan Lor, Mertelu, Gedangsari, Gunungkidul, Yogyakarta. Pada awalnya empat wisata ini merupakan wisma tani yang dibangun oleh pemerintah melalui program MP3Ki (Mater plant pengurangan Percepatan perluasan Kemiskinan) namun karena rame pengunjung kini menjadi obyek wisata yang dibuka untuk umum.  Green Village Gedangsari ini terletak di perbatasan antara Gunung Kidul dan Klaten. Jadi pemandangan hamparan lampu merupakan lampu yang ada di Klaten. Mirip seperti bukit bintang, dimana kita akan disuguhkan pemdangan lampu kota di malam hari dari atas bukit ini.

Green Village Gedangsari yang berada di Padukuhan Guyangan Lor, Mertelu, Gedangsari tempat baru yang menyuguhkan keindahan alam Gunungkidul dan dataran Klaten. Dengan bentangan sebuah dataran tinggi Sriten di bagian timur dan pemandangan persawahan di Klaten terlihat jelas dari puncak Green Village Gedangsari. Saat malam hari akan terlihat cahaya bak bintang yang merupakan cahaya lampu dari warga Klaten Jawa Tengah. Udara sejuk khas pedesaan juga dapat dirasakan saat berkunjung ke salah satu perbukitan di Gedangsari tersebut.

Rute Green Village Gedangsari

Untuk kalian yang ingin berlibur kesini, disarankan menggunakan kendaraan bermotor. Ini dikarenakan lokasi tempat wisata di Jogja ini cukup jauh dari pusat kota yaitu sekitar 40 km dari pusat kota Yogyakarta. Akses jalan menuju Green Village Gedangsari ini cukup mudah untuk dijangkau. Namun para pengunjung diharapkan lebih berhati hati dikarenakan jalan utama menuju lokasi cukup sempit dan menanjak. Seperti yang telah dijelaskan diatas, terdapat 2 rute yang dapat ditempuh untuk menuju Green Village Gedangsari ini yaitu dari Klaten atau dari Jogja.

Dari Klaten: melalui Wedi ke arah selatan lewat jalur Dusun Watugajah. Sedangkan jika dari Timur (Bayat) kalian dapat melewati Kecamatan Bayat ke selatan lewat Desa Tegalrejo dan setelah itu ke arah barat lewat Guyangan Lor. Jika dari Jogja, ada dua jalur alternatif yang dapat pengujung pilih menuju Green Village Gedangsari ini. Pertama yaitu melalui jalan utama Jogja – Wonosari. Dan yang kedua lewat jalan Solo – Klaten dan belok kiri arah Wedi seperti panduan di dari Klaten diatas. Jika kalian bingung, kalian bisa bertanya pada teman yang sudah pernah kesana atau bisa melihat google maps dengan mengetikkan “Green Village Gedangsari”. Namun tips paling jitu yaitu dengan menanyakan pada penduduk sekitar jika kalian kesasar di daerah tersebut. Untuk menikmati obyek wisata Gunungkidul yang indah ini memang butuh perjuangan.

Di sekitar Green Village obyek wisata Gunungkidul, masyarakat setempat memiliki hasil kerajinan tangan yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh. Hasil kerajinan ini juga menjadi salah satu obyek wisata selain menikmati pemandangan alam karena pengunjung bisa menikmati hasil-hasil kerajinan tangan hasil karya warga Gedangsari. Sebagai destinasi wisata, Green Village Gedangsari juga telah memiliki fasilitas lengkap bagi para pengunjung sehingga pengunjung merasa nyaman berada di desa wisata ini. Gazebo-gazebo telah disediakan untuk wisatawan menikmati pemandangan, toilet, mushola, hingga fasilitas jalan menurun yang telah dipagari untuk memberikan rasa aman bagi para pengunjung ketika ingin lebih dekat dengan alam Gedangsari.

Hal menarik yang dapat anda jumpai di Green Vilage Gedangsari adalah panorama alam, terlebih di waktu sore – senja anda dapat melihat dengan jelas detik-detik matagali tenggelam (sunset). Selain itu dari puncak juga dapat dilihat jelas wilayah jogja bagian utara / timur, Klaten Jawatengah hingga kota Sukoharjo dan Solo. Sejatinya tempat wisata baru ini adalah berupa wisma tani yang dibangun oleh pemerintah melalui program MP3Ki. Buat kamu pecinta fotografi, khususnya pemburu sunset, tempat ini bisa kamu jadikan salah satu referensi tempat hunting. Sebab di puncak bukit tersebut selain perbukitan, dapat terlihat juga beberapa gunung aktif serta daerah lain terlihat jelas. Untuk masuknya pun tidak dipungut biaya, kamu cukup membayar parkir kendaraanmu. Karena tempatnya masih cukup baru, maka penjual makanan juga masih jarang. Namun untuk fasilitas toilet sudah cukup baik.

embung-sriten-gunungkidul

Embung Sriten Gunungkidul

Obyek wisata Gunungkidul yang terkenal adalah embung. Embung merupakan bangunan yang berfungsi menampung kelebihan air yang terjadi  pada musim hujan untuk persediaan suatu desa di musim kering. Selama musim kering air akan dimanfaatkan oleh desa untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Di musim hujan embung tidak beroperasi karena air di luar embung tersedia cukup banyak untuk memenuhi kebuthan  penduduk. Oleh karena itu pada setiap akhir musim hujan sangat diharapkan kolam embung dapat terisi penuh air sesuai rencana. Tinggi jagaan adalah perbedaan antara elevasi muka air waduk pada waktu banjir rencana dan elevasi puncak bendung.

Terletak di puncak Pegunungan Batur Agung, Embung Batara Sriten menjadi telaga tertinggi di Yogyakarta. Dari tepian telaga kamu bisa menyaksikan awan gemawan yang berkejaran, senja yang mempesona, serta lanskap perbukitan dan lembah yang terhampar luas hingga batas cakrawala. Seringkali rutinitas hidup membawamu masuk ke dalam titik jenuh. Penat dan bosan lantas meraja, membuatmu malas melakukan apa pun. Salah satu cara ampuh untuk mengatasi kejenuhan hidup tentu saja dengan refreshing dan traveling. Namun kadang saat sudah berada di obyek wisata tertentu kita bukannya refresh melainkan semakin suntuk, sebab destinasi tersebut sudah terlalu penuh dengan orang-orang. Solusinya adalah mengunjungi tempat-tempat eksotis yang belum banyak dipublikasikan. Embung Batara Sriten merupakan salah satu pilihan jitu untuk melarikan diri dari rutinitas.

Embung Sriten terletak di Padukuhan Sriten Desa Pilangrejo Kecamatan Nglipar Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Embung Sriten diproyeksikan sebagai agrowisata kebun buah diataranya manggis dan kelengkeng di perbukitan Baturagung utara yaitu gunung yang merupakan puncak tertinggi di Gunungkidul atau puncak tugu magir dengan ketinggian sekitar  896 mdpl. Menikmati pesona embung di atas awan dan pemandangan yang luar biasa indah dengan view 360° kawasan persawahan, perkampungan, perbukitan, dan beberapa wilayah di bawahnya seperti Klaten, Rawa Jombor, Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Sleman, Gunungkidul, Yogyakarta dsb.

Anda bisa berpindah dari bukit satu ke bukit yang lain dengan berjalan kaki karena beberapa diantaranya berdekatan dan berhubungan. Kawasan pegunungan Baturagung Utara tak jauh berbeda dengan kawasan kabupaten Gunungkidul lainnya, berupa pegunungan karst tandus dan sering kali dilanda kekeringan ketika kemarau tiba. Pembangunan retention basin yang dikenal dengan nama Embung Batara Sriten pun dianggap sebagai solusi untuk mencegah kelangkaan air sekaligus mengembangkan kawasan agrowisata buah di sekitarnya, dengan memanfaatkan air hujan yang ditampung di musim penghujan.

Diresmikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada bulan September 2014 lalu, Embung Batara Sriten menawarkan pesona keindahan yang mampu meluruhkan semua kepenatan dan kebosanan. Terletak pada ketinggian 859 mdpl atau di puncak Pegunungan Baturagung Utara, Embung Sriten menjadi telaga buatan tertinggi di Gunungkidul, bahkan kabarnya juga menjadi embung tertinggi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Seperti halnya Embung Nglanggeran, selain menjadi destinasi wisata baru yang bertujuan untuk menarik kunjungan wisatawan ke Gunungkidul, Embung Batara Sriten juga memiliki fungsi utama sebagai sarana penampungan air untuk mengairi agrowisata manggis dan kelengkeng yang berada di sekitarannya. Selain menjadi destinasi wisata untuk menikmati panorama matahari terbenam di sore hari, Embung Batara Sriten juga difungsikan sebagai lokasi olahraga dirgantara atau aerosport seperti paralayang, paramotor, dan gantole. Beberapa klub olahraga paralayang yang berbasis di Jogja pernah menjajal take off dari Puncak Mangir di kawasan Embung Sriten ini.

Menikmati indahnya panorama Embung Batara Sriten bisa dilakukan dalam berbagai cara. Seperti duduk-duduk di gazebo-gazebo atau pendopo di sekitar embung sambil merasakan hembusan angin yang tetap dingin, meskipun matahari sedang bersinar penuh semangat. Bisa juga sambil menikmati segarnya segelas es teh atau nikmatnya secangkir kopi tubruk di warung-warung kaki lima yang tak jauh dari embung. Mencoba teduhnya naungan pohon ikonik di Embung Batara Sriten, dalam ayunan hammock. dataran yang lebih tinggi di sisi timur juga bisa anda nikmati keindahannya.

Puncak Tugu Magir, begitulah puncak di sisi timur ini disebut. Puncak tertinggi di Pegunungan Baturagung Utara sekaligus puncak tertinggi di Kabupaten Gunungkidul. Di sinilah tempat para penjelajah dirgantara mencoba mengembangkan parasut paralayang dari ketinggian 859 Mdpl. Di tempat ini pula terdapat makam tiban yang dipercaya penduduk setempat sebagai petilasan Syeh Wali Jati, seorang kerabat Sultan pada masanya.Beberapa klub olahraga paralayang yang berbasis di Jogja pernah menjajal take off dari Puncak Mangir di kawasan Embung Sriten ini.

telaga-jonge-semanu-gunungkidul

Telaga Jonge Semanu Gunungkidul

Telaga Jonge merupakan salah satu obyek wisata Gunungkidul yang terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Air di Telaga Jonge terkenal tidak pernah kering. Tidak seperti telaga-telaga lain yang ada di Kabupaten Gunungkidul yang akan mengering ketika musim kemarau, telaga ini justru tetap memiliki air yang melimpah sepanjang tahun. Telaga Jonge memiliki luas sekitar 3 hektare dengan dikelilingi hutan buatan yang membuat pinggiran telaga ini terlihat teduh dan asri.

Berjarak sekitar 7 km ke arah timur dari pusat kota Wonosari. Lokasinya berdekatan dengan Gua Kalisuci dan Gua Jomblang yang terletak di desa yang sama. Rute yang harus dilalui sama dengan rute menuju ke Kalisuci. Hanya saja jika Kalisuci di perempatan terakhir belok ke kiri sedangkan Telaga Jonge belok ke kanan. Lokasinya tepat berada di depan SMP N 3 Semanu. Jalan yang dilalui untuk menuju telaga ini pun sudah cukup mudah dan cukup bagus. Di telaga ini terdapat makam Kiai Jonge alias Ki Sidiq Wacono alias Ki Soponyono yang merupakan sesepuh dari Majapahit.

Di tempat ini juga tersedia lapak pedagang yang menyediakan makanan ringan dan menu makan siang serta untuk mie ayam, bakso, nasi dan sebagainya. Hal ini dapat dikatakan sebagai tempat khusus karena air dari tempat ini atau telaga ini tidak pernah kering hanya berkurang pada saat musim kemarau, mungkin karena beberapa tempat atau wilayah di sekitar tempat ini yang masih terjaga kelestariannya dicirikan oleh pertumbuhan pohon-pohon besar di sekitar danau ini, sehingga cadangan air tanah tidak pernah habis meskipun musim kemarau tiba. Semua orang yang datang ke sini harus menjaga lisan karena tempat ini adalah tempat yang penuh dengan sakral dan mistis. Di tempat ini juga dugunakan oleh penduduk untuk mandi setiap hari, mencuci, atau lainnya.

Air telaga yang tidak pernah surut menjadi berkah tersendiri untuk masyarakat. Di musim kemarau warga masih bisa memanfaatkan air telaga untuk kebutuhan sehari-hari. Warga juga bisa menangkap ikan yang ada di telaga tersebut. Masyarakat setempat memanfaatkan kedaan air yang tidak pernah surut menjadikan obyek wisata. Masyarakat setempat sudah membangun pendopo di tepi telaga, dan ada beberapa permaina air juga. Untuk menikmati keidahan panorama Telaga Jong yang sangat asri tidak di kenakan biaya.

Telaga ini dibersihkan dan dilestarikan melalui tradisi masyarakat. Bahkan dalam tradisi ini, diikuti oleh beberapa orang dari luar DIY. Mereka secara sengaja mendatangi semacam kuburan atau petilasan Kiai Jonge yang terletak di pinggir telaga Jonge wilayah Dusun Kwangen Desa Pacarejo Kecamatan Semanu. Selain itu masyarakat adat menggelar pentas seni di sekitar telaga. Ratusan orang mengelilingi telaga yang berdiri di atas tanah Sultan Ground seluas satu hektar tersebut. Telaga ini merupakan obyek wisata Gunungkidul yang tersembunyi.

 

 

 

 

 

Artikel terkait 3 Obyek Wisata Gunungkidul Ini Bisa Jadi Destinasi Paling Favorit